← Back to list

Percakapan pertama

Setelah Dokja tidak sengaja terjatuh tepat di atas tubuh bidang milik Joonghyuk, ia segera meminta maaf pada lelaki yang ia tiban tubuh nya…

Atiut_ · 2026-02-25 17:29 · 49 claps · 3.3 min read
#kim-dokja #omniscient-reader #joongdok
Open on Medium ↗

Percakapan pertama

Setelah Dokja tidak sengaja terjatuh tepat di atas tubuh bidang milik Joonghyuk, ia segera meminta maaf pada lelaki yang ia tiban tubuh nya itu. Namun satu hal yang Dokja sadari ialah perubahan wajah Joonghyuk yang menjadi jauh lebih kusut (?), ntahlah Dokja juga tidak terlalu yakin karena ia jarang memperhatikan wajah Joonghyuk. Tapi tunggu–”gue ga sengaja neken perut nya..” Dokja langsung buru-buru berdiri dan mengulurkan tangan nya ke arah Joonghyuk, menawarkan untuk membantu dirinya berdiri walaupun tidak di terima oleh Joonghyuk. “Ayo ke UKS dulu, perut nya tadi keteken kan? Periksa dulu ayo, nanti kalo memar kan bisa jadi gawat” Akhirnya dengan terpaksa, Joonghyuk ikut ke UKS bersama Dokja yang ntah mengapa menggenggam tangan nya.

Saat pintu UKS terbuka, mereka tidak menemukan satu pun orang. Guru pun tidak terlihat sama sekali, mau tidak mau Dokja tetap menyeret Joonghyuk untuk masuk ke dalam UKS dan menyuruhnya untuk duduk di atas ranjang. Dokja berjalan mengambil beberapa obat untuk nanti du berikan ke Joonghyuk, walaupun Dokja bukan PMR atau apapun yang memiliki hubungan dengan UKS tapi ia tau betul dimana letak barang-barang di UKS–karna dia langganan menjadi pasien di UKS, tentu saja.. “Joonghyuk..? Bisa tolong seragamnya agak di buka, biar keliatan “ Joonghyuk tampak tersentak dengan perkataan Dokja, tapi tanpa perlawanan dia mengangkat sedikit seragam nya. Untung saja tidak ada memar atau luka yang serius, tapi tetap perlu di berikan pertolongan pertama karena tidak ada yang tahu apakah nanti akan menjadi luka serius atau tidak.

“Maaf, ya kalau agak sakit atau gimana.. “ Lagi dan lagi Joonghyuk tidak merespon perkataan Dokja, dia emang pendiem ya? Baru saja Dokja berbicara dalam pikiran nya, Joonghyuk mulai berbicara. “.. Gak usah di obatin, cuma keteken dikit doang” “Tetep aja harus di obatin, pasien diem aja” Memang agak kurang ajar Dokja mengatur seorang Yoo Joonghyuk yang terkenal–orang tua nya, lebih tepatnya. Tapi Joonghyuk tidak merespon apapun, justru ia tampak nya ingin terus berbicara dengan Dokja yang tengah mengobati dan meraba-raba bagian perut nya untuk mengetahui bagian mana yang harus di beri pertolongan pertama.

“.. Dokja kan? Yang pas senam pagi tiba-tiba mimisan itu? “ Dokja seketika membeku, dari banyaknya kejadian kenapa harus yang itu sih?! Dokja hanya mengangguk pelan, malu karena ia jadi teringat kejadian pahit itu lagi. Di lain sisi, Joonghyuk mengalihkan wajah nya karena ia tidak ingin Dokja melihat wajah nya sekarang. Selesai dengan Joonghyuk, Dokja berdiri dan berbalik badan namun belum sempat melangkahkan kaki sekali pun tangan nya sudah di genggam oleh Joonghyuk. “Kamu juga jatoh, Dokja. “ Dokja mengedipkan mata nya beberapa kali, lalu sadar maksud Joonghyuk adalah ia akan bergantian mengecek keadaan Dokja. “E-eh sumpah gapapa, aman aja aku mah.. “ Tapi siapa yang akan percaya perkataan dari seorang Dokja yang rapuh nya melebihi kaca itu? Joonghyuk langsung menarik Dokja untuk duduk di tempat nya, dan kini mereka berganti posisi.

