← Back to list

Kata-kata Musytaq; Ism Fā‘il dan Ism Maf‘ūl

Di dalam bahasa Arab terdapat beberapa bentuk kata musytaq yang perlu diketahui bersama. Di antara bentuk-bentuk kata musytaq tersebut…

Zaimrahman · 2025-06-10 06:56 · 0 claps · 8.1 min read
#bahasa-arab #nahu #saraf #sharaf #nahwu
Open on Medium ↗

*Kata-kata Musytaq; I*sm Fā‘il dan Ism Maf‘ūl

Di dalam bahasa Arab terdapat beberapa bentuk kata musytaq yang perlu diketahui bersama. Di antara bentuk-bentuk kata musytaq tersebut adalah ism fā‘il dan ism maf‘ūl.

Photo by Rawan Yasser on Unsplash

Photo by Rawan Yasser on Unsplash

Mukadimah

Di dalam kitab Mulakhkhaṣ Qawā‘id al-Lughah al-‘Arabiyyah, karya Fu’ād Ni‘mah, Isim Musytaq didefinisikan sebagai ما أخذ من غيره ودل على شيء موصوف بصفة, yaitu sebuah kata yang diambil dari kata yang lain dan menunjukkan suatu sifat.

Bahasa Arab dikenal dengan lughah isytiqāqiyyah, bahasa derivatif. Hal ini memungkinkan bahasa Arab untuk menjadikan huruf ك ت dan ب, misalnya, berubah ke dalam bentuk yang berbeda-beda dengan berbagai fungsinya. Sebut saja ketiga huruf tersebut dapat berubah menjadi kata كاتب, مكتوب, dan مكتب. Ketiga kata tersebut mempunyai maknanya dan sifatnya sendiri. Kata كاتب menunjukkan (seseorang) yang menulis. Kata مكتوب menunjukkan (sesuatu) yang ditulis. Kata مكتب menunjukkan tempat (untuk) menulis.

Proses perubahan bentuk itulah yang dimanakan dengan isytiqāq atau derivasi. Adapun kata-kata yang mengalami perubahan tersebut disebut dengan musytaq.

Di dalam bahasa Arab terdapat beberapa bentuk kata musytaq yang perlu diketahui bersama. Di antara bentuk-bentuk kata musytaq tersebut adalah ism fā‘il dan ism maf‘ūl.

Ism Fā‘il

Ism fā‘il adalah bentuk kata musytaq yang diambil dari bentuk fiilnya. Ia menunjukkan sebuah deskripsi sesuatu yang melakukan pekerjaan. Perhatikan contoh berikut.

Kata كتب merupakan bentuk fi‘l al-māḍī. Dari kata كتب tersebut, dapat di-musytaq-kan, dipecah, atau diderivasikan ke dalam bentuk ism fā‘il yang berbunyi كاتب. Kata كتب yang memiliki arti “(telah) menulis” berubah artinya menjadi “(seseorang) yang menulis”, yang berada pada kata كاتب. Oleh karena itu, kata كاتب menunjukkan sebuah deskripsi seseorang yang melakukan pekerjaan menulis.

Perhatikan kembali contoh lain berikut ini.

جلس: berbentuk fi‘l al-māḍī: (telah) duduk

جالس: berbentuk ism fā‘il: (seseorang) yang duduk; sebuah sifat, deskripsi, atau status bagi seseorang yang melakukan pekerjaan duduk.

قرأ: berbentuk fi‘l al-māḍī: (telah) membaca

قارئ: berbentuk ism fā‘il: (seseorang) yang membaca; sebuah sifat, deskripsi, atau status bagi seseorang yang melakukan pekerjaan membaca

Bentuk-bentuk Ism Fā‘il

Dalam bahasa Arab, ism fā‘il mempunyai berbagai macam bentuk atau wazan. Berikut adalah pembagiannya.

  1. Fiil Ṯulāṯī

Bagi fiil-fiil ṯulāṯī, yaitu fiil yang terdiri dari tiga huruf, ism fā‘il-nya berbentuk atau ber-wazan فاعل.

