← Back to list

Rendahnya Masyarakat Indonesia yang Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi dan Pengaruhnya…

Perguruan tinggi merupakan tempat dimana ilmu-ilmu diperdalam secara spesifik, mahasiswanya dituntut untuk dapat berpikir secara kritis…

Dimas Syahriza Adiwira · 2025-12-08 12:42 · 8 claps · 2.8 min read
#perguruan-tinggi-negeri #ptn #popope-mahasiswa #kaderisasi #pendidikan-tinggi
Open on Medium ↗

Rendahnya Masyarakat Indonesia yang Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi dan Pengaruhnya Terhadap Rendahnya Kesejahteraan Masyarakat

Perguruan tinggi merupakan tempat dimana ilmu-ilmu diperdalam secara spesifik, mahasiswanya dituntut untuk dapat berpikir secara kritis serta merupakan tempat yang memfasilitasi seluruh sivitas akademikanya untuk berkembang. Tidak dapat dipungkiri, pendidikan tinggi yang didapat dari perguruan tinggi, berpengaruh besar terhadap keadaan sosial suatu bangsa. Riset serta Inovasi yang dikembangkan melalui pendidikan tinggi, dapat menghasilkan teknologi-teknologi baru. Serta, mahasiswa yang dilatih berpikir kritis dan taktis menjadikan mereka tidak gampang untuk dibodohi dan juga menjadikan mereka kritis terhadap isu-isu sosial. Namun, bagaimana jika kesadaran untuk melanjutkan pendidikan ke pendidikan tinggi masih rendah dalam suatu masyarakat?

Data menunjukkan bahwa persentase masyarakat yang melanjutkan ke pendidikan tinggi di Indonesia masih rendah, yakni hanya 10,2% masyarakat Indonesia yang tercatat lulus dari perguruan tinggi. Sebagai perbandingan, negara dengan persentase masyarakat yang mengikuti pendidikan tinggi tertinggi adalah kanada (64,7%) dan yang terendah adalah angola (0,1%). Hal tersebut, menjadikan Indonesia masih sangat rendah dalam hal pendidikan tinggi. Padahal, seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pendidikan tinggi berpengaruh besar terhadap suatu bangsa. tanpa banyaknya orang yang berpikir kritis, cakap serta berpengetahuan tinggi, masyarakat hanya akan terus berputar-putar pada masalah yang sama tanpa menemukan solusi yang tepat.

Korupsi, kemiskinan serta banyaknya masyarakat yang masih terjebak pada masalah-masalah kecil seperti kemacetan, lalu lintas yang tidak teratur karena banyaknya warga yang melawan arus, sampah yang masih belum terkelola dengan baik dan sebagainya, merupakan isu sosial yang masih terjadi di Indonesia. Hal tersebut sangat erat kaitannya dengan banyaknya masyarakat Indonesia yang tidak mengikuti pendidikan tinggi. Korelasi pendidikan tinggi terhadap hal-hal tersebut dapat dilihat pada misalnya pendapatan perkapita, di mana Kanada sebagai negara dengan jumlah lulusan perguruan tinggi tertinggi memiliki PDB sebesar Rp. 741.049.399,10. Sedangkan, Angola sebagai negara dengan jumlah lulusan perguruan tinggi memiliki PDB Rp. 29.924.363,15. Kita juga dapat melihat bahwa Kanada berada di peringkat 15 berdasarkan kebersihan di korupsi, sedangkan Indonesia dan Angola masing-masing berada di urutan 99 dan 121. Serta, negara dengan lulusan perguruan tinggi pun cenderung lebih bahagia daripada negara yang masyarakatnya sedikit yang mengenyam pendidikan tinggi.

