← Back to list

Apa sebenarnya isi dari Al-Qur’an?

Sudah berapa lama kita menjadi Muslim? Apakah kita pernah mencari tahu isi dari Al-Qur’an yang diturunkan Allah?

Langit · 2026-01-30 03:36 · 0 claps · 6.4 min read
#bahasa-indonesia #filsafat-islam #umat-islam #quran #artikel-bahasa-indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: 🕊️ · Religion

Apa sebenarnya isi dari Al-Qur’an?

Sudah berapa lama kita menjadi Muslim? Apakah kita pernah mencari tahu isi dari Al-Qur’an yang diturunkan Allah?

Photo by Masjid MABA on Unsplash

Photo by Masjid MABA on Unsplash

Setiap hari, sebanyak 17 kali dalam sehari, ketika kita membaca Al-Fatihah saat mengerjakan shalat. Ini berarti kita telah meminta petunjuk kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang lurus oleh-Nya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِهْدِنَا الصِّرَا طَ الْمُسْتَقِيْمَ

Tunjukilah kami jalan yang lurus,”

(QS. Al-Fatihah 1: Ayat 6)

Maka Allah turunkanlah Al-Qur’an sebagai petunjuk untuk kita “yang merasa beriman” ini dan setiap hari meminta petunjuk-Nya dalam salat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ جِئْنٰهُمْ بِكِتٰبٍ فَصَّلْنٰهُ عَلٰى عِلْمٍ هُدًى وَّرَحْمَةً لِّـقَوْمٍ يُّؤْمِنُوْنَ

“Sungguh, Kami telah mendatangkan Kitab (Al-Qur’an) kepada mereka, yang Kami jelaskan atas dasar pengetahuan, sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 52)

Kini setelah mendapatkan petunjuk yang kita minta berupa Al-Qur’an, maka selanjutnya apa? Apakah kita sudah mengetahui isinya?

Sejak tahun 2012, saya melakukan cognitive exploration demi mencari tahu apa itu arti dari Iman kepada Allah dan apa itu isi dari Al-Qur’an. Hingga akhirnya saya menemukan Kebenaran.

Di dalam Al-Qur’an, terdapat 2 jenis ayat: ayat Muhkamat dan ayat Mutasyabihat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

هُوَ الَّذِيْۤ اَنْزَلَ عَلَيْكَ الْكِتٰبَ مِنْهُ اٰيٰتٌ مُّحْكَمٰتٌ هُنَّ اُمُّ الْكِتٰبِ وَاُ خَرُ مُتَشٰبِهٰتٌ ۗ فَاَ مَّا الَّذِيْنَ فِيْ قُلُوْبِهِمْ زَ يْغٌ فَيَتَّبِعُوْنَ مَا تَشَا بَهَ مِنْهُ ابْتِغَآءَ الْفِتْنَةِ وَا بْتِغَآءَ تَأْوِيْلِهٖ ۚ وَمَا يَعْلَمُ تَأْوِيْلَهٗۤ اِلَّا اللّٰهُ ۘ وَ الرّٰسِخُوْنَ فِى الْعِلْمِ يَقُوْلُوْنَ اٰمَنَّا بِهٖ ۙ كُلٌّ مِّنْ عِنْدِ رَبِّنَا ۚ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّاۤ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ

“Dialah yang menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad). Di antaranya ada ayat-ayat yang muhkamat, itulah pokok-pokok Kitab (Al-Qur’an) dan yang lain mutasyabihat. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong pada kesesatan, mereka mengikuti yang mutasyabihat untuk mencari-cari fitnah dan untuk mencari-cari takwilnya, padahal tidak ada yang mengetahui takwilnya kecuali Allah. Dan orang-orang yang ilmunya mendalam berkata, Kami beriman kepadanya (Al-Qur’an), semuanya dari sisi Tuhan kami. Tidak ada yang dapat mengambil pelajaran kecuali orang yang berakal.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 7)

Ayat Muhkamat adalah ayat-ayat pokok yang artinya sudah jelas dan terang berupa perintah Allah yang nyata. Misalnya, seperti: Iqra.

Iqra atau membaca adalah perintah yang sudah terang dan jelas dari Allah. Kita tidak perlu meributkan tafsirnya kemudian berpaling dan pura-pura tuli dengan alasan berbeda tafsir, melainkan tinggal kita patuhi dan amalkan saja. Membaca. Simpel. Apa pun mazhab kamu, siapa pun Ustad favorit kamu, ketika Allah perintahkan Iqra, maka kamu perlu mengamalkan Iqra tanpa debat dan protes.

Demikianlah contoh ayat Muhkamat.

Saya membedah Al-Qur’an dengan metode mencatat ayat-ayat penting atau Muhkamat, seperti di bawah ini:

Ayat-ayat muhkamat saling berkaitan membentuk pola pikir dan identitas.

Ayat-ayat muhkamat saling berkaitan membentuk pola pikir dan identitas.