Perhatikan fiil-fiil berikut.

كتب, جلس, قرأ, وعد, حول

Kata كتب, جلس, قرأ, وعد, dan حول adalah fiil-fiil ṯulāṯī. Kesemuanya adalah fiil-fiil yang terdiri dari tiga huruf. Oleh karena itu, saat mereka diubah ke dalam bentuk ism fā‘il, maka ia mengikuti bentuk atau wazan فاعل. Perhatikan perubahannya berikut ini.

كاتب, جالس, قارئ, واعد, حاول

Catatan

  • Apabila fiil ṯulāṯī tersebut berupa fiil ajwaf, yaitu fiil yang memiliki huruf ‘illah di ain fiil (huruf tengah), maka saat berubah ke dalam bentuk ism fā‘il, huruf ‘illah-nya tersebut diganti dengan hamzah. Perhatikan contoh berikut ini.

Kata قال adalah fiil ajwaf. Di tengahnya terdapat huruf ‘illah. Dengan demikian, bentuk ism fā‘il-nya adalah قائل.

Kata باع adalah fiil ajwaf. Di tengahnya terdapat huruf ‘illah. Dengan demikian, bentuk ism fā‘il-nya adalah بائع.

  • Apabila fiil ṯulāṯī tersebut berupa fiil nāqiṣ, yaitu fiil yang memiliki huruf ‘illah di lam fiil (huruf akhir), maka saat berubah ke dalam bentuk ism fā‘il, huruf ‘illah-nya tersebut dibuang saat berada di dalam status rafa dan jar. Namun, saat ia berada di dalam status nasab, huruf ‘illah-nya dimunculkan. Perhatikan contoh berikut.

Kata دعا adalah fiil nāqiṣ. Di akhirnya terdapat huruf ‘illah. Dengan demikian, bentuk ism fā‘il-nya adalah داعٍ saat berstatus rafa dan jar, dan (ال) داعي saat berstatus nasab.

Kata مشى adalah fiil nāqiṣ. Di akhirnya terdapat huruf ‘illah. Dengan demikian, bentuk ism fā‘i-l-nya adalah adalah ماش saat berstatus ar-raf‘ dan al-jarr, dan (ال) ماشي saat berstatus an-naṣb.

  1. Selain Fiil Ṯulāṯī

Bagi fiil-fiil selain fiil ṯulāṯī, yaitu fiil yang terdiri lebih dari tiga huruf, ism fā‘il-nya berbentuk seperti fiil muḍāri‘-nya, dengan perubahan huruf muḍāri‘-nya menjadi huruf mim, serta memberikan harakat kasrah pada huruf sebelum yang terakhir.

Perhatikan fiil-fiil berikut.

باين, دحرج, استغفر

Kata باين merupakan fiil yang terdiri dari empat huruf. Oleh karena itu, ia bukan termasuk fiil ṯulāṯī. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يُبايِن. Dengan demikian, bentuk ism fā‘il-nya adalah dengan mengubah huruf muḍāri‘-nya tersebut, yaitu huruf “ي” dengan huruf “م” dan memberikan harakat kasrah pada huruf sebelum yang terakhir, yaitu huruf “ي”, hingga menjadi kata مُبايِن.

Kata دحرج merupakan fiil yang terdiri dari lima huruf. Oleh karena itu, ia bukan termasuk fiil ṯulāṯī. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يُدحرِج. Dengan demikian, bentuk ism fā‘il-nya adalah dengan mengubah huruf muḍāri‘-nya tersebut, yaitu huruf “ي”, dengan huruf “م” dan memberikan harakat kasrah pada huruf sebelum yang terakhir, yaitu huruf “ر”, hingga menjadi kata مُدحرِج.

Kata استغفر merupakan fiil yang terdiri dari enam huruf. Oleh karena itu, ia bukan termasuk fiil ṯulāṯī. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يستغفِر. Dengan demikian, bentuk ism fā‘il-nya adalah dengan mengubah huruf muḍāri‘-nya tersebut, yaitu huruf “ي”, dengan huruf “م” dan memberikan harakat kasrah pada huruf sebelum yang terakhir, yaitu huruf “ف”, hingga menjadi kata مُستغفِر.

