← Back to list

Pembagian Produk Sembako Bansos Dari Pemerintah

Mata Darsiti, warga Jatimakmur Pondok Gede, Jakarta Timur, berkedip-kedip menahan air yang mulai merembes dari kelopaknya. “Tadinya kerja…

Mikael Qiron · 2020-07-21 06:14 · 0 claps · 4.7 min read
#bansos #cek-bansos #bansos-sumut #bansos-pangan
Open on Medium ↗

Pembagian Produk Sembako Bansos Dari Pemerintah

Sumber : https://pixabay.com/illustrations/volunteer-hands-help-colors-2055015/

Sumber : https://pixabay.com/illustrations/volunteer-hands-help-colors-2055015/

Mata Darsiti, warga Jatimakmur Pondok Gede, Jakarta Timur, berkedip-kedip menahan air yang mulai merembes dari kelopaknya. “Tadinya kerja, sekarang telah tak. Sedih saja aku pak,” sebut Darsiti sambil mengusap matanya.

Dengan suara bergetar dia membongkar rasa syukur, di tengah kondisinya ketika ini yang tak lagi berpenghasilan karena pandemi Covid-19, masih menerima secercah kemauan dari bantuan sosial.

Tangannya bergetar ketika mengeluarkan satu per satu isi kantong **Produk Sembako Bansos** berwarna merah putih dengan tulisan Bantuan Presiden untuk warga terdampak Covid-19. Kantong tersebut berisi beras, mi instan, sarden, minyak goreng dan beraneka jenis sembako lainnya.

Kebahagiaan juga terpancar dari wajah Sukrisi, perempuan berusia lebih setengah abad yang tinggal di pemukiman pemulung di tengah-tengah perbukitan sampah di Bantar Gebang, Bekasi. Lengan kurusnya yang legam sontak mendekap Penasihat Dharma Wanita Kementerian Sosial Grace Batubara yang menyambangi kediaman amat sederhana Sukrisi dan menyerahkan kantong bantuan sembako.

Kediaman Sukrisi dan biasanya warga di pemukiman pemulung itu cuma terbuat dari triplek bekas yang ditambal sisa-sisa papan dan beratap asbes, bau busuk sampah menyeruak di sekeliling pemukiman.

Sukrisi mengaku masih dapat mencari barang-barang bekas. Namun pendapatannya menurun dampak pandemi karena kesusahan menjual barang rongsokan yang didapatnya.

“Lagi susah, dapat mencari tak dapat jual. Terima kasih telah bantu aku untuk makan sehari-hari,” kata Sukrisi dengan mata berkaca-kaca.

Bagi penyandang disabilitas seperti Suwarko yang tak dapat memandang, situasi ketika ini serba susah termasuk untuk membeli sembako. “Apalagi aku tak dapat apa-apa, aku cuma dapat terima kasih pada pemerintah yang telah memberi bantuan,” kata warga Warakas Jakarta Utara itu.

Produk Sembako Bansos Seller

Di tengah pandemi COVID-19, pemerintah gencar memberikan bantuan sosial bagi warga yang terdampak. Warga ternyata bisa langsung menukar apabila Produk Sembako Bansos yang diterima mempunyai mutu produk yang kurang bagus.

“Saat ada ketidaksesuaian (produk), sampaikan saja, nanti akan kami tindak lanjuti untuk langsung diganti,” kata Direktur Jenderal Perlindungan Jaminan Sosial (Linjamsos) Kementerian Sosial Pepen Nazaruddin dalam siaran pers Kemensos yang diterima di Jakarta, Minggu (31/5/2020), seperti dikabarkan Antara.

Imbauan itu dikenalkan Pepen saat mengerjakan pemeriksaan mutu bantuan sembako di Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu, Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (30/5) sore.

Menurut ia, kemunculan produk dengan mutu yang tak layak lazimnya terjadi pada beras sebab diambil dari pelbagai pemasok dan mutu beras yang pelbagai. Pepen menegaskan bahwa pemerintah akan konsisten menjaga bansos yang diberi berkwalitas dan layak standar kualifikasi beras premium.

Menurut laporan warga yang diterima oleh Dirjen Linjamsos sejauh ini warga di tempat itu sudah mendapatkan bansos sembako dengan mutu yang bagus.

Dalam kunjungan tersebut, Kemensos menentukan hampir 90 persen warga Sepanjang Jaya sudah mendapatkan bansos sembako Presiden Joko Widodo tahap ketiga yang dijalankan oleh pemerintah.

Dia itu dibenarkan oleh Ketua RW 02 Sepanjang Jaya, Mansur Hidayat, yang mengatakan bansos sembako tahap ketiga diprioritaskan terhadap warga yang belum mendapatkan bantuan apa malah.

Kemauan juga menegaskan tak ada tumpang-tindih penerima bantuan di tempat tersebut untuk bansos sembako penanganan COVID-19 dan juga bantuan reguler seperti Program Keluarga Sekiranya (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Mereka kita tawarkan opsi, apabila mereka (penerima bantuan PKH) terima (bantuan sembako), konsekuensinya nanti PKH-nya dicabut. bantuan (sembako) diserahkan ke orang lain atau dialihkan, ya artinya silakan PKH-nya jalan terus,” kata Mansur.

Produk Sembako Bansos 2020

Produk Sembako Bansos dari pemerintah kepada warga terdampak Covid-19 bukan hanya menjangkau warga miskin yang selama ini terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) namun juga warga lainnya yang memang terdampak segera seperti warga yang mengalami Pemutusan Relasi Kerja (PHK).