Pencatatan itu tidak dilakukan sehari semalam, melainkan bertahun-tahun yang panjang. Catatan itu membeberkan ayat-ayat pokok yang kemudian dapat menjadi prinsip dan saling berkaitan, membangun pola pikir atau mindset serta identitas diri sebagai orang Muslim. Proses pencatatan tersebut mengubah cara saya melihat dunia dan menilai kehidupan.

Sebelum tahu isi Al-Qur’an, saya pikir Islam itu hanya:

  1. Kerjakan Rukun Islam
  2. Perbanyak zikir dan sedekah
  3. Perhatikan halal dan haram (jauhi riba, jangan makan babi, jangan mencela, dan berbagai perkara halal-haram lain yang sering justru tidak dipatuhi)
  4. Perbanyak amal saleh (mencari nafkah untuk keluarga pun termasuk dari perbuatan amal saleh), dan
  5. Berdoa meminta Surga dan bersantai ria

Setelah tahu isi Al-Qur’an, ternyata Islam itu mengajarkan:

  1. Membaca buku, alam, manusia, dan kehidupan (Iqra)
  2. Berfilsafat merenungkan alam, kehidupan, dan manusia
  3. Perhatikan sains, mulai dari biologi, fisika, matematika, kosmologi, dan lain sebagainya
  4. Menjadi manusia /mengenal diri (belajar psikologi, neurosains, dan berbagai sifat dasar manusia (law of human nature))
  5. Memahami kesendirian dan kemandirian (termasuk kemandirian berpikir)
  6. Melatih mental dan kecerdasan emosi
  7. Menjaga keseimbangan hidup dan alam
  8. Menjaga persatuan (ingin tahu apa akibat ketika Muslim tidak bersatu? Hancur bumi ini)
  9. Belajar kepemimpinan (kenapa? Agar kita bisa memimpin diri sendiri dan tidak melahirkan pemimpin yang zalim)
  10. Melakukan perbaikan dan memperjuangkan Kebenaran (ini berat jika dilakukan sendirian, makanya harus bersatu)
  11. Kemampuan melihat Neraka (ini bukan mengarang, ya)
  12. Berzikir dan perbanyak sedekah? Sudah pasti
  13. Wajib militer (benar. Dalam Islam sebenarnya Allah telah memerintahkan Muslim untuk melaksanakan wajib militer)
  14. Rukun Islam (tentu saja termasuk)
  15. Perhatikan halal dan haram (pastilah termasuk, jangan riba, jangan minum alkohol, jangan berzina, dan seterusnya)
  16. Berbuat baik dan perbanyak amal saleh? Ini pun jelas termasuk
  17. Berusaha membeli Surga secara kontan (ya, karena Surga tidak cukup bisa dibeli dengan perbanyak sedekah dan puasa)
  18. Dan masih banyak lagi. Banyak lagi!

Hingga pada akhirnya saya mengerti:

Islam tidak mengajarkan Muslim hidup hanya untuk mencari makan, beranak-pinak, dan beribadah seperti hewan ternak. Melainkan lebih dari pada itu.

Jika ingin selamat dunia dan akhirat, umat Muslim harus bersama-sama kembali ke Al-Qur’an. Kita tidak ada pilihan untuk mengelak.

Mulailah memperhatikan Al-Qur’an

Di dalam Al-Qur’an terdapat rahasia Semesta dan ketetapan Allah yang dapat digunakan untuk membangun peradaban. Tapi ketika umat Muslim jauh dari Al-Qur’an, maka binasa-lah umat Muslim, dan Allah sudah menjanjikan hal tersebut.

Kita ini terancam melarat di dunia dan menderita kekal di akhirat.

Sekarang ini umat Muslim terlalu fokus pada hadis-hadis dan sudah lama meninggalkan Al-Qur’an dengan alasan takut salah tafsir. Sekalipun bisa membaca ayat-ayat dengan merdu dan menghafalnya, mereka tidak pernah mencari tahu apa itu isinya dan tidak peduli.

Janganlah kita wafat sebelum kita tahu isi dari Al-Qur’an, sebelum kita sempat merenungi dan mengamalkan perintah Allah selain dari Rukun Islam.

Apakah kamu pernah mendengar ayat ini?

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَـقَدْ ذَرَأْنَا لِجَـهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَا لْاِ نْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوْبٌ لَّا يَفْقَهُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُوْنَ بِهَا ۖ وَلَهُمْ اٰذَا نٌ لَّا يَسْمَعُوْنَ بِهَا ۗ اُولٰٓئِكَ كَا لْاَ نْعَا مِ بَلْ هُمْ اَضَلُّ ۗ اُولٰٓئِكَ هُمُ الْغٰفِلُوْنَ

Dan sungguh, akan Kami isi Neraka Jahanam banyak dari kalangan jin dan manusia. Mereka memiliki hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka memiliki mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengarkan (ayat-ayat Allah). Mereka seperti hewan ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lengah.

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 179)

Sungguh merugi Muslim yang sudah rajin sujud dan zikir, tapi dicap seperti hewan ternak oleh Allah disebabkan tidak mau memperhatikan Al-Qur’an.

