← Back to list

​Atmadeva Wiranata

Sebenarnya, kenapa manusia ingin dikenal?

Atmadeva Wiranata in Penulis Indonesia · 2026-04-01 23:25 · 600 claps · 2.0 min read
#philosophy #psychology #penulis-indonesia #profil #pidim
Open on Medium ↗
Wiki topics: PHI · Philosophy PSY · Psychology

​Atmadeva Wiranata

Sebenarnya, kenapa manusia ingin dikenal?

Foto tahun 2019. Dok. Pribadi

Foto tahun 2019. Dok. Pribadi

​Jika mungkin banyak perkenalan diri yang selalu dimulai dengan sebuah pernyataan, tolong izinkan kali ini aku mencoba sesuatu yang berbeda. Sebab bagiku, "tanya" adalah bagian dari identitas diriku yang semestinya.

​Sebelum kita melangkah lebih jauh pada pertanyaan di atas, perkenalkan: namaku Atmadeva Wiranata. Sebuah nama yang kupilih sendiri saat aku beranjak dewasa. Identitas baru yang sedang kubentuk untuk diriku sendiri, sekaligus nama yang kugunakan dalam setiap nafasku ketika menulis.

​Aku tidak ingin menjelaskan siapa diriku atau topik apa yang sering kutulis. Sebab, itu adalah sebuah perkara mudah; kalian bisa menelusuri profil Medium-ku atau sekadar mencari arti dari namaku di mesin pencarian jika benar-benar ingin tahu.

​Kali ini, izinkan aku untuk melanggar aturan sedikit saja. Sebab aku ingin mendiskusikan sesuatu dengan kalian—para pembaca yang ditakdirkan untuk terus menyimak, dan pada akhirnya diminta untuk menjawab sebuah pertanyaan.

​Kawan, menurut kalian, kenapa banyak sekali manusia yang ingin agar dirinya dikenal?

​Mereka mengukir nama lewat berbagai karya dan momentum pencapaian yang luar biasa. Bahkan cenderung terobsesi agar nama mereka tercatat di banyak tempat, di sudut buku rekapan sejarah yang senantiasa diubah.

​Apakah karena mereka ingin menjadi orang yang paling penting di alam semesta?

​Atau merasa jika banyak orang mengingat nama mereka, maka ruh ini akan tetap abadi meski jasad kita telah mati?

​Mungkin itulah jawaban yang sering kita jumpai dalam film, buku, atau konten media sosial yang seringkali berseliweran dalam genggaman kita.

Tapi, apakah itu berarti jika yang mengenal kita hanya segelintir orang saja, ruh kita akan dengan mudah hilang dan dilupakan?

Kawan, rekan seperjuanganku yang budiman. Di tulisan kali ini, biarkan aku untuk memulai dan berkenalan diri dengan kalian. Bukan agar namaku tercatat dalam buku sejarah, bukan pula agar ruhku tertanam kuat pada bumi.

​Alasannya sederhana, meski mungkin terdengar sedikit aneh bagi para pembaca.

​Aku memperkenalkan diri di sini—menggunakan banyak teatrikal atau pertanyaan yang mungkin membuat pening—sebab aku sedang mencari seorang kawan. Seorang rekan seperjuangan.

​Aku sedang mencari manusia yang senantiasa menulis meski mereka sedang tidak baik-baik saja. Mereka yang ingin berhenti berulang kali namun pada akhirnya selalu berhasil untuk kembali, dan terus berjuang meski kemarin harga diri ini telah sempat mati.

Sebab kepalaku terlampau berisik jika hanya ditemani oleh sunyi.

Ia terasa ringkih dan liar secara beriringan, menafikkan banyak ucapan;

To hide, and run away.

Because my soul is longing for you, for so long that it feels painful at times.

My hands cannot reach you, and my words often fall on deaf ears.

But I’m trying, even if somehow I keep failing again and again.

Being rejected, being scorned.

.

And still, I believe that someday we will meet. Sharing the sparks in our soul, connected through our writing.

And then, everything will find its purpose. Everything will become worth it again.

Until the universe works its magic.

And we will follow our own paths, destined to fulfill what is left in our dreams, ever again.


메타데이터
post_id
6c44cca0d0c2
slug
atmadeva-wiranata-6c44cca0d0c2
url
https://medium.com/penulis-indonesia/atmadeva-wiranata-6c44cca0d0c2
canonical_url
https://medium.com/penulis-indonesia/atmadeva-wiranata-6c44cca0d0c2
author_url
https://medium.com/@atmadevawiranata
status
ok
fetched_at
2026-06-14 11:28:49