Untukmu yang Seringkali Lupa
Untukmu yang Seringkali Lupa
Apakah kamu ingat kejadian rel kereta itu? Tentang seorang pemuda yang kehilangan cahayanya, tersesat di kabut derita dan memilih pergi, harap mengakhiri lara yang tak kunjung pulih. Membiarkan dirinya remuk di bawah roda besi kereta api berkecepatan tinggi. Bagaimana tubuhnya terbelah dan hancur ke mana-mana?
Apakah kamu teringat akan seseorang setelah melihat dan mendengar cerita itu? Oh, betapa rapuhnya dirimu, Sayangku. Melihat dirimu pada orang lain yang berputus asa, apa yang sekiranya kamu rasakan? Gelak tawa milikmu yang hampa itu menyedihkan untuk didengar.
Taruhan untuk bertahan hidup lebih lama, yang menjeratmu untuk tetap bernapas lebih dari yang kamu harapkan, bagaimana rasanya? Sudahkah emosi kembali menyelimuti orang sepertimu? Ke mana hilangnya rasa pilu yang kamu pendam dari dulu?
Hilang tertelan hampa, bahagia yang tak terasa, hanya sementara. Sementara kamu memilih terus hidup tanpa harap untuk terus berdetak, Tuhan terus menunjukkan pengharapan. “Apa niat-Nya?” Aku bisa merasakan lara dan putus asa dari suara yang tak bisa kau beberkan.
Sayup mata mati milikmu yang selalu menipu orang lain akan bahagiamu, apakah kamu tidak muak berpura-pura? Harapan-harapan itu seperti tali yang tak membiarkanmu jatuh lebih dalam pada lumpur keputusasaan. Teriak dan tangis yang tak bisa lagi kau rasa, hanya bahagia yang bisa engkau suarakan.
Air mata yang selalu menghilang begitu saja, membuatmu lupa bagimana menerima rasa. Sedih hatimu, kecewa jiwamu, tapi ceria rupamu. Bahagia dan berbahagilah kamu. Hebat juangmu untuk terus bertahan sejauh ini, patut kau rayakan walau sederhana.
Syukur atas hidupmu, bagikan cintamu, tunjukkan pada dirimu sendiri bahwa kamu pantas hidup lebih lama. Bahwa dunia menghargai adanya dirimu, bahwa kamu adalah dunia itu sendiri. Hiduplah tanpa ragu, duniamu adalah milikmu. Jadilah jawaban itu seperti inginmu, cintai dirimu sebagaimana Tuhan mencintaimu.
메타데이터
- post_id
- 61d22ecab2c4
- slug
- untukmu-yang-seringkali-lupa-61d22ecab2c4
- url
- https://medium.com/@lunaticcruise/untukmu-yang-seringkali-lupa-61d22ecab2c4
- canonical_url
- https://medium.com/@lunaticcruise/untukmu-yang-seringkali-lupa-61d22ecab2c4
- author_url
- https://medium.com/@lunaticcruise
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-27 08:54:08