← Back to list

Boikot dan Kelas Menengah Muslim Indonesia

Boikot ini adalah salah satu aksi perlawanan politik massal secara global yang paling masif di abad 21.

Jabal Sab in Islam Indonesia · 2025-06-23 23:07 · 166 claps · 3.7 min read paywalled
#islam #sosial #politik #boykot #islam-indonesia
Open on Medium ↗
Wiki topics: ⚖️ · Law & Justice 🕊️ · Religion

Boikot dan Kelas Menengah Muslim Indonesia

Boikot ini adalah salah satu aksi perlawanan politik massal secara global yang paling masif di abad 21.

Photo by Sophie Popplewell on Unsplash

Photo by Sophie Popplewell on Unsplash

Warga Banda Aceh di suatu masa pernah mengukur kemajuan dengan keberadaan KFC di kota ini sebagai indikatornya. Betapa tidak, di hampir seluruh kota besar di dunia, kita bisa mendapatkan keberadaan restoran waralaba cepat saji asal Amerika Serikat tersebut.

Dua tahun yang lalu, gerai McDonald's pertama dibuka di Banda Aceh. Gerai tersebut dibangun di atas tanah yang luas dengan bangunan dua lantai berarsitektur modern yang memukau. Restoran McD yang baru buka kala itu, diserbu oleh ramai pengunjung. Dulunya, warga Aceh hanya bisa menikmati gerai fastfood cepat saji nomor satu dunia itu di kota Medan.

Dalam waktu singkat, restoran McD yang baru buka di Banda Aceh dan sempat viral hingga disesaki pengunjung, tiba-tiba sepi. Hal ini disebabkan oleh boikot produk-produk pendukung zionisme/ Israel, akibat dari serangan besar-besaran Israel ke Gaza, Palestina. Gerai KFC yang berada di Banda Aceh selama hampir 20 tahun pun kini sepi dan ditinggalkan pengunjung. Begitu juga dengan Pizza Hut. Boikot sebagai gerakan global juga merambah Banda Aceh.

Boikot produk-produk pendukung Zionisme begitu viral. Boikot ini adalah salah satu aksi perlawanan politik massal secara global yang paling masif di abad ke-21.

Perusahaan multinasional seperti Starbucks, McDonald's, PepsiCo, Unilever, dan Walt Disney melaporkan penurunan saham dan nilai pasar. Contohnya, Starbucks kehilangan hampir US$12 miliar (sekitar Rp 186 triliun) nilai pasar dalam sebulan pada akhir 2023, dengan saham turun 8,96%. McDonald's mencatat penurunan saham ke level terendah US$245,5 per saham pada Oktober 2023.

Di Indonesia, perusahaan seperti PT Sarimelati Kencana Tbk (pengelola Pizza Hut) dan MAPB (pengelola Starbucks) melaporkan penurunan kinerja, dengan saham MAPB anjlok lebih dari 8% dalam 6 bulan terakhir di 2023.

KFC Indonesia mencatat kerugian Rp 557,08 miliar, sebagian akibat boikot ditambah dampak pandemi, menyebabkan penutupan 47 gerai dan PHK 2.274 karyawan.

Gerakan BDS (Boycott, Divestment, Sanctions) dilaporkan menyebabkan kerugian ekonomi signifikan bagi Israel. Al Jazeera menyebutkan kerugian Israel mencapai US$600 juta per pekan (sekitar Rp9,5 triliun) akibat boikot global. Investasi asing ke Israel turun 46% pada 2014, dan perusahaan seperti Carmel Agrexo mengalami likuidasi karena kesulitan ekspor.

Boikot produk pro Israel sebagai sebuah gerakan global, berdasarkan statistik, benar-benar berdampak. Hal ini turut terjadi di Banda Aceh. Kesadaran warga Banda Aceh terhadap isu politik global terkait Gaza dan Palestina, terbilang besar. Padahal Aceh adalah sebuah provinsi paling ujung Sumatera yang terkesan terisolir. Namun dengan penyebaran informasi yang masif melalui internet dan media sosial, warga Aceh pun ikut dalam sebuah gerakan global.

Masifnya boikot ini juga menunjukkan bahwa isu-isu Muslim global seperti Palestina adalah sebuah isu yang menjadi perhatian khusus bagi warga Aceh. Warga Aceh sebagai sebuah entitas kesukuan yang punya akar historis dan kebudayaan Islam yang kuat, menunjukkan rasa empati terhadap sesama saudara Muslim di Gaza, Palestina. Melalui boikot, setidaknya tiga restoran cepat saji asal AS yang dikenal atau dianggap sebagai penyumbang terhadap rezim zionisme Israel mendadak sepi pengunjung akibat boikot.

