After Us
Penantiannya selama ini mungkin sudah cukup, Arutala sang pemimpi harus mengubur impiannya dalam-dalam untuk bertemu dengan seorang…
After Us

cr : Pinterest
Penantiannya selama ini mungkin sudah cukup, Arutala sang pemimpi harus mengubur impiannya dalam-dalam untuk bertemu dengan seorang, Nawasena. Dirinya mungkin sudah cukup menunggu selama kurang lebih 4 tahun ini, hidupnya harus terus berjalan ‘kan? Maka dari itu Arutala memutuskan untuk berjalan kembali sambil membawa kenangan bersama Nawasena abadi di sebuah tempat yang hampir tidak dapat disentuh oleh siapapun, di tempat khusus untuk Nawasena, mungkin ia tidak dapat sepenuhnya melupakan seorang Nawasena maka ia memilih untuk mengunci semua kenangan Nawasena ditempat yang hanya bisa ia jangkau tanpa bisa diketahui orang lain…jika ia masih menyimpan Nawasena dalam — dalam. 4 tahun ini sudah cukup menurutnya.
Jika beberapa orang mengira Arutala merasa cukup menunggu karena orang baru yang ia temui saat ini, jawabannya mungkin bisa iya atau tidak, karena setelah bertemu seseorang ini Arutala menjadi lebih paham dan mengerti jika hidup harus tetap berjalan dengan baik dan diiringi dengan hal yang pasti-pasti saja, karena hal yang tidak pasti hanya bisa menyiksa diri, seperti membuat detak jantung tidak normal bahkan rasanya seolah setelah melakukan lari maraton atau sedang berhadapan dengan dosen.
Ia menjadi paham bahwa tidak semua hal harus jelas, namun beberapa hal harus pasti, pasti jika tidak akan kembali misalnya, seperti yang ia lalui. Seseorang mengatakan jika ia lebih memilih hal yang pasti-pasti saja, karena menunggu hal yang tidak pasti hanyalah perjuangan yang mungkin saja bisa membuatmu sakit hati atau jika beruntung akan menjadi kebahagiaan yang paling berharga di dunia.
Berbicara tentang detak jantung yang berdetak kencang seperti berhadapan dengan dosen, kini Arutala melanjutkan studinya di salah satu Universitas terkenal di Kota Surakarta, kota yang katanya didapuk menjadi Kota paling nyaman di Indonesia, Arutala mengakui hal itu. Ia melanjutkan studinya di bidang Sains, padahal sebelumnya ia ingin lintas jurusan ke bidang Sosial Humaniora. Tes perguruan tinggi yang ia hadapi berjalan dengan lancar, ia belajar siang dan malam seolah itu sudah menjadi kewajibannya setiap hari setelah adanya Ujian Kelulusan Sekolahnya.
Ia belajar dengan tekun dengan harapan ia dapat bersaing dengan seorang Nawasena, meskipun ia tidak bertemu kembali dengan Nawasena, ia tahu dimana keberadaan dan bagaimana kabar dari Nawasena. Ia juga berharap dapat bertemu Nawasena disebuah kesempatan yang mungkin hanya memiliki peluang 1:1000. Namun, pada akhirnya Nawasena menghilang bak ditelan bumi, dan Arutala memutuskan untuk melanjutkan studinya walaupun ia lulus di bidang sains bukan soshum.
Kala itu Arutala sangat disibukkan oleh persiapan masuk universitas, menjalani Ospek, menjalani pengenalan dengan teman-temannya yang lain, menjalani adaptasi dengan lingkungan kos, menjalani pengenalan jalan raya yang ternyata sangatlah ramai dan sesak itu. Ia sangat sibuk, dan Nawasena menghilang. Semester 1 di Universitas itu berjalan dengan baik, atau malah sangat baik karena Arutala bisa bertahan walaupun Program Studi yang ia dapat sebenarnya tidak terlalu sesuai dengan dirinya, namun itu tidak apa, kesempatan ini tidak datang dua kali.
Menjadi mahasiswa dari kampus yang diidamkan banyak orang menjadi keberuntungannya kali ini, walau ia tidak akan bertemu dengan Nawasena. Berkali — kali ia berfikir mengapa ia bisa sampai di titik ini, dan dimana keberadaan Nawasena yang sepertinya menjadi sebuah prasasti yang sangatlah sulit ditemukan, apalagi saat ini mereka berada di Kota yang berbeda.
Arutala bertemu banyak orang dengan berbagai karakter yang sangat unik dan membuatnya sedikit takjub, seperti yang ia ketahui saat semester 2 ini yaitu teman laki-laki di kelasnya memiliki bounding yang cukup unik dengan bahan candaan dan beberapa orang menguji kesabaran Arutala. Ia menjadi orang yang terlalu baik jika berada di Surakarta, namun dari situ ia tahu jika hal itu diperlukan, ia bukan perempuan kecil yang bisa diinjak kembali oleh seseorang.
Saat ini Arutala masuk kembali ke kampus setelah libur panjang yang ia jalani, semester 1 dan 2 cukup membuatnya sesak karena kebiasaan baru yang ia hadapi sangatlah berbeda dengan yang apa ia jalani sewaktu masih SMP dan SMA. Ia juga merasakan kerinduan dengan rumah, namun tidak bisa pulang karena padatnya kegiatan praktikum yang ia lakukan di jurusan Sains. Kini ia menjadi mahasiswa semester 3 dan berharap bahwa semesternya kali ini lebih seru, lebih membuatnya nyaman, dan ia harap menjadi lebih sering pulang mungkin??
Yaaa ini kehidupan baru Sembagi Arutala dengan berbagai cerita lucu kisahnya, Mahasiswa.
메타데이터
- post_id
- 65eeb6885dbe
- slug
- after-us-65eeb6885dbe
- url
- https://medium.com/@sheeyhn/after-us-65eeb6885dbe
- canonical_url
- https://medium.com/@sheeyhn/after-us-65eeb6885dbe
- author_url
- https://medium.com/@sheeyhn
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01