← Back to list

Aku rindu

sore ini, aku berjalan mengitari jalan yang biasa kujalani sebagai rutinitas selama empat tahun terakhir. memori berjalan layaknya film, di…

shalsaa · 2026-05-11 21:45 · 2 claps · 1.7 min read
#aku #kamu #tugas-akhir
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment 🎬 · Film & Television

Aku rindu

sore ini, aku berjalan mengitari jalan yang biasa kujalani sebagai rutinitas selama empat tahun terakhir. memori berjalan layaknya film, di setiap tikungan yang kulewati, lorong yang menjadi saksi, langit yang menaungi setiap aktivitas, kesendirian dan luka yang berjalan bak rasa cinta di saat yang sama.

aku kembali merenungi, aku kembali. namun berbeda kali ini, rasanya tidak sama. karena aku menyadari aku sudah tidak cinta.

ingatanku perlahan meluap, mengingat lapangan yang seringkali menjadi tempat bahan tawa kami menggema. kursi depan hima yang menjadi saksi kami sering makan bersama. bekas sampah es yang telah mencair di atas meja. semuanya hampa. terhapus oleh air mata yang mengalir perlahan saat aku meratapi langit abu sore ini.

aku merindukanmu.

mungkin, lebih tepatnya aku rindu saat aku mencintaimu. aku merindukan diriku yang mencintaimu. yang menganggapmu adalah semesta. rotasi dunia. satu-satunya.

sulit ya? berpaling dari semesta. rotasi duniaku berhenti di tengah abu abu. aku yang sebelumnya penuh warna, sekarang campur aduk. menghasilkan abu yang bersemi bersama hatiku yang kelabu. hari hari berjalan sepi. aku pernah mencintaimu. sungguh.

dimanakah kamu? saat aku mencintaimu? mengapa hanya aku yang merasakan hampa, luka dan tidak setara? apa hanya aku yang cinta? apa hanya aku yang berusaha? aku pernah mencintaimu.

hari-hari akhir semester tua terasa sungguh berbeda daripada mahasiswa baru. aku setiap hari harus berjalan ke lab, 8–10 jam hanya untuk menyelesaikan Tugas Akhir sialan. aku tidak menyesal, hanya saja menyesakkan.

kopi di tangan kanan, kursor di tangan kiri memanduku mengerjakan Tugas tiada akhir, aku berkonsentrasi pada layar yang selalu hidup 20 jam sehari non stop. Laptop, kau sungguh berjasa untukku.

Teman temanku sangat sibuk. kanan kiri memegang kursor dan menatap layar tanpa henti, suara smash keyboard tak berhenti. tak tak tak, memandu tiap kata menjadi Tugas Akhir yang sempurna. mungkin? Tujuanku jelas, aku harus lulus semester ini. Mungkin, itu juga yang temanku pikirkan saat mengerjakan tugas sialan ini. Namun, apakah boleh aku merasa apa ya? hampa?

Aku tersenyum kecil, mengingat masa mahasiswa baru, masa masa aku mengikuti berbagai macam kegiatan kampus. Rasanya baru kemarin, namun kopi panas yang kuminum ternyata sudah dingin karena kubiarkan terlalu lama.

Aku merindukanmu. Di tengah Tugas Akhir ku, aku merindukanmu. Aku sungguh berharap kau akan merindukanku juga. Naif memang, aku yang tidak mengerti tapi memaksamu untuk kembali. Aku yang tidak bisa berbicara, setiap kali aku melihatmu aku merasa dadaku berdegup terlalu kencang, sehingga aku tidak bisa berkata apa apa. Atau saat kamu mengeluh tentang Tugas Besar semester 4 yang kita kerjakan bersama, aku tidak berkata apa apa karena, di otakku hanya terngiang ‘aku mencintaimu’.

Bodoh memang. Aku terlalu terlena, menganggap cintaku sudah cukup. Aku sudah berusaha. Apakah kamu tidak melihatnya? Aku hanya kurang bisa mengatakan segalanya. Seperti kopi panas yang selalu kamu ganti, saat itu berubah dingin.

Aku rindu kopi panas.


메타데이터
post_id
6aebd39b4b11
slug
aku-rindu-6aebd39b4b11
url
https://medium.com/@shalsa/aku-rindu-6aebd39b4b11
canonical_url
https://medium.com/@shalsa/aku-rindu-6aebd39b4b11
author_url
https://medium.com/@shalsa
status
ok
fetched_at
2026-06-10 08:17:25