Pengakuan 7 Dosa Besar yang berakibat Fatal pada SNBT’24
Pengakuan Dosa Besar ini dimaksudkan untuk pengingat agar kesalahan yang pernah dilakukan tidak kembali terulang. Adapun hal yang dibahas…
Pengakuan 7 Dosa Besar yang berakibat Fatal pada SNBT’24
Pengakuan dosa besar ini dimaksudkan untuk pengingat agar kesalahan yang pernah dilakukan tidak terulang kembali. Adapun hal yang dibahas di bawah merupakan pandang saya sendiri.
Berikut dosa besar dan perbaikan yang harus dilakukan agar terhindar dari dosa besar:
1. Mencari Metode dan Informasi Belajar Berakhir Tidak Belajar.
[Kesalahan] Saya memulai memfokuskan diri mempersiapkan SNBT '24 pada pertengahan bulan Desember. Sayangnya dari Desember—Januari saya terlalu memfokuskan diri mencari metode belajar, informasi belajar, tip dan trik, informasi UTBK di media sosial, sehingga membuat saya tidak belajar. [Perbaikan] Seharusnya saat itu saya mengawali belajar saja dengan pembekalan persebaran materi dari platform yang dipercaya dan lanjut belajar saja.
*Disclaimer: untuk informasi UTBK sebaiknya mengikuti akun dan website resmi Kemendikbud.
2. Try Out di Platform tidak jelas.
[Kesalahan] Saat akhir Januari dan awal—pertengahan Februari, saya mengikuti serangkaian Try Out gratis yang diselenggarakan oleh platform tidak jelas. Platform tersebut mengujikan materi yang tidak ada dan/atau terlalu luas untuk UTBK. Sebagai contoh, adanya soal berbahasa Inggris di soal PM, PK, PBM, dan bahkan PPU. Hasil skor dari Try Out tersebut membuat psikologis terganggu sehingga mengakibatkan proses pembelajaran terganggu. Seperti Overthinking di setiap waktu istirahat hingga membuat jadwal belajar berantakan. [Perbaikan] Seharusnya saya hanya mengikuti Try Out dari bimbel yang saya ikuti dan/atau dari platform yang jelas. Kemudian melakukan evaluasi dari soal yang salah/tidak bisa dijawab. Try Out dikerjakan pada pagi hari (7.00–10.00) atau sore hari (13.00 — 15.00) pada hari Sabtu. Hari Minggu dijadwalkan mengevaluasi soal Try out yang salah dan mempelajari lebih lanjut pengelompokan materi yang banyak salah.
3. Memfokuskan diri pada PK/PM di saat H-100.
[Kesalahan] Saat itu saya memiliki dua opsi pilihan, fokus pada PK & PM atau fokus Literasi Bahasa Inggris. Saya memilih fokus PK & PM dan mempelajari semua materi yang berakhir tidak masuk pada ingatan, di mana ternyata materi yang di ujikan tidak cukup untuk H-100. Soal yang diujikan adalah soal fundamental yang dibumbui beberapa hal yang membuat soal tersebut terlihat rumit. [Perbaikan] Seharusnya saya saat itu hanya memfokuskan pada sedikit materi PK & PM dan lebih peduli pada bahasa Inggris dengan cara konsisten menambah Vocabulary dan mempelajari Grammar.
4. Lalai mengerjakan Tugas menghasilkan “Gunung”.
[Kesalahan] Saya lalai tidak mengerjakan Airdrop yang diberikan, tidak rutin membaca Obat Fokus (hanya 20 artikel/2 hari), dan tidak pernah membaca Breakfast untuk menambah Vocabulary. Hal tersebut menimbulkan banyaknya kekurangan yang saya lakukan dalam mengerjakan UTBK saat itu, terutama kecepatan membaca dan memahami teks dalam subtes PU, PPU, dan PBM. [Perbaikan] Seharusnya saya menargetkan sebagian soal Airdrop dengan kekonsistenan dan peningkatan bertahap sehingga tidak terjadi penumpukan Airdrop yang menyebabkan rasa malas untuk mengerjakan ketertundaan. Untuk Obat Fokus dan Breakfast, seharusnya saya membuat jadwal khusus untuk fokus pada hal tersebut selama jadwal tersebut mau selesai atau tidak harus dilakukan sebisa mungkin. [Keterangan] Komunitas Alternatifa pada saat itu menyediakan kegiatan:
- Kelas Online dengan 3× Pertemuan (@120 menit)/hari, Seminggu 4 hari (Senin, Selasa, Kamis, dan Jumat).
- Airdrop, Berupa penugasan Soal, 50-100 soal/hari, 1 Pekan 5 hari penugasan, setiap hari Subtest soal berbeda. Ketika soal yang dikejarkan salah wajib dilakukan evaluasi, yaitu mencatat pembahasan soalnya. (Terbayang ketika salah 50 soal, harus mencatat pembahasan 50 soal itu).
- Obat Fokus, yaitu artikel berbahasa Indonesia yang diterjunkan setiap hari, sehari terdapat 40 judul artikel yang harus dibaca 20 judul pada pagi hari dan 20 judul pada malam hari. Obat Fokus ini bertujuan meningkatkan fokus dalam membaca teks yang panjang. 20 Judul artikel (biasanya 20 – 60 halaman) diusahakan dapat dibaca dalam rentang waktu 40–60 menit sebagai rata-rata waktu baca manusia seharusnya.