Isu-isu sosial sebelumnya sangat berkaitan dengan rendahnya semangat berpendidikan tinggi di Indonesia. Masyarakat yang kritis tidak akan gampang untuk dibodohi, ditipu atau digiring opininya. Sehingga, masyarakatnya akan mampu berpikir secara logis terhadap suatu hal dan juga tidak akan mau langsung percaya terhadap janji-janji manis yang hanya dilontarkan saat kampanye saja. Masyarakat yang inovatif akan terus menciptakan suatu teknologi baru yang dapat menopang kehidupan masyarakat selanjutnya. Dengan begitu, kemajuan negara bisa terlaksana. Serta, tentunya masyarakatnya akan lebih sejahtera dan makmur.

Sebagai seorang mahasiswa, sudah sepatutnya mahasiswa tersebut turut berkonstribusi dalam permasalahan ini. Sudah sepatutnya mereka menyebarkan semangat berpendidikan tinggi terhadap sesama. Karena, salah peran mahasiswa adalah sebagai agent of change dan social control. Mahasiswa pada dasarnya adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Namun, ia memiliki ilmu yang lebih baik daripada mereka yang tidak mengenyam pendidikan tinggi. Sehingga, ia dianggap sebagai sosok teladan dan sosok cahaya yang bisa mengarahkan masyarakat kapada suatu perubahan. Maka daripada itu, sudah seharusnya seorang mahasiswa menggunakan potensi dan perannya untuk mengajak masyarakat mengenyam pendidikan tinggi.

Dalam tri dharma perguruan tinggi, ada yang bernama pengabdian masyarakat. Hal tersebut sangat penting karena ilmu akan sangat berguna apabila disebarkan pada masyarakat luas. Mahasiswa sebagai agen perubahan sudah seharusnya melakukan pengabdian masyarakat dan menyebarkan ilmu yang telah didapatkannya agar masalah-masalah sosial dan masalah-masalah yang lainnya terselesaikan dengan baik. Mahasiswa tidak bisa diam saja memikirkan dirinya sendiri. Karena pada dasarnya, ia adalah bagian dari masyarakat itu sendiri. Ia bergantung pada masyarakat dan sebaliknya.

Mahasiswa yang tidak menyebarkan semangat berpendidikan tinggi pada masyarakat akan menyebabkan masyarakat itu semakin terpuruk dalam masalah-masalah lama. Masyarakat yang tidak memiliki pemikiran kritis akan menghasilkan masyarakat baru yang tidak mau berkuliah. Sehingga, akan mempengaruhi keberlanjutan masyarakat itu sendiri kedepannya. Maka dari, mahasiswa dan sosial masyarakat sangat berkaitan. Mahasiswa berasal dari masyarakat dan makmur atau tidaknya masyarakat itu juga bergantung pada ilmu dari perguruan tinggi yang didapat oleh mahasiswa itu sendiri.

Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwa potensi, posisi dan peran mahasiswa haruslah dipergunakan sebaik-baiknya agar masyarakat menjadi masyarakat yang makmur. Karena peran dan potensi mahasiswa, kehidupan sosial masyarakat serta kemajuan suatu negara, saling bergantung satu sama lain. Kalau tidak dimulai dari satu individu, maka bagaimana yang lain akan mengikutinya? Oleh sebab itu, marilah kita semua mulai berkontribusi untuk kemajuan bangsa. Karena, menjadi penggerak tidak memerlukan melalukan sesuatu yang besar, akan tetapi bisa dimulai dari hal kecil namun konsisten.


메타데이터
post_id
6c18e507a1bc
slug
tugasmedium-dimas-syahriza-adiwira-fti-capanlap-6c18e507a1bc
url
https://medium.com/@dimassyahrizaadiwira/tugasmedium-dimas-syahriza-adiwira-fti-capanlap-6c18e507a1bc
canonical_url
https://medium.com/@dimassyahrizaadiwira/tugasmedium-dimas-syahriza-adiwira-fti-capanlap-6c18e507a1bc
author_url
https://medium.com/@dimassyahrizaadiwira
status
ok
fetched_at
2026-06-20 20:29:01