← Back to list

Ada Selisih Paham di Penulis KBM, Xingrahmat: Asyik Nih!

Tulisan setelah beberapa hari vakum Medium

Ibrahim Dutinov in Komunitas Blogger M · 2024-12-26 16:32 · 730 claps · 4.1 min read paywalled
#bahasa-indonesia #komunitas-blogger-medium #kepenulisan #medium-platform #diskursus
Open on Medium ↗

Ada Selisih Paham di Penulis KBM, Xingrahmat: Asyik Nih!

Tulisan setelah beberapa hari vakum Medium

Selisih paham tidak kalah penting jika dibandingkan dengan selisih suara ketika pemilihan umum berlangsung. Keduanya sama-sama berakibat fatal jika tidak diselesaikan dengan baik.

Photo by Kenny Eliason on Unsplash

Photo by Kenny Eliason on Unsplash

Dari selisih paham itu bisa positif, bisa juga negatif. Positif menghasilkan informasi baru yang akan menambah wawasan. Negatif justru sebaliknya.

Tidak jarang selisih paham berakhir negatif dengan menghasilkan pertengkaran, keributan, kericuhan sampai pada permusuhan yang berakibat pada pembunuhan. Naudzubillahimindzalik.

Untungnya, selisih paham yang saya maksudkan di sini positif karena menawarkan ruang untuk berbagi perspektif alih-alih baku hantam visual. Karena itulah, selama selisih paham ini memiliki nilai positif, keberadaannya tidak akan menjadi masalah besar yang merugikan.

Lanjutkan membaca dengan mengklik tautan teman.

Saya menulis ini setelah melihat tulisan Mbak Jesica Caroline yang berjudul “Mengkritisi Tulisan Kak Jehamisie Mengenai Hal Berpacaran.” Di sana sudah ramai dengan komentar-komentar warganet Medium.

Salah satu komentar menarik datang dari seseorang yang gambar profil Mediumnya Thor. Yap! Beliau adalah Xingrahmat dengan komentar singkatnya: Asik, nih!

Dari membaca komentarnya Mas Xing, tetiba saya ingat tulisan beliau yang berjudul: “Tidak Ada Perdebatan di Medium.” dari ingatan itulah, saya berani mengatakan kalau komentarnya menarik.

Berbagi perspektif juga bisa kita lihat dari komentar-komentarnya tulisan Mbak Jehamisie dan Mbak Jesica Caroline. Khusus tulisannya Mbak Jesica, pas saya menerbitkan tulisan ini, sudah ada 19 orang yang berkomentar.

Sampai-sampai Mbak Jesica tidak menyangka kalau tulisannya bisa seramai itu. Dari situ, saya semakin tertarik dengan apa yang pernah ditulis Xingrahmat:

Medium mungkin lebih cocok menjadi ruang untuk berbagi perspektif daripada arena perdebatan. Lagi pula, bukankah perdebatan pada dasarnya hanyalah perbedaan cara pandang? Kita tidak harus selalu sepakat — yang terpenting adalah adanya saling memahami. Dengan kata lain “Perdebatan” diperhalus menjadi “Berbagi perspektif”. — Xingrahmat

Sebelumnya…

Pembaca yang mudah-mudahan rezekinya selalu banyak (aamiin). Izinkan saya sedikit bercerita.

Setelah beberapa hari tidak aktif di Medium dengan membaca atau menulis, kemarin saya coba membuka lagi Medium barang sejenak.

Pas membuka singkat itu, saya membaca tulisan Mbak Jesica:

[embed]Mengkritisi Tulisan Kak Jehamisie Mengenai Hal Berpacaran “Dengan komunikasi, sifat saling mengerti, dan komitmen, hubungan semacam ini pun bisa membawa dampak positif dalam…medium.com

Karena tidak ada kutipan dari tokoh lain, saya menganggap bahwa ini murni pendapat pribadi beliau. Singkatnya, tulisan di atas berisi beberapa poin:

  • Mempertanyakan kata sakral, lalu menuliskan pendapat dan solusi versi Mbak Jesica tentang itu.
  • Mempertanyakan kekecewaan dari pacaran yang ditulis Kak Jehamisie yang selanjutnya Mbak Jesica menuliskan pendapat dan solusi versi dirinya.
  • Mbak Jesica mempertanyakan tentang risiko batasan privasi, lalu menuliskan pendapat dan solusi sesuai versinya.
  • Terakhir, kita diberi kesimpulan.

Kesimpulan yang menyatakan bahwa hubungan romantis adalah hal terbaik yang bisa dilakukan pasangan sebelum melangkah ke jenjang yang lebih serius.

Menurutku, sebelum naik ke jenjang yang lebih serius, menjalin hubungan romantis dengan seseorang adalah langkah awal dan hal yang terbaik untuk dilakukan. — Jesica Caroline

Lalu, menjelaskan bahwa hubungan romantis tidak selalu negatif. Perilaku komunikatif, saling mengerti, dan komitmen bisa membuat hubungan romantis itu membawa dampak positif bagi hidup seseorang.

