← Back to list

Nostalgia Masa SMK: Aku Rayakan Kenangan di Bioskop

Bandung, 28 Agustus 2025 — Aku, seorang wanita 21 tahun yang sibuk dengan kerja dan kuliah jarak jauh, memutuskan untuk menghidupkan…

Aisha's note · 2025-09-03 19:00 · 0 claps · 2.1 min read
#news #self-love #nostalgia #cinema #me-time
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 💑 · Relationships 🎬 · Film & Television

Nostalgia Masa SMK: Aku Rayakan Kenangan di Bioskop

Dok. Pribadi

Dok. Pribadi

Bandung, 28 Agustus 2025 — Aku, seorang wanita 21 tahun yang sibuk dengan kerja dan kuliah jarak jauh, memutuskan untuk menghidupkan kembali kenangan masa SMK dengan cara spesial. Hari itu, Kamis sore, aku pergi menonton Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba — The Movie: Infinity Castle di CGV The Kings Shopping Center, Bandung, sambil mengenakan seragam batik SMK, rok abu-abu, dan kerudung putih. Tujuanku sederhana: bernostalgia dengan masa sekolah yang penuh kesibukan dengan ekstrakurikuler, lomba, dan belajar, tanpa pernah menyempatkan diri ke bioskop usai pulang sekolah.

Aku memesan tiket lewat aplikasi TIX ID untuk kursi E-15 seharga Rp40.000, jadwal tayang pukul 18.20 WIB. Setelah selesai kerja pagi itu, aku bersiap dan berangkat dari Ledeng pukul 16.00 WIB dengan ojek daring seharga Rp24.900. Di motor, aku berusaha duduk menyilang agar rokku tak kusut, tapi kaki pegal. Saat berhenti di lampu merah, aku ubah posisi duduk di tengah ramainya jalanan dan langit mendung.

Sesampainya di The Kings Shopping Center, aku disambut keramaian siaran langsung radio di depan mall — aku lupa nama radionya. Aku langsung turun eskalator ke lantai dasar, berencana berfoto di bilik foto yang kuingat ada di sana sejak Januari. Sayangnya, bilik itu tak ada. Aku coba cari informasi di Google, tapi akhirnya memilih makan dulu.

Aku mampir ke Dunkin’ Donuts di lantai 1, memesan donat hazelnut dan cokelat hangat dengan total harga Rp55.000. Sambil makan, aku telepon adikku, tanya soal Demon Slayer karena dia sudah baca manganya. Aku juga tanya pramuniaga Dunkin’ tentang bilik foto, dan dia menyarankanku ke pusat informasi di pintu masuk lantai 1. Di sana, aku tahu bilik foto ada di lantai 1, 3, dan 4. Aku pilih lantai 4, lebih dekat ke bioskop di lantai 6.

Di lantai 4, aku menemukan Itoya Self Foto, bilik foto yang kucari, yang ternyata sudah pindah dari lantai dasar. Aku bayar Rp35.000 untuk sesi 7 menit dengan latar hijau toska. Aku berpose sebisaku, meski bukan ahli foto. Dalam 7 menit, aku dapat 94 foto dan pilih satu pose spontan untuk dicetak — pose spontanku memang selalu lebih bagus.

Setelah foto selesai, aku naik lift ke lantai 5, lewati pujasera dan musala yang ramai. Aku lihat dua pelajar berseragam batik, mengingatkanku pada tujuanku hari ini. Karena sedang menstruasi, aku tak salat di musala, meski kuingat musala itu nyaman dari kunjungan Januari lalu. Di lantai 6, aku cetak tiket, pesan teh leci Rp52.000 dengan sedikit es, lalu masuk Studio 4.

Filmnya, berdurasi 2 jam 35 menit, awalnya terasa lambat. Aku gelisah, ganti posisi duduk berkali-kali. Tapi di tengah cerita, aku terhanyut dan menangis. Usai film, sekitar pukul 21.05 WIB, aku keluar dari bioskop. Mall sudah sepi. Aku turun ke tempat parkir, pesan ojek daring untuk pulang sambil pakai jaket putih. Malam itu, lewat keramaian orang berfoto di kolong jembatan, pengemudi ojek mengira aku masih pelajar — lucu rasanya.

Hari itu, aku tak hanya menonton Demon Slayer, tapi juga menghidupkan kenangan SMK yang tak pernah kulakukan dulu: pergi ke bioskop dengan seragam. Dalam seragam batikku, aku merayakan nostalgia sederhana yang penuh makna.


메타데이터
post_id
621f06976b50
slug
nostalgia-masa-smk-aku-rayakan-kenangan-di-bioskop-621f06976b50
url
https://medium.com/@Aishnote/nostalgia-masa-smk-aku-rayakan-kenangan-di-bioskop-621f06976b50
canonical_url
https://medium.com/@Aishnote/nostalgia-masa-smk-aku-rayakan-kenangan-di-bioskop-621f06976b50
author_url
https://medium.com/@Aishnote
status
ok
fetched_at
2026-06-16 19:09:56