a little heartbreak
Aku selalu merasa tidak ada yang benar dalam kehidupan sehari-hariku. Terkhusus ketika aku berada dirumahku sendiri. Sadar bahwa aku selalu…
a little heartbreak

Aku selalu merasa tidak ada yang benar dalam kehidupan sehari-hariku. Terkhusus ketika aku berada dirumahku sendiri. Sadar bahwa aku selalu merasa tidak nyaman, banyak memikirkan hal-hal yang seharusnya bukan tanggung jawabku.
Aku rasa hal ini berpunca pada satu permasalahan, bahwa aku harus mengerti dan menampung semua emosi keluargaku, dan tanggung jawabku untuk mengolah itu semua.
Terkhusus pada ibu, kalau dibilang aku tidak sayang padanya itu merupakan sebuah dusta. Tapi mengapa rasanya aku selalu sesak ketika berhadapan denganya. Rentetan kalimat yang bergulir membuatku ingin mencekik diriku sendiri. Entahalah, apakah saat ibu melihatku beristirahat membuatnya marah, atau ketika ada hal-hal diluar kendalinya yang berujung menggores hatiku, atau ketika dia dengan lugas melontarkan kalimat yang sebenarnya itu sangat amat tidak ingin aku dengar.
Perlakuannya membuatku membandingkan hubungan antara ibuku dengan saudaraku yang lainnya. Aku benci, bahwa hanya aku yang selalu bertanggung jawab atas perasaanya. Mengapa harus aku? Apakah aku memang harus diperlakukan seperti ini?
Teringat ketika aku ingin membela diriku, namun yang keluar hanyalah helaan nafas bahwa aku tidak punya hak atas diriku sendiri. Lagi, aku benci itu. Otakku sudah sangat penuh akan pertanyaan dan segala pembelaan, namun aku tau itu hanyak sia-sia.
Tidak akan ada seorang pun yang akan memaklumi dan memahami, ibu sering berkata bahwa aku sering membesarkan masalah. Salahkah ketika aku ingin menyampaikan isi pikiran ku yang sudah kepalang berasap ini? Haruskah aku selalu menelan mentah-mentah segala perasaan yang panas ini?
Lagi, aku teringat bagaimana ekspersinya, aku benci itu, sangat benci. Seakan-akan aku anak yang tidak pernah berterima kasih padanya. Bagaimana mungkin aku seperti itu, aku sudah diajarakan untuk tahu diri dan menahan diri sedari kecil. Menyadari bahwa presepsi orang akan anak bungsu akan dimanja, itu tidak akan pernah ada dalam kamus hidupku.
Isi pikiran ku semakin hari hanya bertambah dengan rentetan kalimat yang keluar dari ibu, dan terus berputar seperti piringan rusak. Aku ingin sekali untuk mengeluarkan dan memuntahkan semua kalimat yang ada dikerongkonganku. Sampai kapan? entahlah, mungkin aku akan membawanya sampai aku mati.
메타데이터
- post_id
- 68d4457e8f2b
- slug
- a-little-heartbreak-68d4457e8f2b
- url
- https://medium.com/@yellownajwa/a-little-heartbreak-68d4457e8f2b
- canonical_url
- https://medium.com/@yellownajwa/a-little-heartbreak-68d4457e8f2b
- author_url
- https://medium.com/@yellownajwa
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-11 21:05:18