Cerita 8 Hari 7 Malam Trip Jepang (Part 6)| by Thoriq
Halo Sahabat Traveller !
Cerita 8 Hari 7 Malam Trip Jepang (Part 6)| by Thoriq

Dotonbori River Cruise
Halo Sahabat Traveller !
Di part sebelumnya, kita berangkat dari Utara yaitu Hakodate menuju ke Osaka yang lebih ke Selatan. Di part ini kita akan berkeliling di Kota Osaka seharian menggunakan Osaka Amazing Pass!. Penasaran dengan ceritanya? Yuk simak cerita Part 6!
Etape IV: Enjoy Osaka (Minggu, 6 April 2025)
Perjalanan dimulai dari AirBnb tempat kami menginap di sekitar Ebisucho. Ke daerah Namba dan Dotonbori juga cukup dekat tapi kalau jalan kaki dalam keadaan lelah, jaraknya cukup jauh juga. Setelah kami beres-beres, mandi, ganti baju, kami meninggalkan AirBnb.
Tidak seperti kemarin yang turun di Stasiun Ebisucho, pagi ini kami mencoba berjalan ke Stasiun Namba. Sambil cari cari sarapan juga. Ketika kami berjalan, kami menemukan taman kecil yang ada bunga sakuranya. Kami berhenti sejenak untuk mengambil foto.


Foto Dulu
Setelah itu kami berjalan kembali untuk mencari sarapan. Karena sudah lapar dan tidak kunjung ketemu yang cocok, akhirnya kami membeli sarapan di Lawson saja. Aku membeli dua onigiri dan susu untuk sarapan pada pagi itu. Total sekitar 400 yen. Cukup lah untuk mengganjal lapar di perut pada pagi itu. Setelah makan, kami lanjut berjalan kembali ke arah Stasiun Namba.

Namba

Stasiun Namba (Metro)
Oh iya, di Osaka pada hari itu, kami full menggunakan Osaka Amazing Pass. Jadi Osaka Amazing Pass memberikan kamu akses sepuasnya naik subway, jaringan bus, dan kereta swasta, serta masuk ke berbagai objek wisata unggulan Osaka selama durasi 1 hari atau 2 hari. Kunjungi sejumlah landmark kota paling ikonis, seperti Osaka Castle, Osaka Zoo, atau Nagai Botanical Gardens. Atau, kamu bisa mampir ke Dotombori River yang populer untuk menikmati Classic River Cruise atau Jazz Boat Tour untuk pengalaman unik lainnya. Osaka Amazing Pass hadir dengan panduan dan kupon penawaran spesial serta diskon menarik ke sejumlah toko dan restoran di Osaka. Aku beli passnya di Klook. Kalau kamu mau pesan apapun tentang travel di Klook, kamu bisa klik link ini yaa https://www.klook.com/id/invite/Y92MNR?c=IDR ada diskon soalnya hehe. Jadi nanti kita dapat QR Code yang akan discan ketika naik kereta atau di tempat wisata.
Destinasi wisata yang akan kami kunjungi pertama adalah Umeda Sky Building. Untuk kesana, kami perlu menaiki Osaka Metro dari Stasiun Namba kemudian turun di Stasiun Umeda. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 10 menit. Tapi perlu jalan lagi dari Stasiun Umeda. Jadi total sekitar 20 menit.

Umeda Sky Building
Umeda Sky Building adalah sebuah gedung pencakar langit kembar setinggi 40 lantai yang terletak di distrik Kita, Osaka, Jepang. Bangunan ini dikenal karena arsitekturnya yang unik, di mana kedua menara dihubungkan di puncaknya oleh sebuah observatorium terbuka berbentuk lingkaran yang disebut Kuchu Teien Observatory atau Floating Garden Observatory. Umeda Sky Building memiliki tinggi sekitar 173 meter. Observatoriumnya yang terkenal, yaitu Kuchu Teien Observatory atau “Taman Melayang,” berada di ketinggian yang sama, di lantai 39 dan 40, serta bagian atapnya. Desain uniknya yang menggabungkan dua menara setinggi 40 lantai ini menjadikan bangunan ini salah satu tengaran paling ikonik di Osaka.
Kami sampai sekitar pukul 09.00 waktu setempat. Sangat pas sekali dengan jam buka dari Observatory. Kami pun menaiki lift untuk ke atas sana. Untuk harga tiket masuk ke Observatory itu 2000 yen per orang. Namun karena kami telah memiliki Osaka Amazing Pass, kami tidak perlu membayar lagi alias gratis. Aku kasih liat hasil foto-foto di atas yaa.

