← Back to list

Menemukan Keberanian dari Blog Alwijo

Aku akan kembali lagi ke blognya sembari mengumpulkan keberanian-keberanianku sendiri.

Issa Anarki · 2026-01-30 04:09 · 0 claps · 1.3 min read
#self-reflection #anarki
Open on Medium ↗

Menemukan Keberanian dari Blog Alwijo

Photo by __ drz __ on Unsplash

Photo by drz on Unsplash

Aku menemukan kesenangan baru dengan membaca blog Alwijo.

Membaca kata demi kata yang sepertinya meluncur tanpa banyak dipikirkan. Umpatan-umpatan yang tidak segan dituliskan. Kebebasannya menulis, seolah tak ada yang akan membacanya. Dan aku iri. Haha.

Tulisannya jujur, tanpa takut dihakimi (baca: telat sholat — wkwk). Ia tidak berusaha menjadi siapa pun selain dirinya sendiri. Candaannya alami, tidak dibuat-buat. Mengalir begitu saja.

Keberaniannya mengambil langkah untuk nebeng membawanya ke nebeng-nebeng selanjutnya. Dari situ, ia justru menangkap lebih banyak pelajaran dari perjalanan dibanding dari tujuan itu sendiri.

Lalu tiba-tiba aku berpikir: Kalau perempuan, apakah tetap sama?

Ia berjalan tanpa rencana, penuh insting yang belum tentu membawanya ke tujuan. Tapi dari situ aku mengamini kata-kata Paulo Coelho: Ketika kau benar-benar menginginkan sesuatu, alam semesta akan membantumu mencapainya. Sepertinya aku memang harus belajar untuk lebih yakin dan percaya diri.

Kayaknya, kalau suatu saat nanti aku sedang berkelana dan bertemu Alwi, aku ingin sungkem dan mengucapkan terima kasih yang banyak atas cerita-ceritanya.

Berkat tulisannya, aku mulai menandai satu per satu tempat yang pernah ia kunjungi. Pasar barang bekas. Kafe buku. Ruang-ruang kecil yang sering luput dari peta perjalanan yang “ideal”. Ruang-ruang yang diam-diam membuatku ingin pergi — bukan untuk sampai, tapi untuk belajar berjalan. Ruang-ruang yang membuatku ingin menulis, tanpa khawatir apa pendapat orang.

Kalau ada yang bilang mainku kurang jauh, sepertinya mau tidak mau harus kuakui itu benar adanya.

Ada satu kritiknya yang masih terngiang: tentang dosen yang hanya menyuruh mahasiswanya mencari kerja, bukan berkontribusi untuk sesama. Katanya, kalau begitu, lebih baik resign saja. Kelas!

Banyak catatan hanya karena membaca blog satu orang. Rasanya aku akan kembali ke blognya, membaca keberanian-keberanian lain yang ia jalani — dan diam-diam mengumpulkan keberanianku sendiri.

Panaruban, 30 Januari 2026


메타데이터
post_id
637878deec8d
slug
menemukan-keberanian-dari-blog-alwijo-637878deec8d
url
https://medium.com/@issakina/menemukan-keberanian-dari-blog-alwijo-637878deec8d
canonical_url
https://medium.com/@issakina/menemukan-keberanian-dari-blog-alwijo-637878deec8d
author_url
https://medium.com/@issakina
status
ok
fetched_at
2026-07-13 06:23:13