← Back to list

Jangan Dibaca Saat Naik Pesawat!

Manusia, Maut dan ketidakberdayaan

buayadayat · 2025-03-07 23:41 · 120 claps · 1.4 min read paywalled
#maut #pesawat #indonesia
Open on Medium ↗

Jangan Dibaca Saat Naik Pesawat!

Manusia, Maut dan ketidakberdayaan

Photo by Ross Parmly on Unsplash

Photo by Ross Parmly on Unsplash

katabuaya 3

Manusia punya obsesi untuk mengalahkan kerapuhan tubuh akan usia. Berusaha memungkiri, tubuh kita tak ubahnya susu kemasan, punya masa kadaluarsa. Yang satu bisa basi, dan kita bisa tua dan pasti mati.


Takut mati adalah wajar saja kukira, sebab belum pernah ada manusia yang pulang dari kematian dan berbagi cerita.

Konsekuensi logisnya kita selalu hati-hati, terutama jika bepergian. Memakai helm untuk motor, sabuk pengaman di mobil, pelampung untuk transportasi laut.

Pesawat? Itu beda cerita, meski ada sabuk pengaman pun pelampung disediakan. Jika ada yang salah saat sudah di langit, meminjam istilah iklan, 99.99% dijamin mati. Maka tak heran ada saja orang yang fobia naik pesawat, rela berlama-lama memutar menempuh jalan darat. Dennis Bergkamp adalah contoh yang terkenal, hingga legenda Belanda dan Arsenal ini dijuluki “Non Flying Dutchman”.

Apalagi saat marak pembajakan pesawat, kecelakaan pesawat, yang sebenarnya secara statistik amat rendah; serta merta banyak orang yang tadinya biasa, jadi tiba-tiba fobia. Ketidakberdayaan kita di angkasa dan menyadari kita bukan Superman menyumbang porsi besar ketakutan di sini.


Untuk hal ini aku meminjam omongan Buya Hamka, ulama cerdas Indonesia. Saat ada kecelakaan pesawat dan banyak orang takut mati hingga menghindari transportasi ini, dengan kalem beliau bilang, “Padahal banyak kematian terjadi di tempat tidur tapi tak pernah ada orang yang takut naik ke tempat tidur?”


Meski sudah meyakini pernyataan Buya Hamka, tetap saja, setiap pesawat take off, saat itu juga aku merasa hidup bisa berakhir di hari itu juga. Yang kulakukan sebisa mungkin semasa hidup, membaca buku panduan, dalam kasusku: Alquran. Anggaplah itu kisi-kisi, menghadapi alam setelah mati.

Yang atheis mungkin bilang, “Kalo ternyata di sana gak ada tuhan, gak ada akhirat, gak ada apa-apa, gimana? Hahaha kasian banget lo, udah capek-capek ibadah.”

Senyumin aja, kukira tak ada kerugian dari bersiap-siap. Balik tanya saja padanya. “Terus Kalo ada, kamu mau apa? #Kaburajadulu??”



메타데이터
post_id
64ee0229cbfd
slug
jangan-dibaca-saat-naik-pesawat-64ee0229cbfd
url
https://medium.com/@kianbumi2017/jangan-dibaca-saat-naik-pesawat-64ee0229cbfd
canonical_url
https://medium.com/@kianbumi2017/jangan-dibaca-saat-naik-pesawat-64ee0229cbfd
author_url
https://medium.com/@kianbumi2017
status
ok
fetched_at
2026-07-20 18:07:58