Book Highlights : Prayer by Timothy Keller #Part1
Kali ini aku menulis dalam bahasa indonesia beberapa highlights kutipan yang berkesan dari Buku Prayer by Timothy Keller =D
Book Highlights : Prayer by Timothy Keller #Part1
Kali ini aku menulis dalam bahasa indonesia beberapa highlights kutipan yang berkesan dari Buku Prayer by Timothy Keller =D

PS: Tulisan ini tidak dimaksudkan untuk meringkas, menyederhanakan, menggantikan supaya tidak baca buku aslinya. Sebaliknya, “spoiler highlights” ini diharapkan membuat pembaca tertarik membaca buku aslinya dan menemukan personal highlights-nya sendiri yeayy!!
Bab 1: Menghasrati Doa
- Kita tidak dipanggil untuk memilih antara kehidupan Kristen yang berdasar pada kebenaran/doktrin atau kehidupan yang penuh dengan kuasa serta pengalaman rohani. Keduanya berjalan beriringan.
- Yang sering diminta Paulus dalam doa kepada Allah untuk para sahabatnya: mengenal Dia lebih dalam lagi:menjadikan mata hatimu terang. Hati adalah gudang tempat berkumpulnya komitmen utama, kasih mendalam, dan harapan paling fundamental dari seorang manusia yang mengatur seluruh perasaan, pikiran, dan perilakunya. Memiliki mata hati yang terang oleh kebenaran = menjadikan kebenaran itu menembus dan mencengkeram kita begitu dalam, sehingga mengubahkan seluruh kepribadian kita. Contoh: kita bisa tau Allah suci, namun hanya jika mata hati kita terang oleh kebenaran itu maka kita tidak hanya memahami fakta itu secara kognitif, tapi secara emosional kita mendapati betapa mengagumkan dan indahnya kesucian Allah dan berketetapan hati menghindari sikap yang tidak menghormati ((kesucian))Nya
- Paulus melihat pengenalan yang semakin penuh akan Allah begitu kritis yang harus diterima lebih dari perubahan keadaan. Tanpa pengenalan:
keadaan baik > membuat terlalu percaya diri dan pengabaian rohani: siapa yang butuh Allah?
keadaan buruk > kekecewaan, keputusasaan, karena kasih Allah jadi sesuatu yang abstrak.
Mengenal Allah lebih dalam adalah sesuatu yang harus kita miliki diatas segala sesuatu yang lain untuk menghadapi segala keadaan hidup.
Bab 2: Memahami Doa
- J. I. Packer: Mengenal Allah itu lebih dari mengetahui tentang Dia; mengenal Allah adalah sebuah personalan dimana Anda berurusan dengan Allah saat Allah membuka dirinya bagi anda dan Allah berurusan dengan Anda; Sahabat = saling membuka hati satu sama lain lewat apa yang mereka katakan dan lakukan. Mengenal Allah = hubungan yang emosional, intelektual, berdasarkan kehendak.
- **Perkataan atau Firman Allah tidak dapat gagal memenuhi tujuanNya, karena bagi Allah berbicara dan bertindak adalah satu hal yang sama *((perenungan pribadi: berarti ketika ada janji diberikan kepada saya, detik itu juga Allah sedang mengerjakan*: menyiapkan saya, menyiapkan situasi dunia/keadaan-keadaan, menyiapkan orang-orang yang harus ditemui, kondisi-kondisi yang harus dialami, dst))
- Doa harus muncul dari kepenuhan akan Kitab Suci. Kita perlu menceburkan diri ke dalam samudera bahasa Allah: Alkitab. Kita perlu mendengarkan, memikirkan, merefleksikan, merenungkan Kitab Suci sampai muncul respon jawaban dalam hati serta pikiran
- Jika bukan Allah titik awalnya, maka kebutuhan emosional kitalah yang akan jadi pendorong dan fokus tunggal dari doa kita. Tanpa FT, doa kita bukan hanya sempit, tapi tidak berjangkar pada realitas. Kita berdoa bukan kepada the real God, Allah yang sejati, tapi kepada “Allah yang kita harapkan”, jika dibiarkan kita akan menciptakan unreal God, Allah yang tidak nyata.
- Anda boleh jadi tahu banyak hal tentang Allah, tetapi anda tidak akan benar-benar mengenal Allah sampai pengetahuan tentang apa yang Ia kerjakan bagi anda di dalam Yesus Kristus berhasil mengubahkan struktur fundamental hati anda.
Bab 3: Mempelajari Doa
- Kita tau Allah turut bekerja untuk mendatangkan kebaikan , namun kita jarang memahami apa artinya “baik” itu. Dengan kata lain sebenarnya kita tidak benar2 tau hasil2 yg kita mintakan dalam doa. Namun Roh Allah menjadikan keluhan kita keluhanNya sendiri.
- Persahabatan terjadi karena memiliki banyak kesamaan, namun Allah dan manusia 100% berbeda. Dengan Kristus yang 100% Allah dan 100% manusia menjadi pengantara supaya saya bisa bersahabat dengan Allah
- Sebanyak yang kita mampu, kita harus berdoa dengan orang lain, baik secara formal dalam ibadah bersama maupun informal. Mengapa? jika substansi doa adalah melanjutkan percakapan dengan Allah untuk mengenal Allah lebih dalam, hal ini paling mungkin terwujud dalam komunitas
- “Ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami” — Jika kita belum melihat dosa kita sendiri dan mencari pengampunan radikal dari Allah atasnya, maka kita tidak akan mampu mengampuni dan mencari kebaikan dalam diri orang yang telah berbuat kesalahan terhadap kita
- Doa hanya diperuntukkan bagi mereka yang tidak berdaya. Doa dan ketidakberdayaan jelas tidak dapat dipisahkan. Hanya dia yang tak berdaya dapat sungguh-sungguh berdoa — Ole Hallesby ((perenungan pribadi: jika saya sering tidak berdoa, mungkin saya sedang merasa berdaya, merasa tidak butuh Allah))
- Doa dalam segala bentuknya (mau pujian, pengakuan, ucapan syukut, permohonan), mengorientasi ulang pandangan serta visi anda mengenai segala sesuatu. Doa membawa perspective baru, karena doa menempatkan Allah ke dalam gambaran besarnya. Sekadar menyebutkan kepada Allah segala kebutuhan, rasa takut, pengharapan, keprihatinan, dosa, pertanyaan, kebingungan kita saja biasanya akan langsung memaksa kita untuk memikirkan hal-hal itu secara berbeda ((siapa disini yang lagi di tengah doa sering ketemu “aha” momen?))
- Doa adalah cara dimana kebenaran dikerjakan di dalam hati anda untuk menciptakan insting-insting, refleks-refleks, dan watak baru. Doa=kebeneran dikerjakan di dalam hati ((perenungan pribadi: kenapa banyak baca buku/denger khotbah dst banyak informasi sulit jd bagian hidup/watak-watak? mungkin karena tidak berdoa:) ))
bersambung ke part 2

메타데이터
- post_id
- 6df4fe02e354
- slug
- what-ive-learned-from-prayer-by-timothy-keller-6df4fe02e354
- url
- https://medium.com/@rutyolanda/what-ive-learned-from-prayer-by-timothy-keller-6df4fe02e354
- canonical_url
- https://medium.com/@rutyolanda/what-ive-learned-from-prayer-by-timothy-keller-6df4fe02e354
- author_url
- https://medium.com/@rutyolanda
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-08-26 11:48:03