Tentang Tuan yang Berantakan dan Nona yang Cukup
Dari luar, duniaku tampak tanpa cela. Aku tumbuh dalam kenyamanan yang layak sejak kecil. Bukan bermaksud pamer, namun roda hidup perlahan…
Tentang Tuan yang Berantakan dan Nona yang Cukup

Foto ini diambil dari nona
Dari luar, duniaku tampak tanpa cela. Aku tumbuh dalam kenyamanan yang layak sejak kecil. Bukan bermaksud pamer, namun roda hidup perlahan membawaku ke lingkaran sosial yang mapan. Aku menjaga caraku hidup, menjaga batasan diri, dan memastikan aku hanya mengusahakan apa yang memang pantas untuk masa depanku. Bukankah itu hal yang sewajarnya dilakukan?
Lalu, takdir menghadirkan dia.
Laki-laki yang datang dari dunia yang sepenuhnya terbalik dari duniaku. Di mataku, kehidupannya tampak berantakan. Ekonominya tidak stabil, status sosialnya dipertanyakan, dan keluarganya terpencar ke berbagai arah. Namun di tengah puing-puing badai itu, dia adalah satu-satunya yang memilih bertahan untuk tetap menjadi orang baik.
Melihatnya, aku sempat merasa semesta ini begitu tidak adil. Di satu sisi, ada aku, gadis yang mungkin terlihat seperti seorang putri yang tinggal di dalam kerajaan yang kokoh dan besar. Di sisi lain, dia seorang pria yang datang dengan membawa seluruh kekacauan dunianya.
Namun, cinta punya caranya sendiri untuk meruntuhkan dinding pembatas.
Bagi hatiku, aku tidak pernah membutuhkan hartanya. Aku sudah merasa cukup dengan apa yang kumiliki. Namun, bukan berarti aku tidak butuh diperjuangkan. Aku membutuhkan seorang pria yang selalu ada di sampingku, yang mau mengusahakan kehadirannya. Aku tidak menuntut banyak, meski aku tahu, fitrah seorang pria sejati pasti selalu ingin menjadi pelindung dan pencukupi bagi wanitanya.
Sebab bagiku, cinta itu sebenarnya sederhana. Kesempurnaan cinta lahir dari bagaimana cara kita memandang dan mensyukuri suatu hal. Simple and santai, itulah mottonya. Aku mencintai kesederhanaan. Momen-momen manis yang kecil dan sederhana justru selalu berhasil menjadi hal yang paling istimewa di mataku.
Untukmu yang sedang berjuang di luar sana… aku memang belum pernah mengatakannya secara langsung bahwa aku menyukaimu. Namun, ketahuilah, saat ini aku sedang berusaha jatuh cinta melalui setiap peluh dan usahamu. Sejauh apa kamu memperjuangkan tempat untukku di hidupmu, sejauh itu pula aku akan terus bertahan dan mengusahakan ruang untukmu di hatiku.
Sampai jumpa lagi di lembar cerita kita selanjutnya. Semoga kelak, semesta merestui seluruh usahamu untuk menjadikanku wanitamu
메타데이터
- post_id
- 61a2caaa461d
- slug
- tentang-tuan-yang-berantakan-dan-nona-yang-cukup-61a2caaa461d
- url
- https://medium.com/@stihjra/tentang-tuan-yang-berantakan-dan-nona-yang-cukup-61a2caaa461d
- canonical_url
- https://medium.com/@stihjra/tentang-tuan-yang-berantakan-dan-nona-yang-cukup-61a2caaa461d
- author_url
- https://medium.com/@stihjra
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-09 21:48:21