Kita harus mengerti bahwa Al-Qur’an ibaratkan “pesan WhatsApp” dari Allah kepada kita. Jika kita cuek tidak peduli, bersikap sombong, maka wajar bila Allah murka. Hingga, Dia putuskan kita pantas masuk Neraka.

Sebagai Muslim yang ingin membeli Surga, jangan kita lengah dan ingatlah bahwa kelak kita akan bertemu Allah dalam sesi 1 on 1.

Tidak ada penolong bagi kita selain Allah.

Nabi pun tidak akan sanggup menolong kita, jika Allah sudah mencap kita seperti “hewan ternak” disebabkan kebodohan kita yang tidak bisa memahami Kebenaran.

Coba tanyakan hal ini pada diri kita:

“Apakah saya ingin masuk Surga?”

Jika jawaban kamu adalah: “Ya”, berarti kamu harus memperhatikan Al-Quran dengan sungguh-sungguh, dan berserah diri mengamalkan perintah-Nya secara kafah — keseluruhan tanpa pilih-pilih — secara bertahap.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰعِبَا دِ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمُ الْيَوْمَ وَلَاۤ اَنْتُمْ تَحْزَنُوْنَ

Wahai hamba-hamba-Ku! Tidak ada ketakutan bagimu pada hari itu, dan tidak pula kamu bersedih hati.”

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَكَا نُوْا مُسْلِمِيْنَ

“(Yaitu) orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami dan mereka berserah diri.”

اُدْخُلُوا الْجَنَّةَ اَنْتُمْ وَاَ زْوَا جُكُمْ تُحْبَرُوْنَ

Masuklah kamu ke dalam surga, kamu dan pasanganmu akan digembirakan.”

(QS. Az-Zukhruf 43: Ayat 68, 69, 70)

Kita harus menyadari, bahwa:

Al-Qur’an baru akan berfungsi sebagai petunjuk dan rahmat, ketika kita “berserah diri” dengan cara mematuhi petunjuk Allah yang tertulis di dalamnya.

Jika kita pura-pura tuli dan berpaling karena tidak ingin “berserah diri”, tentulah tidak ada gunanya Al-Qur’an itu bagi kita.

Jika ingin masuk Surga, maka tidak cukup menghafal dan bisa membaca Al-Qur’an dengan merdu saja. Kita tidak ada pilihan. Tidak bisa bahasa Arab bukan alasan. Tidak ada waktu bukan alasan.

Tidak ada gunanya kita ribut perkara halal-haram, sedangkan isi Al-Qur’an sendiri tidak kita pedulikan dan pelajari.

Karena sejak awal tidak pernah ada dalam ketetapan Allah, bahwa Rukun Islam dan halal-haram saja sudah cukup untuk membawa kita masuk ke Surga-Nya. Jika pun ada Ustad yang berkata demikian, yang demikian itu telah berlawanan dengan ketentuan Allah. Sesuai janji Allah di bawah ini yang saya yakin tidak pernah kamu dengar dalam kajian-kajian Islam.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَا سْتَكْبَرُوْا عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ اَبْوَا بُ السَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُوْنَ الْجَـنَّةَ حَتّٰى يَلِجَ الْجَمَلُ فِيْ سَمِّ الْخِيَا طِ ۗ وَكَذٰلِكَ نَجْزِ ى الْمُجْرِمِيْنَ

“Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak akan dibukakan pintu-pintu langit bagi mereka, dan mereka tidak akan masuk surga, sebelum unta masuk ke dalam lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat jahat.”

(QS. Al-A’raf 7: Ayat 40)

Kita harus selalu ingat, bahwa Surga tidak dimiliki oleh Nabi atau pun perawi hadis. Jika Allah bilang, “Orang yang sombong kepada Al-Qur’an-Ku tidak akan pernah masuk Surga.”

Maka demikianlah ketetapan-Nya.

Jika jawaban kamu adalah: “Saya tidak ingin masuk Surga”, maka jalanilah hidup senikmat-nikmat dan sebebas-bebasnya karena waktumu sangat terbatas.

Tepuk tangan 👏 darimu selalu menjadi penyemangat bagi Langit untuk terus menulis dan berbagi inspirasi. Ikuti akun Medium Langit untuk postingan terbaru, dan bagikan ke keluarga atau teman dekat jika kamu merasa tulisan ini bermanfaat. 🤳

Terima kasih telah membeli produk Orang Langit (kalau belum, link tokonya ada di sini, yaa 😆) dan atas segala dukungan yang kamu berikan terhadap tulisan ini.

Sampai bertemu lagi di tulisan selanjutnya! 🙂


메타데이터
post_id
6b2d57e81084
slug
apa-sebenarnya-isi-dari-al-quran-6b2d57e81084
url
https://medium.com/@oranglangit/apa-sebenarnya-isi-dari-al-quran-6b2d57e81084
canonical_url
https://medium.com/@oranglangit/apa-sebenarnya-isi-dari-al-quran-6b2d57e81084
author_url
https://medium.com/@oranglangit
status
ok
fetched_at
2026-07-19 21:53:32