Apa sih beda reaksi terang dan reaksi gelap
Dalam buku literatur sudah cukup menjelaskan detailnya.
Apa sih beda reaksi terang dan reaksi gelap
Dalam buku literatur sudah cukup menjelaskan detailnya.
Akan tetapi ada hal-hal yang sering dipahami dengan konsep yang salah.
Dalam 1 pembentukan hasil fotosintesis terdapat tahap reaksi terang dan reaksi gelap.
Kita semua telah mengetahui fotosintesis bisa terjadi karena adanya cahaya, entah dari matahari maupun dari sumber yang lain asalkan panjang gelombangnya cocok sesuai kebutuhan tumbuhan.
Photo by Mathijs Delva on Unsplash
Reaksi terang dan reaksi gelap adalah 1 paket.
Tanpa reaksi terang, maka tak mungkin ada reaksi gelap. Akan tetapi tanpa reaksi gelap, reaksi terang dapat terjadi asal ada cahaya yang dibutuhkan. Lantas jika ada cahaya apakah reaksi gelap dapat terjadi? tentu saja bisa. Terkena atau tidak terkena, reaksi gelap tak peduli itu. SOP nya dia hanyalah jika ada bahan yang dibutuhkan maka ia akan melakukan tugasnya.
Photo by Nathan Dumlao on Unsplash
Orang yang menyeduh kopi apakah peduli dengan peristiwa sampingnya yang sedang memanen biji kopi? tidak bukan. Syarat seseorang menyeduh kopi ialah ia punya seluruh bahan yang diperlukan pada saat itu. Bukan bergantung pada ada tidaknya orang yang memanen biji kopi.
Reaksi terang dan reaksi gelap itu hanyalah istilah yang dibuat. Mereka hanyalah istilah seru untuk memudahkan kita mengenali sesuatu.
Selama reaksi terang mendapatkan standart yang diperlukan maka ia akan terjadi. Begitu pula dengan reaksi gelap, selama persyaratan keberlangsungan terjadinya reaksi gelap terpenuhi maka reaksi itu akan terjadi. Dan ada tidaknya cahaya matahari tak mempengaruhi proses reaksi gelap. Sekali lagi, orang yang menyeduh kopi takkan perduli terhadap orang yang sedang memanen kopi di sampingnya. Selama persediaan air panas dan bubuk kopi ada, dia tetap bisa nyeduh. Hanya saja saat kehabisan bubuk, tentu saja ia harus menunggu hasil panen dari petani kopi di sampingnya tadi.
Pemahaman apa yang sebenarnya sering miskonsepsi dan mengapa bisa terjadi?
Gelap terasosiasi dengan malam. Hingga akhirnya memunculkan pemahaman bahwa reaksi gelap terjadi pada malam hari. Karena pada malam harilah gelap bisa terjadi.
Nama reaksinya ialah reaksi gelap, maka dia dikira ngambek ga mau reaksi jika ada cahaya, karena menciptakan kondisi tidak gelap lagi. Padahal dikatakan gelap karena ia tidak butuh cahaya untuk terjadinya reaksi, bukan karena alasan lain. Yang butuh cahaya itu reaksi terang, dan hasil dari reaksi terang akan digunakan di reaksi gelap. Bahannya itu dari yang dihasilkan oleh reaksi terang.
Mengira jika reaksi terang itu serentak dilakukan. Maka reaksi gelap juga serentak dilakukan. Sehingga harus menunggu reaksi terang berhenti maka akan terjadi reaksi gelap. Padahal tidak begitu. Katakanlah 1 flow dari terjadinya fotosintesis itu berdiri sendiri. Nah dalam satu daun bisa terjadi banyak sekali, tidak hanya 1 flow. Pabrik yang isinya karyawan/buruh, setiap buruh memiliki flow nya sendiri. Ibarat pabrik masker, satu orang bisa membuat 1 masker, satu yang lain juga bisa membuat 1 masker. Dan tidak saling mempengaruhi. Bisa saja karyawan A sedang pada tahap memasang tali masker, tetapi karyawan lain berada di tahap melipat masker.
메타데이터
- post_id
- 6a723eff4db0
- slug
- apa-sih-beda-reaksi-terang-dan-reaksi-gelap-6a723eff4db0
- url
- https://medium.com/@bukitgembus/apa-sih-beda-reaksi-terang-dan-reaksi-gelap-6a723eff4db0
- canonical_url
- https://medium.com/@bukitgembus/apa-sih-beda-reaksi-terang-dan-reaksi-gelap-6a723eff4db0
- author_url
- https://medium.com/@bukitgembus
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-20 23:08:21