Tiket Kuchu Teien Observatory, Umeda Sky Building

Foto di Eskalator Viral
Setelah naik eskalator itu, terdapat lantai indoor. Disitu ada semacam informasi tentang Kuchu Teien Observatory, cafe, dan tempat jualan souvenir. Nah kalau mau lihat outdoornya, kita perlu naik satu lantai lagi.

Foto di Bagian Indoor

Osaka dari Atas Umeda Sky
Setelah puas menikmati Kota Osaka dari Umeda Sky, kami pun melanjutkan ke destinasi berikutnya yaitu Osaka Castle. Dari Umeda Sky, kami berjalan kaki menuju Stasiun Osaka (JR). Karena kami menggunakan layanan kereta JR, kami bisa menggunakan JR Pass yang kami punya untuk perjalanan sehingga tidak perlu membayar lagi. Jaraknya tidak terlalu jauh sebetulnya, hanya empat stasiun.
Kami pun menaiki kereta menuju Stasiun Osakajoukouen. Tetapi di pertengahan jalan, kami menemukan taman di pinggiran sungai yang ada bunga sakuranya. Lucunya ketika aku nyeletuk ke temanku “turun yuk”, temanku juga mengiyakan wkwkw. Alhasil kami turun di Stasiun Sakuranomiya untuk menikmati bunga sakura/hanami.


Hanami di Taman Sakuranomiya
Setelah menikmati bunga sakura disana, kami pun lanjut ke Osaka Castle menggunakan kereta JR. Sesampainya di Osaka Castle, kami sempat membeli takoyaki seharga 500 yen per porsi. Setelah itu kami memutuskan untuk naik ke atas. Sebenarnya ada tarif yang harus dibayar ketika ingin naik ke atas, tapi karena kami menggunakan Osaka Amazing Pass, kami tidak perlu membayar lagi untuk naik ke atas.


Antrian naik ke Osaka Castle
Di dalam Osaka Castle, tidak banyak gambar yang kami ambil karena banyak spot yang tidak boleh untuk mengambil gambar. Selain itu, Osaka Castle ini sangat luas membuat kami sangat lelah ketika berkeliling tempat itu wkwkw. Jadi tidak banyak momen atau gambar yang diambil. Karena sudah cukup lelah, akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke daerah dotonbori untuk mencari makan dan pulang ke airbnb untuk sholat.
Sesampainya di Dotonbori, hal pertama yang kami lakukan adalah memesan dulu tiket Dotonbori River Cruise untuk malam nanti. Karena jika pesan tiketnya tanpa reservasi, takut kehabisan. Kami pun memesan tiket untuk pukul 19.30 malam. Tarifnya gratis yaa karena sudah include di dalam Osaka Amazing Pass. Jadi emang Osaka Amazing Pass ini banyak banget keuntungannya !
Setelah booking tiket Dotonbori River Cruise, kami lanjut mencari makanan halal. Makanan halal yang tersedia disitu ternyata adalah makanan India. Akhirnya mau tidak mau ya makan disitu. Menu yang kupesan itu kalo ngga salah Chiken Tandoori Set. Harganya 1200 yen sudah termasuk minum air putih.


Indian Food dan Dotonbori Siang Itu
Setelah perut terisi, kami pun kembali ke airbnb. Tapi ada satu hal yang menarik perhatianku. Jadi di dekat airbnb, ada store yang menjual gadget bekas yang namanya adalah Janpara. Aku sering mendengar kalau barang-barang bekas di Jepang itu kebanyakan like new atau seperti barang baru karena orang Jepang sangat apik dalam menjaga barangnya. Akhirnya aku mampir dulu di salah satu store Janpara. Rencananya aku ingin membeli Iphone. Mayan kan buat ngonten hehehe.


