aku berteman dengan semua emosiku
aku akan sambut dengan rekah senyum rasa senang, mendekap erat rasa sedih, meredakan api amarah dengan sejuknya sendirian, dan hembusan…
aku berteman dengan semua emosiku

aku akan sambut dengan rekah senyum rasa senang, mendekap erat rasa sedih, meredakan api amarah dengan sejuknya sendirian, dan hembusan napas saat kecewa. namun, cukup aku saja yang merasakan eksistensi mereka, tak perlu orang lain.
aku pikir, memang sudah seharusnya apa yang kita rasakan tidak perlu diketahui orang lain. namun ada saatnya ragam warna emosi itu ingin menunjukan diri, ingin terlihat dan diredakan. aku rasa, sudah cukup validasi yang aku terima dari diri. namun nyatanya aku masih butuh telinga yang tak bosan dengan badai riuhku dan lisan yang menghujaniku dengan ketenangan.
ternyata, selama ini isolasi yang aku lakukan adalah bentuk pertahanan diri. aku merasa ditelanjangi ketika merah marahku diketahui, ketika biru laraku disadari, abu kecewaku disaksikan, dan semua emosiku… dipahami. aku terlalu takut untuk membuka diri, mengutarakan sebab akibat yang aku rasa, dan melihat reaksi orang-orang setelah aku berkata.
terkadang, mulut ini ingin sekali mengeluarkan sumpah atas konsekuensi dari tindakan yang kamu lakukan, mengucap serapah atas buah dari perbuatan, atau buliran lara yang mengalir tanpa berkesudahan. tapi sekali lagi, cukup aku yang tahu.
ini adalah bentuk kebaikan hati dan hukumanku padamu. kamu tak diizinkan membaca dan turut merasakan emosiku. biarlah diamku yang menjawab semua tindak tandukmu.
메타데이터
- post_id
- 64c1cffc93d0
- slug
- aku-berteman-dengan-semua-emosiku-64c1cffc93d0
- url
- https://medium.com/@serayu/aku-berteman-dengan-semua-emosiku-64c1cffc93d0
- canonical_url
- https://medium.com/@serayu/aku-berteman-dengan-semua-emosiku-64c1cffc93d0
- author_url
- https://medium.com/@serayu
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-25 12:15:08