Catatan:

  • Apabila di dalam fiil tersebut terdapat huruf ‘illah berupa alif sebelum huruf yang terakhir, maka ia tetap demikian adanya dan tidak mengalami perubahan.

Perhatikan contoh berikut.

Kata اختار adalah fiil yang memiliki huruf ‘illah berupa alif sebelum huruf terakhir. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يختار. Dengan demikian, bentuk ism fā‘il-nya adalah dengan mengubah huruf muḍāri‘-nya tersebut, yaitu huruf “ي” dengan huruf “م” dan tetap membiarkan huruf alif yang ada di dalamnya, hingga menjadi kata مُختار.

Kata اكتال adalah fiil yang memiliki huruf ‘illah berupa alif sebelum huruf terakhir. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يكتال. Dengan demikian, bentuk ism fā‘il-nya adalah dengan mengubah huruf muḍāri‘-nya tersebut, yaitu huruf “ي” dengan huruf “م” dan tetap membiarkan huruf alif yang ada di dalamnya, hingga menjadi kata مُكتال.

  • Ada beberapa fiil yang bentuk musytaq ism fā‘il-nya tidak seperti kaidah sebelumnya. Perhatikan contoh berikut.

Ism fā‘il pada kata أسهب, seharusnya berbentuk مسهِب, dengan harakat kasrah pada huruf “هـ”. Namun, ternyata bentuk ism fā‘il-nya adalah مسهَب, dengan harakat fathah pada huruf “هـ” tersebut. Ini juga sama dengan fiil أحصن yang memiliki bentuk ism fā‘il berupa محصَن, dengan menggunakan harakat fathah pada huruf “ص”. Kasus tersebut terbilang jarang.

  • Ada juga fiil-fiil yang memiliki empat huruf, yang bentuk ism fā‘il-nya mengikuti bentuk فاعل. Perhatikan contoh berikut ini.

Ism fā‘il pada kata أيفع seharusnya berbentuk موفِع, karenga mengikuti fiil muḍāri‘-nya yang berbentuk يوفع. Namun, ternyata bentuk ism fā‘il-nya adalah يافع. Ini juga sama dengan fiil أمحل yang memiliki bentuk ism fā‘il berupa ماحل. Kasus tersebut terbilang menyimpang.

Ism Maf‘ūl

Ism maf‘ūl adalah bentuk kata musytaq yang diambil dari bentuk fiilnya. Ia menunjukkan sebuah deskripsi sesuatu yang terkena pekerjaan. Perhatikan contoh berikut.

Kata كتب merupakan bentuk fi‘l al-māḍī. Dari kata كتب tersebut, dapat di-musytaq-kan, dipecah, atau diderivasikan ke dalam bentuk ism maf‘ūl yang berbunyi مكتوب. Kata كتب yang memiliki arti “(telah) menulis” berubah artinya menjadi “(sesuatu) yang ditulis”, yang berada pada kata مكتوب. Oleh karena itu, kata مكتوب menunjukkan sebuah deskripsi sesuatu yang terkena pekerjaan menulis.

Perhatikan kembali contoh lain berikut ini.

شرب: berbentuk fi‘l al-māḍī: (telah) meminum

مشروب: berbentuk ism maf‘ūl: (sesuatu) yang diminum; sebuah sifat, deskripsi, atau status bagi sesuatu yang terkena pekerjaan minum.

أكل: berbentuk fi‘l al-māḍī: (telah) makan

مأكول: berbentuk ism maf‘ūl: (sesuatu) yang dimakan; sebuah sifat, deskripsi, atau status bagi sesuatu yang terkena pekerjaan makan.

Bentuk-bentuk Ism Maf‘ūl

Dalam bahasa Arab, ism maf‘ūl mempunyai berbagai macam bentuk atau wazan. Berikut adalah pembagiannya.