Hubungan romantis itu tidak selalu negatif dan rusak seperti yang sering kita dengar atau lihat. Dengan komunikasi, sifat saling mengerti, dan komitmen, hubungan semacam ini pun bisa membawa dampak positif dalam hidup seseorang. — Jesica Caroline

Lalu …

Seingat saya walaupun tidak meninggalkan jejak, saya pernah sekali melintas di tulisannya Mbak Jehamisie. Tulisan yang dikritik oleh Mbak Jesica bisa dibaca:

[embed]Jujur, Tidak Ada Alasan untuk Berpacaran Ladies, please remember thismedium.com

Dalam tulisan opini tersebut, Mbak yang akun telegramnya bernama Rubyane itu mengawali tulisan dengan mengenalkan prinsipnya dengan tidak berpacaran.

Saya berjalan di atas prinsip “Tidak Untuk Berpacaran”. Dan segala hal apa pun tentang hubungan romantis tanpa sebuah ikatan pernikahan. Bagi saya, keputusan ini sangat tepat untuk melindungi saya. — Jehamisie

Sama halnya dengan tulisan Mbak Jesica, dari tulisan ini juga saya tidak menemukan kutipan tokoh, sehingga saya beranggapan bahwa tulisan ini murni pendapat pribadi beliau.

Beberapa poin yang disampaikan oleh Mbak Jehamisie adalah apa yang dikritik oleh Mbak Jesica:

Pacaran itu…

  • Hal sakral yang dipermainkan,
  • Menggantungkan kebahagiaan kepada orang lain,
  • Merusak batasan privasi,
  • Kesimpulan.

Poin kesimpulan yang ditulis oleh Mbak Jehamisie berisi bahwa pacaran itu tidak diperbolehkan dalam ajaran Islam.

Menurut pandangan agama Islam, pacaran memang tidak diperbolehkan. Kita harus mengakui hal itu. Dan segala sesuatu yang dilarang, janganlah ragu. Itu berarti memang ada hal buruk yang menanti. — Jehamisie.

Kembali ke Selisih Paham

Dari selisih pendapat yang ada, poin yang bisa kita nikmati adalah bahwa wawasan kita bisa bertambah jika kita membaca masing-masing tulisan itu dengan kritis.

Kita bisa mengambil kesimpulan dan mengambil sikap dengan mendukung salah satu pendapat, menengahi, atau membuat opini baru yang berbeda.

Menariknya di Medium, dengan semakin banyak opini yang muncul karena selisih pendapat ini, akan semakin terbuka juga pandangan kita terkait topik yang diangkat.

Karena siapa pun seharusnya tidak akan menelan mentah-mentah informasi yang kita tuliskan. Ada proses membaca kritis yang diteruskan dengan meneliti dan mencari sumber lain setelah membaca.

Setelah itu, lalu membandingkan apakah tulisan kita ini bisa diterima atau tidak. Jika diterima berarti akan mendapatkan dukungan, jika tidak berarti akan mendapatkan tulisan lain berupa berbagi perspektif.

Saya salut kepada Mas Bagus atau Uda Ivan yang meloloskan ketiga tulisan keren yang saya ulas sedikit di atas. Mereka berhasil menghidupkan komunitas dengan beragam perspektif.

Selama setiap penulis bisa bertanggung jawab dengan tulisannya, selama tidak mendobrak nilai-nilai tidak pantas, saya rasa setiap perspektif yang ada menjadi wawasan baru untuk kita.

Ohya, Anda sudah baca tulisan mereka? mendukung yang mana, nih? he-he.

Terima kasih

Jujur, tulisan mereka berhasil membangkitkan kembali semangat saya beraktivitas di Medium. Saya mangkir menulis selama beberapa hari karena kerepotan mengatur jadwal.

Terima kasih saya ucapkan khususnya ke Mbak Jehamisie dan Mbak Jesica. Kalian sudah membangkitkan nilai berbagi perspektif menjadi lebih asyik dan menarik.

Saya melihat walaupun keduanya berselisih paham, tapi mereka tetap saling menghormati satu dengan yang lainnya.

Alasan lain yang membuat saya ingin kembali aktif menulis adalah tulisan saya yang ini:

[embed]Bosan Nulis? Ingat Motivasi Ini #005 Catatan untuk kita yang nulisnya masih mengandalkan suasana hatimedium.com

Saya ingin menutup tulisan ini dengan kalimat menarik:

Setiap kita akan dimintai pertanggung jawaban secara masing-masing. Maka, bertanggung jawablah dengan apa yang kita lakukan entah itu lewat lisan, tulisan atau perbuatan.

Terima kasih, salam hangat Ibrahim Dutinov :)


메타데이터
post_id
696e6b5bb307
slug
selisih-paham-696e6b5bb307
url
https://medium.com/komunitas-blogger-m/selisih-paham-696e6b5bb307
canonical_url
https://medium.com/komunitas-blogger-m/selisih-paham-696e6b5bb307
author_url
https://medium.com/@ibrahimdutinov
status
ok
fetched_at
2026-08-07 03:48:46