Kecewa; Mengapa berharap?
Jika menulis blog setiap kali aku sedih diibaratkan dengan menanam satu pohon, sepertinya sekarang sudah ada jutaan pohon yang ada di Bumi…
Kecewa; Mengapa berharap?

Jika menulis blog setiap kali aku sedih diibaratkan dengan menanam satu pohon, sepertinya sekarang sudah ada jutaan pohon yang ada di Bumi ini berkat kesedihanku. pada surat Al Insyirah ayat 8 : “dan hanya kepada Tuhan mu-lah engkau berharap” merupakan ayat nyata bahwa memang seharusnya kita hanya berharap pada sang ilahi, sekecil apapun harapan kita. tidak ada obat yang paling mujarab menyembuhkan luka batin selain ikhlas. memang berharap pada manusia adalah hal yang paling tidak boleh kita lakukan sesama manusia. rasa kecewa, amarah dan semua emosi yang manusia rasakan sangat nyata adanya. berkali-kali di kecewakan hingga rasanya lidah pun tak sanggup untuk membela diri atau bahkan menyalahkan diri pada situasi yang harusnya tidak perlu kita jelaskan. pun, dengan harapan yang kita langitkan tetap harus menyisikan ruang untuk kecewa pada harapan kita.
menurut sudut pandangku, kecewa dan berharap itu ibaratkan judi yang kita lakukan tanpa uang, tanpa modal. menaruh semua harapan pada satu titik yang kita tidak tahu bagaimana ujungnya. entah kita akan meraup sesuatu “keuntungan” atau bahkan “kerugian” dalam artian harfiah lain. manusia lain tidak salah sama sekali, yang salah adalah ekspektasi kita yang terlalu besar pada suatu hal, terlalu berharap, berfikir akan terjadi atau memilikinya. pada nyatanya tidak semua terjadi sesuai dengan apa yang ada di angan-angan kita.
terkadang ada hal yang mengganjal di hati kita, yang sudah kita ungkapakan berkali-kali untuk bertukar pikiran. entah berusaha memperbaiki, menata ulang bak puzzle yang rusak, tetapi ketika kita berusaha mempertahankan sesuatu justru dari arah sebaliknya tidak menyadari apa yang sudah aku lakukan untuk ‘mempertahankan’. melainkan sibuk meminta untuk terus dipahami. aku tak perlu jelaskan, kau pun tau apa yang harus kau lakukan.
tak banyak yang bisa aku lakukan, tetapi jika aku sudah terdiam. bersiap untuk semua kemungkinan yang terjadi.
메타데이터
- post_id
- 62ced2aca67d
- slug
- kecewa-mengapa-berharap-62ced2aca67d
- url
- https://medium.com/@salsajung/kecewa-mengapa-berharap-62ced2aca67d
- canonical_url
- https://medium.com/@salsajung/kecewa-mengapa-berharap-62ced2aca67d
- author_url
- https://medium.com/@salsajung
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-10 05:19:05