  1. Fiil Ṯulāṯī

Bagi fiil-fiil ṯulāṯī, yaitu fiil yang terdiri dari tiga huruf, ism maf‘ūl-nya berbentuk atau ber-wazan مفعول.

Perhatikan fiil-fiil berikut.

كتب, شرب, أكل, سأل, وعد

Kata كتب, شرب, أكل, سأل, dan وعد adalah fiil-fiil ṯulāṯī. Kesemuanya adalah fiil-fiil yang terdiri dari tiga huruf. Oleh karena itu, saat mereka diubah ke dalam bentuk ism maf‘ūl, maka ia mengikuti bentuk atau wazan مفعول. Perhatikan perubahannya berikut ini.

مكتوب, مشروب, مأكول, مسؤول, موعود

Catatan

  • Apabila fiil ṯulāṯī tersebut berupa fiil ajwaf, yaitu fiil yang memiliki huruf ‘illah di ain fiil (huruf tengah), maka saat berubah ke dalam bentuk ism maf‘ūl, ada beberapa ketentuan. Berikut ketentuannya.

o Apabila huruf ‘illah pada fiil muḍāri‘-nya berupa “و” dan “ي”, maka bentuk ism maf‘ūl-nya sama seperti fiil muḍāri‘-nya. Ini terdapat di bab pertama (فتح — ضم) dan kedua (فتح — كسر).

Perhatikan contoh berikut.

Kata قال adalah fiil ajwaf. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يقول. Ada huruf ‘illah “و” di dalamnya. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya mengikuti bentuk fiil muḍāri‘-nya, yaitu مقول.

Kata باع adalah fiil ajwaf. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يبيع. Ada huruf ‘illah “ي” di dalamnya. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya mengikuti bentuk fiil muḍāri‘-nya, yaitu مبيع.

o Apabila huruf ‘illah pada fiil muḍāri‘-nya berupa “ا”, maka bentuk ism maf‘ūlnya sama seperti cara yang sebelumnya, dengan syarat mengganti huruf ‘illah “ا” dengan huruf aslinya, yaitu antara “و” dan “ي”, yang dapat diketahui dari bentuk masdarnya. Ini terdapat di bab keempat (كسر — فتح).

Perhatikan contoh berikut.

Kata خاف adalah fiil ajwaf. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يخاف. Ada huruf ‘illah “ا” di dalamnya. Huruf asli dari ‘illah “ا” tersebut adalah “و”, yang dapat diketahui dari bentuk masdarnya yang berbentuk “خوف”. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya mengikuti bentuk fiil muḍāri‘-nya dengan mengganti “ا” menjadi “و”, yaitu مخوف.

Kata هاب adalah fiil ajwaf. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يهاب. Ada huruf ‘illah “ا” di dalamnya. Huruf asli dari ‘illah “ا” tersebut adalah “ي”, yang dapat diketahui dari bentuk masdarnya yang berbentuk “هيبة”. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya mengikuti bentuk fiil muḍāri‘-nya dengan mengganti “ا” menjadi “ي”, yaitu مهيب.

  • Apabila fiil ṯulāṯī tersebut berupa fiil nāqiṣ, yaitu fiil yang memiliki huruf ‘illah di lam fiil (huruf akhir), bentuk ism maf‘ūl-nya mengikuti bentuk fiil muḍāri‘-nya, dengan menggandakan huruf akhirnya. Perhatikan contoh berikut.

Kata دعا adalah fiil nāqiṣ. Di akhirnya terdapat huruf ‘illah. Bentuk fiil muḍāri‘-nya adalah يدعو. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya adalah مدعوّ, dengan menggandakan huruf akhirnya berupa “و”.

Kata رمى adalah fiil nāqiṣ. Di akhirnya terdapat huruf ‘illah. Bentuk fiil muḍāri‘-nya adalah يرمي. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya adalah مرميّ, dengan menggandakan huruf akhirnya berupa “ي”.

