Lari Half Marathon Perdana di Lombok
Setelah berjuang, yang tersisa hanyalah bersenang-senang
Lari Half Marathon Perdana di Lombok

Dokumentasi Pribadi: Suasana Lari Sewaktu Sunrise di Sirkuit Mandalika, Lombok
Aku sudah menjadikan lari sebagai olahraga cukup rutin sejak duduk di bangku SMA. Mulai menyenanginya di masa pandemi, lalu semakin mendalami hingga akhirnya serius latihan sejak awal tahun 2025. Bertahun-tahun berlari sejauh 5–10 kilometer, ditambah dengan trennya yang semakin menggila di tahun ini membuat aku ingin berlari lebih jauh lagi. Awalnya, aku berniat memulai perjalanan itu di rumahku sendiri, Jakarta, lewat acara BTN Jakarta International Marathon. Tapi karena kehabisan tiket, semesta justru menuntunku untuk memulai perjalanan ini di tempat yang jauh lebih menantang: Mandalika, Lombok.
Tanpa ba-bi-bu aku segera daftar acara Pocari Sweat Run Lombok begitu iklannya lewat di media sosial. Awalnya sempat ragu, karena katanya matahari Lombok jumlahnya tiga. Tapi godaan untuk merasakan sensasi berlari di sirkuit internasional MotoGP, ditambah kesempatan menjelajahi keindahan Lombok seusai lari, membuat semua keraguan itu terasa sepadan.
>>> Jika kamu belum berlangganan Medium, silakan lanjutkan membaca melalui tautan ini.

Dokumentasi Pribadi: Spot Foto di Gerbang Sirkuit Mandalika, Lombok
Aku kira sepanjang lari di Lombok akan baper dan emosional, mengingat masa-masa latihan yang sangat aku perjuangkan. Ternyata kebalikannya: penuh senyum cengar-cengir, tidak bisa menahan rasa bahagia yang amat sangat. Pun, aku kira di garis finish akan menangis terharu bisa tembus target 21 kilometer. Nyatanya sibuk bertahan agar tetap bisa bernafas, karena puanasnya sirkuit di 4 kilometer terakhir. Biasanya ketika latihan aku masih bisa last push — negative split (usaha terakhir, kecepatan meningkat terus hingga finish) di kilometer-kilometer terakhir, tapi kali ini rasanya berat sekali. Sepanjang kilometer terakhir, isi kepalaku hanya doa minta pertolongan YME untuk bisa finish, sambil teriak-teriak dalam hati: “LEMAH BANGET GUE, POKOKNYA ABIS INI MAU NGE-GYM LIMA KALI SEMINGGU”. Hahaha. Walau yaa… setelah selesai langsung berubah pikiran mau istirahat dulu yang lama. Tapi gak jadi, sayang VO2Max (angka yang menunjukkan kemampuan menyerap oksigen selama berolahraga) aku nanti turun lagi.
Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang paling bikin aku terharu: bisa sampai di garis finish 21 kilometer meski dulu sempat divonis tidak bisa lari lagi. Masih terbayang momen aku menangis di depan dokter saat itu. Setiap mencoba lari, baru 20 — 30 menit rasanya kaki seperti ditusuk-tusuk. Ketika itu terjadi, bukan hanya fisikku yang luka, tapi juga mentalku yang trauma.
Sampai akhirnya, tahun lalu aku dapat dukungan untuk lari lagi. Mulai dari teman untuk berlari bersama, kesempatan daftar gym beserta PT (Personal Trainer — pelatih di gym) dengan harga murah, hingga sugesti positif dari PT dan senior-seniorku di gym. Lalu mulai terpapar banyak konten edukasi seputar lari di media sosial, membuat aku banyak belajar dan berani bermimpi sekali lagi di dunia pelarian.
Masa-masa training pun tidak mulus. Sering sekali aku mengalami overtraining — mungkin karena terlalu bersemangat bisa lari lagi. Aku pun berpikir berkali-kali, “Ini semesta beneran ngijinin aku lari lagi gak, sih?” Tapi berkali-kali juga semesta memberikan pertanda positif. Seperti ketika aku sedang jalan-jalan di mall Gandaria City, tiba-tiba bertemu acara Garuda Travel Fair — dapat tiket pp Lombok yang harganya tidak mungkin bisa lebih murah lagi. Kemudian doa-doa yang dikabulkan persis seperti yang kuminta, bertemu komunitas yang suportif, dan masih banyak lagi. Pada satu titik aku merasa masa-masa overtraining itu justru kode alam supaya aku belajar untuk makin kuat, selalu berpikir positif, dan terus percaya dengan usaha dan doa.
Tentunya aku punya banyak catatan untuk HM perdana ini yang ingin sekali segera kuterapkan di HM selanjutnya ☺️ Mimpiku di dunia ini masih banyak, perjalanannya pun masih panjang. Tapi aku akan terus berbahagia di dalam sini. ❤

Dokumentasi Pribadi: Medali Finisher Pocari Sweat Run Lombok 2025
Ini adalah tulisan panjang berbahasa Indonesia pertamaku. Semoga berkenan :)
메타데이터
- post_id
- 6c8edeea2fb6
- slug
- lari-half-marathon-perdana-di-lombok-6c8edeea2fb6
- url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/lari-half-marathon-perdana-di-lombok-6c8edeea2fb6
- canonical_url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/lari-half-marathon-perdana-di-lombok-6c8edeea2fb6
- author_url
- https://medium.com/@sasgiaz
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-24 11:06:28