← Back to list

BE HAPPY, OKE?

— Jika ada hari di mana aku harus berhadapan dengan kenyataan paling jujur tentang diriku, hari itu adalah hari di mana aku melihatmu…

aca_ra2 · 2026-06-25 15:30 · 0 claps · 2.3 min read
#acaara2 #storyacaara2 #rindu #moon
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🔭 · Astronomy & Space

BE HAPPY, OKE?

— Jika ada hari di mana aku harus berhadapan dengan kenyataan paling jujur tentang diriku, hari itu adalah hari di mana aku melihatmu kembali bersinar.

bulan malem ini indah banget, cin… a sweet ending to June, ya?

bulan malem ini indah banget, cin… a sweet ending to June, ya?

“Aku suka bulan.”

Kalimat itu abadi. Bahkan hingga detik ini, ia menolak mati. Sejak hari itu, setiap kali netraku menangkap siluet bulan, apapun fasenya, ingatanku selalu bermuara padamu.

Tepat di penghujung Juni malam ini, separuh bulan menggantung angkuh di atas sana. Aku terpaku, menatap lumat-lumat cahayanya yang temaram sampai sebuah bisikan batin tiba-tiba menyergap: “Apakah bulan sedang menertawakanku?”

Pendar cahaya di langit malam seolah menjelma menjadi kejujuran yang paling telanjang. Ia memang membisu, namun sinarnya seakan mengejekku dengan cara yang begitu anggun. Hangat, namun meninggalkan cecap pahit yang pekat di dada. Karena aku tahu, yang sedang bersinar terang di penghujung Juni ini bukan sekadar benda langit itu, melainkan dirimu. Kamu, seseorang yang kini sudah sepenuhnya beralih dari kata ‘mungkin’ menjadi ‘mustahil’.

Kepalaku memutar kembali rekaman usang saat bulan masih menjadi pemantik obrolan hangat kita. Dulu, kamu selalu menunjuk langit malam, menghiburku lewat hal-hal kecil, dan meyakinkanku bahwa semesta tidak pernah biasa saja selama ada bulan di sana. Melalui cara sesederhana itu, kamu menjinakkan bising di kepalaku. Kamu pernah menjadi rumah paling nyaman, sebelum akhirnya kuhancurkan sendiri pondasinya.

Kini, bulan itu masih sama indahnya. Namun, tak ada lagi ketukan pesan darimu yang mengabarkan kapan ia sedang cantik-cantiknya. Dan malam ini, keindahan itu terasa kian asing saat aku melihatmu telah menemukan binar baru. Kamu sudah bahagia, Cin (semoga begitu). Senyummu begitu lepas, bersanding dengan seseorang yang kini menggantikan peranku untuk menjaga binar itu tetap hidup.

Melihatmu dengannya, aku sadar bahwa bulan sabitku akhirnya telah menemukan langit barunya.

Sebuah hamparan yang jauh lebih tenang, jauh lebih biru, dan tak lagi dipenuhi riuh badai seperti bentangan langit yang kupunya dulu. Dia, seseorang yang bersamamu sekarang, adalah langit luas yang membiarkanmu bersinar tanpa batas. Dan anehnya, melihat binar itu kembali menyala terang, ada rasa lega yang perlahan menjalar di dadaku. Rasa hangat yang tidak lagi terasa pahit.

Aku membiarkan bulan itu tetap tinggal di lengkung langit sana, sementara kubiarkan jemariku menyelesaikan tulisan ini di atas kertas putihku. Di antara coretan-coretan pensil abstrak yang sempat terasa kacau, aku akhirnya menemukan titik tenang. Garis-garis yang tadinya berantakan akibat sisa sesal, perlahan melunak menjadi simbol sebuah pelepasan yang damai. Aku melepaskan genggaman yang memang sudah seharusnya longgar.

Aku tidak tahu kapan langitku sendiri akan sepenuhnya cerah, atau bagaimana caraku menatap bulan di bulan-bulan berikutnya. Namun, satu hal yang pasti: melihatmu kembali bersinar adalah cara semesta menyembuhkan kita berdua. Kamu berhak atas kebahagiaanmu yang sekarang, dan aku pun berhak atas kedamaian jiwaku setelah ini.

Kita tidak lagi berjalan di bawah bentangan langit yang sama, dan perlahan aku mulai menerima bahwa itu bukanlah akhir dari dunia.

Mencintaimu di masa lalu mungkin sempat lumpuh oleh keegoisanku, namun merelakanmu berbahagia di masa sekarang ini adalah hal paling waras yang bisa kulakukan. Aku tidak lagi mengutuk garis-garis kacau yang sempat kubuat di atas kertas ini. Biarlah coretan pensil yang tersisa menjadi saksi bisu, bahwa di balik berantakannya rasa bersalah, ada sebuah doa yang akhirnya mengangkasa dengan bebas.

Selamat atas langit barumu, Cin. Jaga baik-baik binar itu agar tak ada lagi mendung yang berani mendekat, ya!

Berbahagialah! sebab menyaksikanmu bahagia dari kejauhan saja, sudah lebih dari cukup untuk menjadi caraku menuntaskan rindu.


메타데이터
post_id
67908979aa56
slug
be-happy-oke-67908979aa56
url
https://medium.com/@aca_ra2/be-happy-oke-67908979aa56
canonical_url
https://medium.com/@aca_ra2/be-happy-oke-67908979aa56
author_url
https://medium.com/@aca_ra2
status
ok
fetched_at
2026-07-10 18:30:51