Faedah Hadits : مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْـمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ
Oleh Tundung Memolo
Faedah Hadits : مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْـمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ
Oleh Tundung Memolo
Hadis ini berasal dari Nabi Muhammad ﷺ dan diriwayatkan dalam Sunan At-Tirmidzi (no. 2317) dan Sunan Ibnu Majah (no. 3976), serta dinilai sebagai hadis hasan oleh para ulama.
Terjemahan: “Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.”
Makna Hadis:
(1) Menunjukkan Kematangan Iman
- Seorang Muslim yang baik akan fokus pada perkara yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya, serta menjauhi hal yang tidak berguna.
(2) Mengajarkan Sikap Selektif dalam Perbuatan
- Hadits ini mendorong seseorang untuk menjaga perkataan, perbuatan, dan waktunya agar tidak disia-siakan pada hal-hal yang tidak membawa manfaat.
(3) Menjaga Akhlak dan Hubungan Sosial
- Menghindari ghibah (menggunjing), fitnah, atau ikut campur dalam urusan orang lain yang tidak berkaitan dengan dirinya.
(4) Pentingnya Prioritas dalam Hidup
- Dalam Islam, setiap orang dianjurkan untuk memfokuskan hidupnya pada ibadah, ilmu, pekerjaan, dan hal-hal yang membangun dirinya dan masyarakat.
Hadis ini sangat relevan dalam kehidupan modern, terutama di era digital, di mana banyak informasi yang kurang bermanfaat mudah diakses. Seorang Muslim yang baik harus selektif dalam menyaring informasi dan hanya terlibat dalam hal yang positif dan produktif.
Berikut adalah i’rab (إِعْرَاب) dari hadis مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْـمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيْهِ:
- مِنْ → حرف جرّ (huruf jar).
- حُسْنِ → اسم مجرور (isim majrur) karena didahului oleh huruf jar مِنْ, dan tanda jarnya adalah kasrah.
- إِسْلَامِ → مضاف إليه مجرور (mudhaf ilaih majrur), karena حُسْنِ adalah mudhaf, dan tanda jarnya adalah kasrah.
- الـمَرْءِ → مضاف إليه مجرور (mudhaf ilaih majrur) karena إِسْلَامِ adalah mudhaf, dan tanda jarnya adalah kasrah.
- تَرْكُهُ → مبتدأ مرفوع (mubtada’ marfu’), tanda rafanya adalah dhammah.
- هُ → ضمير متصل (dhamir muttasil) sebagai مضاف إليه (mudhaf ilaih) dalam keadaan مجرور (majrur).
- مَا → اسم موصول في محلّ مفعول به أول (isim maushul dalam posisi maf’ul bih pertama dari يَعْنِيهِ).
- لَا → حرف نفي (huruf nafi, penafian).
- يَعْنِيْهِ → فعل مضارع مرفوع (fi’il mudhari’ marfu’) dengan tanda rafa’ dhammah muqaddarah.
- هُ → ضمير متصل (dhamir muttasil) sebagai مفعول به ثانٍ (maf’ul bih kedua).
Struktur i’rab secara keseluruhan:
- مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْـمَرْءِ → Jar dan majrur sebagai متعلق بخبر محذوف (terkait dengan khabar yang dihapus).
- تَرْكُهُ → مبتدأ (mubtada’).
- مَا لَا يَعْنِيْهِ → جملة صلة الموصول في محلّ مفعول به لتَرْكُهُ (jumlah shilah al-maushul dalam posisi maf’ul bih dari تَرْكُ).
Semoga membantu! 😊
Semoga kita bisa mengamalkan hadis ini dalam kehidupan sehari-hari. Aamiin. 😊
메타데이터
- post_id
- 60bc2890b0fc
- slug
- faedah-hadits-مِنْ-حُسْنِ-إِسْلَامِ-الْـمَرْءِ-تَرْكُهُ-مَا-لَا-يَعْنِيْهِ-60bc2890b0fc
- url
- https://medium.com/@tundungmemolo/faedah-hadits-%D9%85%D9%90%D9%86%D9%92-%D8%AD%D9%8F%D8%B3%D9%92%D9%86%D9%90-%D8%A5%D9%90%D8%B3%D9%92%D9%84%D9%8E%D8%A7%D9%85%D9%90-%D8%A7%D9%84%D9%92%D9%80%D9%85%D9%8E%D8%B1%D9%92%D8%A1%D9%90-%D8%AA%D9%8E%D8%B1%D9%92%D9%83%D9%8F%D9%87%D9%8F-%D9%85%D9%8E%D8%A7-%D9%84%D9%8E%D8%A7-%D9%8A%D9%8E%D8%B9%D9%92%D9%86%D9%90%D9%8A%D9%92%D9%87%D9%90-60bc2890b0fc
- canonical_url
- https://medium.com/@tundungmemolo/faedah-hadits-%D9%85%D9%90%D9%86%D9%92-%D8%AD%D9%8F%D8%B3%D9%92%D9%86%D9%90-%D8%A5%D9%90%D8%B3%D9%92%D9%84%D9%8E%D8%A7%D9%85%D9%90-%D8%A7%D9%84%D9%92%D9%80%D9%85%D9%8E%D8%B1%D9%92%D8%A1%D9%90-%D8%AA%D9%8E%D8%B1%D9%92%D9%83%D9%8F%D9%87%D9%8F-%D9%85%D9%8E%D8%A7-%D9%84%D9%8E%D8%A7-%D9%8A%D9%8E%D8%B9%D9%92%D9%86%D9%90%D9%8A%D9%92%D9%87%D9%90-60bc2890b0fc
- author_url
- https://medium.com/@tundungmemolo
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-20 13:32:42