Asoka dan Hujan Belerang
Palum dan semerbak wangi kembang pada anyir dan gersang; kalaupun tiba waktuku dipetik, aku adalah asoka di tengah ladang penuh belerang.
Asoka dan Hujan Belerang
Sempatkan untukku sedikit waktu Agar saat aku dipetik pulang Malam leluasa ‘tuk turunkan gerimis Dan kawanan penuh cinta berdekapan
Sisip namaku di sela-sela doa Yang intim kamu ujarkan semalaman Biar tenteram teduh senandungku Betah bertengger di selaput nafasmu
Masaku panjang, walau rasanya kurang Melihat sebaik-baiknya aku disayang Terasmu dipilih induk burung bersarang Buat si penikmat bebas enggan terbang
Kita menua beralaskan rasa rela Menamai pengalaman satu per satu Berdamai dengan yang tak bisa diatur Merengkuh segala lainnya sedapat-dapatnya
Kelilingi aku dengan semerbak harum melati Lantunkan lagi rupa canda yang aku pahat Karena jalanku sepi, tapi kamu ada di sini Tersisa hawa gerah, tapi kamu merindangi
메타데이터
- post_id
- 635dfa9cd1d9
- slug
- asoka-dan-hujan-belerang-635dfa9cd1d9
- url
- https://medium.com/@howardricardo/asoka-dan-hujan-belerang-635dfa9cd1d9
- canonical_url
- https://medium.com/@howardricardo/asoka-dan-hujan-belerang-635dfa9cd1d9
- author_url
- https://medium.com/@howardricardo
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-18 22:56:00