Dokja terus menerus berkata bahwa ia tidak luka, tapi tepat setelah ia mengatakan itu dan Joonghyuk menarik celana nya ke atas. Ia melihat ada luka di bawah lutut Dokja, seketika Dokja hanya terdiam dan akhirnya dengan pasrah membiarkan Joonghyuk mengobati dirinya. Sempat beberapa kali Dokja mengeluarkan reaksi karena luka nya yang sedang di obati–atau lebih tepatnya di bersihkan oleh Joonghyuk, “Sakit kan” Dokja sedikit terkejut dengan perkataan Joonghyuk yang sedikit tiba-tiba, tapi dia hanya diam karena malu. “Dikit doang kok, serius.. “ Tapi ya, dia kembali merasa sakit karena Joonghyuk sedikit menekan tepat di luka nya.

Tiba-tiba pintu UKS terbuka dengan keras, ternyata itu Sooyoung. Mata nya langsung melihat adegan yang tidak ia harapkan, seorang Kim Dokja di oleh Yoo Joonghyuk. “Gue kira lu kemana ja, ternyata lagi mesra-mesraan. “ Dokja langsung melepaskan genggaman tangan Joonghyuk yang baru saja dia genggam untuk membantu tubuh nya berdiri lagi, ia lalu berjalan cepat menuju sahabat nya itu dengan wajah yang memerah akibat malu. “Gak usah ngomong yang aneh-aneh ah..! “ Mereka berdua lalu sedikit berdebat, sedangkan di sisi lain Joonghyuk hanya melamun memperhatikan telapak tangan nya. “–Duh, uhm Joonghyuk aku pergi duluan ya. Sekarang udah mendingan kok, serius! “ Lalu ia pun berjalan keluar bersama Sooyoung, Joonghyuk tidak merespon dan hanya memandang pintu UKS dengan teliti. Memperhatikan Dokja hingga tubuh nya sepenuhnya menghilang dari hadapannya, “.. Stupid. “

“Cie Dokja abis PDKT sama si ranking 1, cie ciee “ Dokja menutup telinga nya rapat-rapat selama berjalan di lorong dengan Sooyoung di sampingnya–yang sibuk menggoda sejak tadi, Dokja benar-benar sedang kacau pikiran nya. Sejujurnya, jika tadi Sooyoung tidak datang Dokja sudah tidak tau apa yang akan terjadi di antara dirinya dan Joonghyuk di UKS tadi. “Berisik ah, diem ga lu. “ Akhirnya Dokja melepaskan tangan nya yang sedari tadi merekat ke telinga nya, sementara Sooyoung tetap tersenyum puas setelah menggoda sahabat nya itu. “Ya ya yaaa, udah ya gue mau balik olahraga dulu. Jangan diem-diem ke UKS loh ya, nanti lu hamil” Sooyoung langsung berlari menuju lapangan olahraga sebelum Dokja menampar diri nya, sementara Dokja hanya bisa menghela nafas frustasi dengan tingkah Sooyoung. lagi pula dia lelaki, bagaimana bisa hamil–bukan berarti Dokja mengharapkan apapun dari Joonghyuk, setidaknya dia berharap bisa berbicara lebih banyak dengan Joonghyuk.

Sooyoung punya nomer nya ga ya.. “


메타데이터
post_id
6828ba50eddb
slug
percakapan-pertama-6828ba50eddb
url
https://medium.com/@atiutt/percakapan-pertama-6828ba50eddb
canonical_url
https://medium.com/@atiutt/percakapan-pertama-6828ba50eddb
author_url
https://medium.com/@atiutt
status
ok
fetched_at
2026-06-27 23:56:40