kasih
hi lagi! selang dua hari deh ehehehe
kasih
hi lagi! selang dua hari deh ehehehe
intinya aku ga mau karang apa-apa sih. tapi gimana ya, banyak yang ingin aku luahkan.
aku ada satu kisah.
asalnya aku dulu seorang yang penuh dengan cinta, aku pengen berikan kasih sayang yang melimpah-limpah dari diri aku, ke orang sekeliling aku. ternyata… impian yang polos itu tidak dihargai samsek.
bila difikirkan balik, kenapa ya? Aku pernah sebodoh itu, lihatlah sekarang, cinta yang limpah-limpah dulunya, sekarang tiada sikit pun ada dalam diriku ini.
dari seorang laki-laki yang ternyata menggunakan aku kerna dia suka kepada afeksi yang ku berikan tetapi bukan diriku, sakit dehh. tapi mau gimana lagi, cinta itu tidak boleh dipaksa. jadi, aku relakan dia pergi, susah banget, kisah cinta 2 tahun kami sia-sia rupanya..
aku harap kamu dapat jumpa insan yang kamu boleh hargai ya, my beloved FA
selepas dia, aku berhasrat ga mau berpacaran lagi.
Aduh, apakan daya. Perasaan.
aku jumpa dia. wanita yang ku panggil bulan, oh bulan, seperti bulan hidupmu gelap dan ditemani oleh bintang-bintang. aku berhasrat untuk menjadi bintangmu, tapi aku lupa.
Lupa.
Bahawa bintang itu bukan hanya satu.. haha, aku tidak boleh jadi yang satu ternyata..
Sebagai bintang, aku semakin malap, ternyata aku tak sanggup lagi. Sorry deh, aku tidak boleh menemani kamu lagi.
oh bulan, aku berharap kamu baik-baik sahaja ya..
mungkin dari situ aku mulai susah cinta. Cinta yang berada dalam diri aku, makin lama makin tiada. Pudar, keruh..
mungkin kerna aku tidak puas memberi, memberi, dan memberi.. sampaikan aku lupa, aku tidak pernah menerima..
lupa ya? seperti unggun api yang membara, menyala dan menghangatkan. mereka di akhirnya akan mati juga.. jika tidak diberi makan arang lagi.. disini aku samakan diri aku seperti unggun api. aku butuh arang juga tidak?
perjalanan yang melelahkan, aku coba mencintai lagi, ingin mencintai. tapi berkali-kali tidak dihargai, bukan sahaja dari yang aku naksir, malah dari temen-temen dan juga.. keluarga aku sendiri..
i should’ve known where to stop. look what happened now.
semuanya berubah. aku berubah. perubahan yang aku sama sekali tak banggakan. diri aku yang lagi rumit. sampaikan orang yang menghargai aku, aku tidak boleh berikan apa-apa.
can you understand? the feelings where you are aware, that you can’t feel anymore even though you want to feel, YOU REALLY WANT TO FEEL! but you can’t, you just know you can’t..
Sekarang. aku sadar. perbezaan aku yang dulu dan yang sekarang. apa? mau tau gak?
Simple.
Then, I was full of love. But now, I am full of hatred.
Benci. Aku benci diri aku, benci yang melimpah-limpah entah banjir sampai ke mana, sampaikan aku merasa tidak boleh bernafas lagi. Otak yang penuh, perkara-perkara sial, tidak, akulah sialnya, akau pembawa sial, dan aku sangat sial.
Aku tidak pernah inginkan diri aku jadi begini. Aku mahu jadi biasa, berfikir seperti orang biasa, hidup seperti orang biasa. tapi again, how do normal people live? Nggak tau deh.
aku tak tahu. sumpah aku tak tahu. aku pengen hidup begini selalu, inside my dark cocoons, and my dark thoughts. Nyaman. Aku tak tahu siapa diri aku, aku tak tahu aku mahu apa, aku tak tahu aku mahu jadi apa. Maaf! Jadi manusia sebodoh ini.
Udah deh.
Siapa je yang mahu baca perkara-perkara sial?
Ayo tidur sahaja, sampaikan kau tak akan pernah bangun lagi. Moga-moga ya.
메타데이터
- post_id
- 674bc8d6080e
- slug
- kasih-674bc8d6080e
- url
- https://medium.com/@langitsepi/kasih-674bc8d6080e
- canonical_url
- https://medium.com/@langitsepi/kasih-674bc8d6080e
- author_url
- https://medium.com/@langitsepi
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 12:50:11