- Breakfast, sama seperti Obat Fokus perbedaannya artikel dalam Breakfast berbahasa Inggris. Bertujuan untuk menambah Vocabulary (dengan mencatat arti dari kata yang tidak diketahui) dan menghapus rasa kantuk (karena tidak terbiasa). Breakfast diterjunkan setiap hari, sehari terdapat sepuluh artikel yang harus dibaca (5 pada pagi dan 5 malam hari).
5. Mengikuti keinginan dengan mengorbankan kewajiban.
[Kesalahan] Ketika mengerjakan Airdrop dengan materi yang kurang disukai atau ketika membaca Obat Fokus/Breakfast yang membuat saya mengantuk, saya lebih memilih untuk tidur sebentar,tetapi berakhir tidur panjang hingga membuat badan pegal-pegal.Namun kemudian, saya tidak melanjutkan kegiatan yang telah ditunda saat itu. [Perbaikan] Ketika kantuk menyerang saya akan melakukan jalan kaki keluar ruangan ketika pagi hari. Ketika malam hari saya akan mencuci muka agar kantuk hilang atau meminum sesuatu yang mengandung kafein,tetapi yang tidak terlalu banyak mengandung gula.
*Disclaimer: Kafein tidak disarankan kepada orang dengan lambung lemah, Gula menyebabkan kantuk.
6. Berekspektasi 5 menit, berakhir 5 jam.
[Kesalahan] Ketika telah menyelesaikan kelas online, Airdrop, Obat Fokus, atau Breakfast, saya mengizinkan diri sendiri untuk membuka Medsos selama 5 menit, tetapi berakhir 5 Jam. Hal ini menyebabkan banyaknya waktu yang terbuang secara sia-sia. [Perbaikan] Seharusnya saya melakukan Detox Media Sosial, kalau perlu menjadi Antisosial terkhusus di media sosial, karena saya menyadari hal kecil (mengklik notifikasi pesan grup) akan membuat hal tersebut menjadi besar (berakhir menghabiskan membaca Webtoon selama 3 jam).
7. Tidak menjaga pola makan dan tidur.
[Kesalahan Fatal] Ketika hari ujian semakin dekat, saya tidak menjaga pola makan dan tidur menyebabkan saya jatuh sakit saat H-1 UTBK dan membuat saya mengerjakan UTBK dalam keadaan demam. Hal tersebut tentu mempengaruhi cara berpikir saya ketika mengerjakan soal yang diujikan. Saya mengingat dengan jelas H-3 ujian saya membeli makanan pedas dan meminum-minuman dingin ketika dalam keadaan badan yang meriang dan sedang masuk angin. [Kesalahan] Ketika hari telah larut malam, saya berakhir bergadang dengan melakukan kegiatan scrolling media sosial. Hal tersebut membuat saya bangun terlalu siang yang berakibat terganggunya aktivitas yang telah dijadwalkan. [Perbaikan] Ketika waktu telah larut, saya seharusnya langsung beristirahat dan menjauhkan diri dari Gadget (jikalau bisa, gadget disimpen di ruangan yang lain). Ketika waktu ujian semakin dekat (H-7), seharusnya saya fokus menjaga kesehatan dengan berolahraga, menjaga psikologis serta ketenangan dengan melakukan aktivitas yang disukai, dan menjaga pola tidur dengan batas waktu kegiatan pada jam 21.00. Ketika kegiatan berakhir saya seharusnya tidak terlalu memikirkan hari besok dan hari ujian. Pemikiran tersebut seharusnya saya ganti dengan meditasi atau menghitung 1.000 domba agar terlelap kemudian tertidur.
Jikalau dunia ini adalah mimpi dan saya memiliki kekuatan untuk kembali ke masa lalu. Saya akan kembali ke masa kelas 11 dan memfokuskan diri untuk belajar UTBK terkhusus Matematika dan Bahasa Inggris, serta mendaftar Komunitas Alternatifa sejak dini. Ketika kelas 12 semester 5, saya akan cuek (tidak terlalu mengejar nilai sempurna yang penting selesai ) terhadap tugas sekolah terutama yang tidak ada keterikatan terhadap SNBT dan lebih fokus terhadap SNBT terutama Mapel Matematika dan Bahasa Inggris. Saya pun akan mengurangi kegiatan berorganisasi. jikalau perlu, saya akan menjadi anggota pasif atau keluar dari organisasi yang tidak membantu saya mempersiapkan SNBT atau mengganggu kegiatan belajar saya.
Jika selama penulisan terdapat kata yang tidak sesuai KBBI, kalimat tidak logis, kalimat tidak efektif, atau ketidaksesuaian dengan standar EYD 5 , dimohon untuk diberitahukan kepada saya melalui Instagram *@giwa.tulung.agung* . Saya berusaha sebisa mungkin menulis tulisan ini sesuai dengan hukum kebahasaan yang berlaku. Semua tulisan yang saya tulis murni pandangan saya sendiri.
[Promosi] Jikalau ada yang berminat untuk mengikuti program Komunikasi Alternatif atau bertanya seputar kegiatan/program bisa menghubungi Instagram saya.
메타데이터
- post_id
- 61bfbdabb356
- slug
- pengakuan-7-dosa-besar-yang-berakibat-fatal-pada-snbt24-61bfbdabb356
- url
- https://medium.com/@Giwaaa/pengakuan-7-dosa-besar-yang-berakibat-fatal-pada-snbt24-61bfbdabb356
- canonical_url
- https://medium.com/@Giwaaa/pengakuan-7-dosa-besar-yang-berakibat-fatal-pada-snbt24-61bfbdabb356
- author_url
- https://medium.com/@Giwaaa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 18:20:27