  1. Selain Fiil Ṯulāṯī

Bagi fiil-fiil selain fiil ṯulāṯī, yaitu fiil yang terdiri lebih dari tiga huruf, ism maf‘ūl-nya berbentuk seperti fiil muḍāri‘-nya, dengan perubahan huruf muḍāri‘-nya menjadi huruf mim, serta memberikan harakat fathah pada huruf sebelum yang terakhir.

Perhatikan fiil-fiil berikut.

باين, دحرج, استغفر

Kata باين merupakan fiil yang terdiri dari empat huruf. Oleh karena itu, ia bukan termasuk fiil ṯulāṯī. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يباين. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya adalah dengan mengubah huruf muḍāri‘-nya tersebut, yaitu huruf “ي” dengan huruf “م” dan memberikan harakat fathah pada huruf sebelum yang terakhir, yaitu huruf “ي”, hingga menjadi kata مباين.

Kata دحرج merupakan fiil yang terdiri dari lima huruf. Oleh karena itu, ia bukan termasuk fiil ṯulāṯī. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يدحرج. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya adalah dengan mengubah huruf muḍāri‘-nya tersebut, yaitu huruf “ي”, dengan huruf “م” dan memberikan harakat fathah pada huruf sebelum yang terakhir, yaitu huruf “ر”, hingga menjadi kata مدحرَج.

Kata استغفر merupakan fiil yang terdiri dari enam huruf. Oleh karena itu, ia bukan termasuk fiil ṯulāṯī. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يستغفر. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya adalah dengan mengubah huruf muḍāri‘-nya tersebut, yaitu huruf “ي”, dengan huruf “م” dan memberikan harakat fathah pada huruf sebelum yang terakhir, yaitu huruf “ف”, hingga menjadi kata مستغفَر.

Catatan:

  • Apabila di dalam fiil tersebut terdapat huruf ‘illah berupa alif sebelum huruf yang terakhir, maka ia tetap demikian adanya dan tidak mengalami perubahan.

Perhatikan contoh berikut.

Kata اختار adalah fiil yang memiliki huruf ‘illah berupa alif sebelum huruf terakhir. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يختار. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya adalah dengan mengubah huruf muḍāri‘-nya tersebut, yaitu huruf “ي” dengan huruf “م” dan tetap membiarkan huruf alif yang ada di dalamnya, hingga menjadi kata مختار.

Oleh karena itu, bentuk ism maf‘ūl-nya serupa dengan bentuk ism fā‘il-nya.

Kata اكتال adalah fiil yang memiliki huruf ‘illah berupa alif sebelum huruf terakhir. Fiil muḍāri‘-nya berbentuk يكتال. Dengan demikian, bentuk ism maf‘ūl-nya adalah dengan mengubah huruf muḍāri‘-nya tersebut, yaitu huruf “ي” dengan huruf “م” dan tetap membiarkan huruf alif yang ada di dalamnya, hingga menjadi kata مكتال.

Oleh karena itu, bentuk ism maf‘ūl-nya serupa dengan bentuk ism fā‘il-nya.

Referensi:

At-Taṭbīq Aṣ-Ṣarfī Li-D-Duktūr ‘Abdu Al-Rājihī

Mulakhkhaṣ Qawā‘Id Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Li-Fu’ād Ni‘Mah

Sekian.

Catatan: bila menemukan kekeliruan, silakan sampaikan di kolom komentar. Terima kasih.


메타데이터
post_id
6879bbde7276
slug
kata-kata-musytāq-ism-fā-il-dan-ism-maf-ūl-6879bbde7276
url
https://medium.com/@zaimrahman96/kata-kata-musyt%C4%81q-ism-f%C4%81-il-dan-ism-maf-%C5%ABl-6879bbde7276
canonical_url
https://medium.com/@zaimrahman96/kata-kata-musyt%C4%81q-ism-f%C4%81-il-dan-ism-maf-%C5%ABl-6879bbde7276
author_url
https://medium.com/@zaimrahman96
status
ok
fetched_at
2026-07-19 12:47:53