← Back to list

Joni Purba dan Tembakau

Joni Purba ketawa terbahak-bahak hingga serak. Dahak yang memenuhi tenggorokannya diludahkan keluar sambil terbatuk. Serak dahak itu…

Anang Fajar Sidik · 2025-11-21 14:32 · 0 claps · 2.1 min read
#tembakau #esai #rokok #bahasa-indonesia #cerita
Open on Medium ↗
Wiki topics: CUL · Culture & Media 😂 · Humor & Satire

Joni Purba dan Tembakau

Photo by Jax Elledge on Unsplash

Photo by Jax Elledge on Unsplash

Joni Purba ketawa terbahak-bahak hingga serak. Dahak yang memenuhi tenggorokannya diludahkan keluar sambil terbatuk. Serak dahak itu seringkali menggumpal dan mengganggu pernapasannya. Kata temannya yang dokter, gumpalan dahak biasanya terjadi akibat asap rokok. Lendir di paru-paru berproduksi lebih banyak saat merokok.

Namun biar begitu, Joni Purba tetap merokok. Dia sering bergumam tentang kopi hitam yang mampu menetralisir nikotin, “esensinya itu perkawinan, nikotin harus kawin dengan kafein supaya dada tetap perkasa.” Tak ada persoalan kesehatan dengan rokok, atau kaitan rokok dengan kematian seseorang.

“Tanaman Tuhan yang satu ini memang kerap kali didiskriminasi. Orang-orang melihat tembakau sebagai ancaman, karena negara ini sangat kecanduan dengan tembakau dan bisa merdeka dengannya, makanya pasti tembakau dijelek-jelekkan, dinegatifkan, diharamkan, dan kalau bisa dimusnahkan dari muka bumi.”

Begitu percaya diri Joni Purba membela tembakau, hingga dirinya dijuluki si raja kretek. Nama itu melekat karena seringnya ia berdebat perihal rokok — eh, tembakau — dan tentu karena rokok favoritnya Dji Sam Soe. Bagi Joni, bumbu keramahan sosial bisa muncul secara spontan ketika ia mengisap tembakau. Ketika hujan, berteduh di bawah jalan layang sambil mengisap sebatang rokok, tiba-tiba koreknya laris dipinjam orang berteduh di kiri-kanannya. Suasana cair dan menggembirakan akibat ngudud menumbuhkan keakraban di tengah keasingan.

Menurutnya, tembakau yang diolah menjadi rokok sangat magis bagi hidupnya. Terkadang ia ikut membunuh sepi, menawarkan perenungan-perenungan yang dalam saat berjumpa malam. Jemuran pakaian di lantai dua rumah sewaan adalah tempat paling intim baginya untuk menghisap tembakau.

Soal puntung rokok pun Joni sangat radikal. Ia punya kantong khusus di celana jeans miliknya, itu untuk mengantongi puntung tatkala tidak menemukan tempat sampah saat merokok di tempat baru, atau merokok di pinggir trotoar, atau sedang naik motor. Tapi agak susah memang menemukan tempat sampah di negeri ini.

“Ya negara ini kan sangat zero waste manajemen lingkungannya,” katanya dengan nada sinis, “jadi tidak perlu memperbanyak tempat sampah karena memang prinsipnya, di mana pun situasi dan tempat, sepertinya pemerintah di negara ini mampu mendaur ulang dirinya sendiri.”

Jadi Joni Purba pernah suatu kali juga berantem dengan dokter. Sekali lagi dia tak mau kalah, karena dokter memandang rokok bahaya, sedang baginya rokok sangat multidimensional manfaatnya. Ia tahu setiap ciptaan ada kegunaannya, dan tentu ada risiko juga. Tapi kali itu dokter ini sangat keras kritiknya pada tembakau. Entahlah, mungkin dia begitu juga pada hidupnya sendiri.

Argumen Joni simpel saja: kenapa gula dan beras tidak pernah dicap berbahaya? Atau asap pabrik, atau limbah tahu, tetelan, iga sapi — semua yang punya potensi merusak kesehatan tubuh mestinya diperlakukan serupa, baik peringatan maupun manajemen diskriminatifnya. “Tapi sungguh tembakau, kau dilukai berkali-kali, dibenci sana sini, kau dilaknati, tapi tetap saja negara ingin bersetubuh denganmu tiap waktu.”

Pikirnya, “coba saja tembakau di riset lebih lanjut, apa manfaatnya selain dijadikan rokok. Tapi kan dasar bajingan mata satu, kalau sudah membenci, membenci melulu. Tak tahu bahwa segala ciptaan Tuhanku tak ada yang sia-sia di muka bumi ini.”

Begitulah, Joni Purba — puritan terhadap hidup. Baginya, perkawinan itu sakral. Yang jelas ia tak mampu bercerai dengan rokok, karena tembakau kekasihnya sekaligus kawan yang paling setia.


메타데이터
post_id
6889ea2fa0c4
slug
joni-purba-dan-tembakau-6889ea2fa0c4
url
https://medium.com/@anangfajarsidik/joni-purba-dan-tembakau-6889ea2fa0c4
canonical_url
https://medium.com/@anangfajarsidik/joni-purba-dan-tembakau-6889ea2fa0c4
author_url
https://medium.com/@anangfajarsidik
status
ok
fetched_at
2026-07-14 19:39:34