← Back to list

Ushfuriyyah Dalam Munajat

Duh Gusti.. Andaikan kami adalah burung pipit yang diterbangkan Umar ke angkasa, betapa bahagianya kami menjadi saksi bahwa…

Zufardienm · 2020-06-13 18:25 · 6 claps · 1.9 min read
#pesantren #ngaji #ramadan #ushfuriyyah #langgar
Open on Medium ↗

Ushfuriyyah Dalam Munajat

Duh Gusti.. Andaikan kami adalah burung pipit yang diterbangkan Umar ke angkasa, betapa bahagianya kami menjadi saksi bahwa setegas-tegasnya Umar terhadap sesamanya, hatinya justru tunduk kasihan pada seekor burung pipit yang dipermainkan bocah kecil di tengah jalan. Setelah ini, ketika kami mengasihani siapapun makhlukmu di muka bumi ini, mengasihani kucing yang kelaparan di jalanan, mengasihani burung yang jatuh dari sangkarnya, mengasihani ayam yang berkokok di pagi buta, atau sesederhana mengasihani kawan kami yang baru putus cinta. Duh Gusti kasihanilah kami, berilah kami ganjaran layaknya Kau mengasihani Umar.

Duh Gusti.. Nabimu pernah bersabda; bahwa seorang pendosa yang mengharap rahmatMu itu lebih dekat di sisi-Mu daripada ahli ibadah yang putus asa akan rahmatMu. Duh Gusti, jadikanlah kami العابد الراجي رحمة الله -seorang ahli ibadah yang juga mengharap penuh rahmatMu-. Jangan jadikan kami sebagai seorang pendosa, pula putus asa akan rahmatMu, -الفاجر المقنط-.

Duh Gusti.. Sebagaimana Ali menghormati lelaki tua Nasrani di fajar subuhmu, anugerahilah kami sifat toleransi yang semestinya terhadap kawan-kawan kami yang tak seiman, bukankah ketika kami saling menghargai dan memuliakan manusia, sejatinya kami sedang memuliakan penciptanya? Duh Gusti, kalau kata orang Jawa; “Memayu Hayuning Bawono”. Iya Gusti, kami sadar, bahwa kesalehan itu dinilai tidak hanya dari kerajinan ibadah, tetapi juga dari perilaku penjagaan hubungan persaudaraan di alam semesta.

Duh Gusti.. Ketika Nabimu kembali berkata انا مدينة العلم وعلي بابها -Akulah kota ilmu dan Ali adalah gerbangnya-. Maka perkenankanlah kami hamba-hambamu fakir ini memasukinya dengan modal kepasrahan hati hingga bersemayam di dalamnya mengaisi satu per satu ilmu, Kau lumuri dengan rahmatMu, dan Kau dekap erat dengan ridhoMu.

Duh Gusti.. Ketika Tsabit Al-Banani dalam mimpinya tertegun melihat alam ahli kubur, menjumpai kesedihan dan kegembiraan. Maka bahagiakanlah kami kelak di alam kubur lantaran amal baik dan doa yang dipanjatkan sanak keluarga, Duh Gusti. Jangan jadikan mereka lupa terhadap kami, layaknya kisah ibu dan pemuda yang meninggal di Mesir dalam mimpi Tsabit.

Duh Gusti.. Kami belajar dari apapun, kami belajar dari siapapun. Kami tak segan belajar dari mantan orang majusi, yang tak mau menjual agama dengan dunia. Justru kami repot dan tak tahu harus bagaimana Gusti, menghadapi umat masa kini yang gemar menjual agama untuk kepentingan, menggadaikan agama demi kesenangan sesaat, atau yang menjual ayat-ayat dengan harga murah. Duh Gusti, jauhkanlah kami dari perbuatan-perbuatan yang menodai kesucian agamamu.

Duh Gusti.. Jika salah satu hambamu Kau selamatkan dari neraka lantaran kesaksian tujuh batu, selamatkanlah kami dari neraka lantaran kesaksian langgar panggung atas syahadat yang kita lantunkan pagi ini, duh gusti.. أشهد أن لا اله الا الله وأشهد ان محمد رسول الله

(Ditulis pada malam 22 Ramadan, dan dibacakan pada saat ikhtitam ngaji ramadan kitab Ushfuriyyah di Langgar Dhuwur/Langgar Panggung)


메타데이터
post_id
6de9bc3b2cf2
slug
ushfuriyyah-dalam-munajat-6de9bc3b2cf2
url
https://medium.com/@Jupang/ushfuriyyah-dalam-munajat-6de9bc3b2cf2
canonical_url
https://medium.com/@Jupang/ushfuriyyah-dalam-munajat-6de9bc3b2cf2
author_url
https://medium.com/@Jupang
status
ok
fetched_at
2026-06-10 22:59:55