Sinar Bintang yang Merajut Jelaga
loving you from afar is the hardest thing i’ve ever done.
Sinar Bintang yang Merajut Jelaga

loving you from afar is the hardest thing i’ve ever done.
Namun, garis waktu agaknya terlalu serakah dalam memahat dirinya; bukan hanya aku yang terhanyut dalam samudera keelokannya, sebab kini ia telah menjelma menjadi sasmita—sebuah bintang yang sinarnya dipuja ke mana pun ia melangkah. Bukan sekadar paras rupawan yang ia miliki, melainkan ketulusan hatinya yang sewarna sutra, dipadukan dengan gema suara baritonnya yang begitu magis, mampu memikat siapa saja yang mendamba.
Di tengah riuhnya kepungan para pemuja itu, egoku mendadak luruh menatap bayangan diri; aku dirundung rasa merendah yang hebat, menyadari bahwa di antara puluhan gadis ranum yang mengelilinginya, aku hanyalah sebutir debu dalam kategori biasa saja. Aku merasa kerdil. Bahkan jika kecantikan diukur dalam sebuah barisan, aku tahu diri untuk melangkah mundur, berdiri pasrah di saf paling belakang, tersembunyi dari pandangannya.
Dan di atas segala lara, kebenaran yang paling sial menghantam duniaku: sang rembulan ternyata menaruh rasa yang sama pada gadis lain yang juga memujanya. Aku terpaku dalam keputusasaan yang sunyi, menelan kenyataan pahit bahwa aku tak punya hak untuk cemburu atau sekadar mengemis ruang, toh, aku bukanlah siapa-siapa di dalam narasinya—bukan sang pemilik hati yang berhak menuntut peluknya.
메타데이터
- post_id
- 6ddd0df67f02
- slug
- sinar-bintang-yang-merajut-jelaga-6ddd0df67f02
- url
- https://medium.com/@danishaqiela/sinar-bintang-yang-merajut-jelaga-6ddd0df67f02
- canonical_url
- https://medium.com/@danishaqiela/sinar-bintang-yang-merajut-jelaga-6ddd0df67f02
- author_url
- https://medium.com/@danishaqiela
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30