Iphone di Janpara
Ada kejadian unik ketika kami lagi lihat lihat harga Iphone di Janpara. Kebetulan waktu itu aku dan temanku sedang berbincang menggunakan bahasa Indonesia. Kemudian ada seseorang yang menghampiri kami. Ia adalah penjaga toko itu. Ia bertanya kepada kami menggunakan bahasa Indonesia juga. “Mau cari apa mas?” Disitu kami kaget ternyata petugasnya orang Indonesia juga wkwkwk. Akhirnya kami pun bertanya tanya tentang produk yang ada disitu tanpa hambatan bahasa.
Sejujurnya, aku tidak akan langsung beli Iphone di tempat itu karena aku ingin membandingkannya dengan Janpara cabang lain. Tapi karena ada orang Indonesianya, jadi aku terpikat untuk membeli wkwkw. Aku pun memutuskan untuk membeli Iphone 13 Pro 128GB.


Checkout Gaes
Kalau teman-teman perhatikan, ada 2 harga pada label. Misal Iphone 13 Pro 128 GB Second dengan rank/grade B itu harganya 77.980 Yen dan di bawah ada harga 70.891 Yen. Jadi yang tulisannya merah itu harga sudah termasuk PPN. Sedangkan yang bawah itu harga belum termasuk PPN. Perlu teman teman ketahui, di Jepang itu ada kebijakan tax free bagi turis asing. Kebijakan tax free ini bisa dinikmati dengan minimal pembelanjaan 5500 yen per bill/struk. Untuk syaratnya cukup tunjukkan paspor ke kasir dan nanti akan dibantu untuk proses oleh kasirnya. Jadi harga yang aku bayar untuk sebuah Iphone 13 Pro 128 GB Second adalah sebesar 70.891 Yen atau sekitar 8 Juta Rupiah kala itu.
Kemudian kalau belanja di Janpara itu ada rank setiap barang. Ada Rank S, A, B, C. Rank S itu kondisi barangnya paling bagus dan paling seperti baru. Sedangkan Rank C itu tentunya ada bagian yang mengalami cacat. Kalau Rank B itu ada sedikit goresan di body, tapi untuk secara fungsi masih berfungsi dengan baik. Battery health juga masih 84% dan menurutku OK untuk sekelas Iphone second. Sampai tulisan ini dibuat, Iphonenya masih kupakai dan tidak ada kendala sama sekali dalam pemakaian. Bahkan masih dapat IOS 26 hehehe. Kemudian ketika membeli HP juga sebisa mungkin beli yang SIM Free ya. Supaya HPnya bisa digunakan di Luar Negeri. Ada memang yang SIM include seperti docomo. Tapi jadinya ngga bisa dipakai SIM luar negeri..
Lalu bagaimana dengan kameranya apakah ada bunyinya ketika pencet tombol shutter? Ketika di Jepang betul sekali ternyata bunyi shutter kameranya tidak bisa dimatikan karena sudah aturan dari pemerintah Jepang. Lalu apakah di Indonesia masih ada bunyi shutternya? Nanti akan aku bahas di part terakhir yaa saat pulang ke Indonesia. Nanti juga akan aku bahas tentang registrasi Imei dan biayanya berapa… Oh iya, selain Iphone, di Janpara juga menjual HP Samsung, Ipad, bahkan Nintendo Switch bekas juga ada. Selain Janpara juga ada toko lain yang menjual gadget second seperti Geo Mobile.
Oke setelah pembelian luar biasa tadi, kami pun kembali ke airbnb untuk istirahat sejenak dan sholat. Setelah itu, kami memutuskan untuk pergi ke Tsutenkaku Tower.