Masuknya Restoran Cepat Saji Baru

Berdasarkan laporan media, boikot ini telah meningkatkan tingkat kunjungan konsumen di gerai-gerai restoran cepat saji dalam negeri seperti Steak & Shake. Sementara di Banda Aceh, gerai restoran cepat saji dalam negeri yang menjual ayam goreng seperti KFC, Richeese, telah membuka beberapa gerai barunya. Sepertinya Richeese coba mengambil alih pasar ayam goreng cepat saji yang selama ini dipegang oleh KFC. Richeese melihat boikot ini sebagai kesempatan bagi perusahaannya untuk menguasai pasar ayam goreng cepat saji di Banda Aceh.

Tidak hanya Richeese, di salah satu bekas gerai restoran Pizza Hut di bilangan Lamnyong, telah dibuka restoran ayam goreng cepat saji Al-Maz Fried Chicken. Restoran waralaba ini berasal dari Arab Saudi. Menyediakan ayam goreng sejenis KFC dengan bumbu khas Arab dan juga punya pilihan menu nasi biryani.

Beberapa kali saya lewat di depan restoran Al-Maz, selalu dipenuhi pengunjung. Antusiasme warga Banda Aceh untuk mencicipi ayam goreng khas Arab ini begitu besar. Al-Maz, restoran asal Arab Saudi ini, menjadi antitesis terhadap produk KFC yang berasal dari Amerika Serikat dan diketahui pro pemerintahan Israel. Al-Maz dianggap sebagai “simbol” melawan zionisme dan Barat. Al-Maz adalah milik seorang Muslim, dan oleh karena itu, mungkin masyarakat berpikir bahwa lebih baik mengkonsumsi produk yang dimiliki oleh orang Muslim.

Preferensi Kelas Menengah Muslim

Boikot kali ini hanyalah sebuah katalisator bagi penduduk kelas menengah Muslim terhadap pola konsumsi mereka sehari-hari. Jika boikot membuat preferensi konsumsi masyarakat Muslim kelas menengah beralih secara signifikan, bahkan terbilang masif, namun sebelum boikot sebenarnya kesadaran ini sudah mulai terbangun.

Di Indonesia, salah satu ikon kesadaran kelas menengah Muslim dalam pola konsumsi sehari-hari bisa dilihat dari berkembang dan besarnya sebuah brand kosmetik dalam negeri, Wardah. Brand kosmetik ini, selain dibuat oleh Muslim dan dibuat di dalam negeri, juga berangkat dari kegelisahan sebagian kelas menengah Muslim terhadap halal atau tidaknya produk kosmetika yang dijual selama ini.

Berangkat dari kesadaran kelas menengah Muslim Indonesia atas produk halal, Wardah meramaikan pasar kosmetika dalam negeri dengan memastikan produk kosmetika halal bagi konsumennya. Selain mengedepankan produk halal, Wardah memakai nama brand yang berangkat dari terminologi Arab yang Islami. Wardah berarti mawar, simbol kewanitaan dan keindahan. Wardah berhasil mengemas simbol dan identitas baru bagi konsumennya, perempuan kelas menengah Muslim Indonesia. Kini Wardah telah menjadi produk kosmetika yang cukup laris di pasaran.

Berangkat dari kasus di atas, pola preferensi konsumen atas produk-produk industri bukan hanya soal urusan bisnis semata. Preferensi konsumen juga melibatkan preferensi politik, sosial dan psikologi. Al-Maz dan Wardah telah hadir sebagai simbol yang merepresentasikan identitas dan jatidiri Muslim kelas menengah modern. Industri juga bukan hanya menjual produk, mereka menjual simbol yang sejalan dengan imajinasi psikologis, latar belakang sosial, serta preferensi politik konsumen.


메타데이터
post_id
6befedc29c96
slug
boikot-dan-kelas-menengah-muslim-indonesia-6befedc29c96
url
https://medium.com/islam-indonesia/boikot-dan-kelas-menengah-muslim-indonesia-6befedc29c96
canonical_url
https://medium.com/islam-indonesia/boikot-dan-kelas-menengah-muslim-indonesia-6befedc29c96
author_url
https://medium.com/@jabalsab
status
ok
fetched_at
2026-07-19 07:45:11