if you rewrite your life, may i still play a part?
“If your life were rewritten, I only hope my name still lingers in the lines you choose to keep.”
if you rewrite your life, may i still play a part?

One Day (2011)
Hidup sering kali terasa seperti buku yang kita tulis secara langsung. Setiap bab menceritakan kisah tentang cinta, patah hati, kemenangan, dan kehilangan. Terkadang, kita berharap bisa kembali ke beberapa halaman sebelumnya dan menulis ulang bagian-bagian di mana kita tersandung, gagal, atau menyakiti seseorang yang kita sayangi.
Aku sering bertanya-tanya, jika kamu memiliki kekuatan untuk menulis ulang hidupmu, apakah aku masih akan ada dalam ceritamu?
Jalan kita pernah bersilangan, seperti dua garis yang ditakdirkan untuk bertemu. Kita berbagi momen yang terasa terlalu nyata untuk sekadar kebetulan. Tawa yang kita bagi, air mata yang kita hapus dari wajah satu sama lain, dan kenyamanan yang kita temukan dalam diam — momen-momen itu terasa abadi. Namun, hidup punya cara aneh untuk terus bergerak maju, memaksa kita untuk membalik halaman meskipun kita belum siap.
Aku mengenang saat-saat ketika segalanya berantakan. Kata-kata menyakitkan yang terucap dalam kemarahan, kesalahpahaman yang tak bisa kita perbaiki, dan jarak yang semakin melebar hingga kita menjadi asing. Jika kamu bisa kembali ke masa itu, apakah kamu akan menghapus momen-momen menyakitkan tersebut? Apakah kamu akan menuliskan seseorang yang lain menggantikanku, seseorang yang bisa mencintaimu dengan lebih baik, lebih mendukungmu, dan melakukan lebih sedikit kesalahan?
Aku bertanya-tanya bukan karena rasa pahit, tetapi karena harapan. Harapan bahwa meskipun ada kesalahan dan penyesalan, aku memainkan peran yang berarti dalam ceritamu. Bahwa entah bagaimana, melalui kekacauan dan patah hati, aku masih menjadi bab yang layak untuk dipertahankan.
Mungkin kamu akan menulis ulang segalanya dengan cara yang berbeda — mungkin kamu akan memilih jalan yang lebih mulus, yang lebih sedikit dihiasi kebingungan dan kesalahan. Namun, aku suka percaya bahwa ada beberapa momen di antara kita yang begitu tulus, begitu kuat, hingga momen-momen itu tetap bertahan tidak peduli berapa kali kamu merevisi ceritamu.
Jadi jika suatu saat kamu menemukan dirimu dengan pena di tangan, membolak-balik halaman hidupmu dan bertanya-tanya bagian mana yang akan kamu tulis ulang, aku hanya punya satu pertanyaan:
Jika kamu menulis ulang hidupmu, bolehkah aku tetap menjadi bagiannya?
메타데이터
- post_id
- 6138f0bf2c52
- slug
- if-you-rewrite-your-life-may-i-still-play-a-part-6138f0bf2c52
- url
- https://medium.com/@pastandwine/if-you-rewrite-your-life-may-i-still-play-a-part-6138f0bf2c52
- canonical_url
- https://medium.com/@pastandwine/if-you-rewrite-your-life-may-i-still-play-a-part-6138f0bf2c52
- author_url
- https://medium.com/@pastandwine
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-20 17:35:53