Tsutenkaku Tower
Ada dua atraksi yang bisa dinikmati disini yaitu Observatory dan Tower Slider. Jika kamu memiliki Osaka Amazing Pass, kamu bisa menikmati kedua atraksi itu secara gratis. Awalnya kami ingin menikmati kedua atraksi tersebut. Hanya saja nasib berkata lain. Tower slider sepertinya saat itu sudah tutup. Akhirnya kami mencoba masuk ke Observatory. Ternyata saat itu antreannya sangat panjang sekali. Sepertinya tidak akan bisa mengejar jadwal Dotonbori River Cruise yang telah kita booking. Kami pun keluar dari antrean dan langsung menuju Dotonbori. Sayang sekali ya.. mungkin lain waktu kalau bisa kesini lagi.
Singkat waktu, kami pun sudah sampai di Dotonbori. Hari sudah gelap. Sambil menunggu jadwal kami naik Dotonbori River Cruise, kami pun lihat lihat barang dulu di Don Quojite (Don Donki), toko serba ada di Jepang.


Dotonbori Malam Itu, Lebih Suka Siang atau Malam?
Akhirnya giliran kami pun datang. Kami menaiki perahu ini di Sungai Dotonbori sekitar 30 menit. Ada tour guidenya juga tapi mereka menggunakan Bahasa Jepang. Kita melewati spot spot yang terkenal seperti Glico Sign dan Nipponbashi. Pengalaman yang mengesankan ini bisa dinikmati secara gratis menggunakan Osaka Amazing Pass. Padahal kalo beli tiket ngeteng ini harganya 2000 yen wkwkw.


Tiket Dotonbori River Cruise (kiri), Foto di Depan Glico Sign (kanan)
Setelah menikmati atraksi Dotonbori River Cruise, kami pun memutuskan untuk makan malam sebelum pulang. Karena bingung mau makan apa yang halal dan sudah lapar juga, akhirnya kami melihat menu restoran dan memastikan ada porknya atau tidak. Pilihan kami pun jatuh kepada restoran Zetteria karena tidak tercantum ada porknya. Tapi jika pembaca disini ada yang tau kalau ternyata ada porknya, mohon koreksi yaa.
Waktu itu aku membeli burger set dengan kentang dan minum seharga 800 yen atau sekitar 90ribu rupiah kala itu. Kami menikmati makan itu langsung di restoran itu. Setelah makan, kami pun memutuskan untuk kembali ke AirBnb. Jujur banget hari itu sangat melelahkan. Sepertinya di trip Jepang itu paling banyak stepsnya ketika di Osaka itulah. Karena sudah lelah dan sudah malam, perjalanan lanjut di esok hari dan di part berikutnya. Di part berikutnya kami akan pergi ke Kyoto! Penasaran dengan ceritanya? Yuk simak part-part berikutnya!

No Tipu Tipu Gaes wkwkwkw
Rekap pengeluaran:
- Sarapan Lawson 400 yen (Rp45.000)
- Takoyaki 500 yen (Rp57.000)
- Makan Siang di Restoran India 1200 yen (Rp135.000)
- Iphone 13 Pro 128 GB Second 70.891 yen (Rp8.000.000)
- Makan Malam di Zetteria 800 yen (Rp90.000)
Total pengeluaran part 6 aja: Rp.8.327.000
Total pengeluaran kumulatif sampai part 6: Rp17.895.219 + Rp.8.327.000 = Rp26.222.219
Oh ya buat kamu yang mau tanya tanya langsung, bisa langsung respon aja di bawah yaa or bisa juga lewat sosmedku. Feel free to ask!
Link Part Lain:
메타데이터
- post_id
- 67377a4bf87b
- slug
- cerita-8-hari-7-malam-trip-jepang-part-6-by-thoriq-67377a4bf87b
- url
- https://medium.com/@thoriq312/cerita-8-hari-7-malam-trip-jepang-part-6-by-thoriq-67377a4bf87b
- canonical_url
- https://medium.com/@thoriq312/cerita-8-hari-7-malam-trip-jepang-part-6-by-thoriq-67377a4bf87b
- author_url
- https://medium.com/@thoriq312
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-17 08:59:07