Seperti Suparman warga Kelurahan Sawangan Kota Depok yang terpaksa di PHK karena perusahaan tempatnya bekerja tidak lagi beroperasi karena terdampak pandemi. Pengaruh Covid-19, tempat dia bekerja di sektor kuliner tutup. PHK membuat Suparman tidak mempunyai penghasilan untuk memenuhi keperluan sehari-hari. “Alhamdulillah betul-betul menolong kami sekeluarga karena aku tidak ada penghasilan lagi,” ujar Suparman.

Ungkapan syukur juga dikenalkan Solihin, warga Sawangan yang juga mengalami PHK semenjak Maret lalu karena mal tempat dia bekerja tutup. Bantuan sosial sembako menjadi harapan bagi Nugroho warga Kelurahan Kedaung Cengkareng untuk menyambung hidup. “Alhamdulillah dapat menolong meringankan muatan selama masa pandemi ini,” kata Nugroho.

Hal itu pula yang dinikmati Tony Subaktiar warga Rawasari Jakarta Sentra yang sudah kehabisan tabungan untuk memenuhi keperluan makan keluarganya. Tony juga di PHK dari pekerjaannya sebagai energi keamanan di kawasan Kalideres dan selama satu separo bulan hanya bertahan dengan uang tabungannya.

“Simpanan sudah tidak ada lagi tabungan sudah habis. Sehari-hari hanya bertumpu pada honor istri sebagai energi jumantik di RT,” ungkap Tony.

Samsu warga Johar Baru Jakarta Sentra yang juga mengalami PHK pengaruh terdampak Covid-19 merasa lega mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah. “Alhamdulillah aku terima bansos sembako yang ketiga ini dan betul-betul menolong sekali, sesudah kehilangan profesi yang betul-betul berdampak kepada pendapatan keluarga,” kata Samsu

Sejak kehilangan profesi karena perusahaan tempat bekerja tutup dan tidak dapat menggaji karyawannya, pria 41 tahun itu tidak tahu semestinya berbuat apa untuk memenuhi keperluan keluarga.

Menteri Sosial Juliari P Batubara mengatakan yang paling terdampak di ketika pandemi ketika ini salah satunya yaitu orang yang umumnya bekerja namun kehilangan profesi. Khusus lagi mereka tidak mendapatkan bantuan sosial reguler seperti Program Keluarga Keinginan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Ini yang perlu diutamakan. Pendataan akan terus dibetuli. Saya pun apresiasi suatu tempat ada keluarga yang tidak seperti itu memerlukan bantuan dialihkan ke warga yang lain yang lebih memerlukan, ini dari inisiatif sendiri. Ini luar umum,” kata Juliari.

Produk Sembako Bansos 2019

Pemerintah menyiapkan jaring pengaman sosial sebagai upaya menuntaskan akibat dari pandemi akibat penyebaran virus corona tipe baru yang mulai muncul di Tanah Air sejak Maret lalu. Di antara jaring pengaman hal yang demikian adalah bantuan sosial yang disalurkan Kementerian Sosial. Selain bansos reguler seperti PKH dan BPNT, juga disiapkan bansos sembako dan bansos tunai.

Di masa pandemi, Kemensos membuat kebijakan baru untuk penyaluran bansos reguler seperti PKH yang biasanya disalurkan tiga bulan sekali sebanyak empat tahap dalam setahun tapi dikala pandemi diberikan sebulan sekali.

Selain itu jumlah penerima PKH juga diperluas dari semula 9,2 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) menjadi 10 juta KPM. Sementara untuk BPNT jangkauannya juga diperluas dari 15,2 juta KPM menjadi 20 juta KPM dan jumlah bantuan meningkat dari Rp 150 ribu per bulan menjadi Rp 200 ribu per bulan.

Kemudian, bansos non-reguler atau bansos yang berkaitan penanganan Covid-19 ada dua program. Ialah bansos sembako untuk wilayah Jabodetabek, dengan target 1,3 juta kepala keluarga untuk Jakarta dan 600 ribu kepala keluarga untuk Bodetabek.

Bansos non reguler hal yang demikian akan diberikan selama tiga bulan sejak April hingga Juni 2020 dengan skor bantuan sebesar Rp 600 ribu. Bansos sembako diberikan dua kali sebulan dengan skor bantuan masing-masing sebesar Rp 300 ribu, sehingga warga menerima enam kali bantuan sembako.

Selanjutnya bansos tunai sebesar Rp 600 ribu per kepala keluarga per bulan. BLT diberikan selama tiga bulan dengan target penerima manfaat 8,3 juta kepala keluarga yang terdampak Covid-19 di luar Jabodetabek.

“Semoga bansos ini dapat mengurangi muatan penderitaan ibu bapak segala, kalau ada yang kelebihan dibagi-bagi sedikit kepada tetangganya,” ucap Mensos Juliari pada salah satu kesempatan penyaluran Produk Sembako Bansos.


메타데이터
post_id
67ce6e6d5ce2
slug
pembagian-produk-sembako-bansos-dari-pemerintah-67ce6e6d5ce2
url
https://medium.com/@mikaelqiron/pembagian-produk-sembako-bansos-dari-pemerintah-67ce6e6d5ce2
canonical_url
https://medium.com/@mikaelqiron/pembagian-produk-sembako-bansos-dari-pemerintah-67ce6e6d5ce2
author_url
https://medium.com/@mikaelqiron
status
ok
fetched_at
2026-08-21 18:50:03