Menjadi Rentan Bukan Berarti Salah
Terkadang ketika bercerita, kita akan sadar bahwa kita tidak sendiri mengalami semua ini.
Menjadi Rentan Bukan Berarti Salah
Terkadang ketika bercerita, kita akan sadar bahwa kita tidak sendiri mengalami semua ini.

Berjalan di area pelabuhan, Gehlsdorf, Rostock dan berbincang lewat komunitas Freundwärts, sebuah komunitas yang mengajak siapapun bisa ikut bercerita dan menghabiskan waktu bersama. (dokumentasi pribadi)
Kemarin sewaktu libur semester saya mencoba mengikuti salah satu kegiatan yang disediakan oleh kampus. Lokakarya ini menjadi hasil konsolidasi beberapa kampus di European Union, dengan kampus saya salah satunya. Tema yang dibahas adalah tentang Digital Storytelling dan diadakan oleh South East Technological University, Irlandia.
Ekspektasi saya lokakarya ini akan lebih banyak ke pemaparan, seperti lokakarya yang sebelumnya saya ikuti. Tetapi saya lumayan dibuat terkejut dari hari pertama. Ekspektasi saya dipatahkan dari saya memasuki Zoom Meeting. Saya merasa seperti disambut oleh inisiator, Jenny O Connor namanya, seperti teman lama yang sudah lama tidak ketemu.
Ia menyapa saya, menanyakan kabar, hingga bercerita tentang hal-hal baik yang ditemuinya di minggu pertama. Ia melanjutkannya dengan memaparkan tentang pengertian cerita dan bagaimana membuat hal-hal yang terjadi di hidup kita menjadi sebuah cerita yang menarik. Ia memaparkannya dengan baik dan menutup presentasinya dengan pekerjaan rumah. Minggu depan, kami harus mencoba membuat cerita dari topik pilihan, antara kado yang berharga atau tentang keinginan.
Sesi minggu depan pun dimulai dengan cara yang sama. Ia menanyakan kabar kami satu per satu, bagaimana minggu kami, dan menceritakan pula hal-hal baik yang dialaminya seminggu terakhir. Karena tujuan dari lokakarya ini adalah untuk menghasilkan sebuah narasi digital dalam bentuk video, lantas hari ini kami mencoba membahas tulisan kami.
Secara bergantian kami akan membacakan tulisan yang kami buat dan akan ada sesi diskusi di mana setiap orang bisa menyampaikan apa yang dipikirkannya. Namun, sebelum sesi itu dilempar ke penonton, Jenny akan menanyakan terlebih dahulu kepada si pembaca. Apakah ia mengharapkan kritik dan solusi dalam bidang tertentu. Hal ini cukup menarik bagi saya, karena Ia seolah memastikan tidak ada privasi yang dilanggar dari sesi cerita ini.
Namun hal yang lebih menarik adalah bagaimana sensitif cerita-cerita yang dibawakan. Ada yang tentang perjalan studinya, perjuangan jatuh bangunnya dalam penelitian, hingga tentang bahasan tentang arti keluarga. Mereka semua menceritakannya dan kami saling mendukung satu sama lain. Cerita-cerita ini tidak mungkin kita temui dalam obrolan normal. Tetapi lewat sesi ini, kami bisa bercerita dan merasa terhubung antara satu sama lain. Seperti rasanya bahwa perjalanan dan perjuangan membawa inti sari yang sama.
Sungguh menarik ketika mendengar cerita-cerita mereka. Tentang putus asa dan menemukan jalan kembali. Seolah sebenarnya dalam perjuangan ini tidak ada yang pernah sendiri. Kita semua saling terhubung oleh sebuah benang. Jatuh bangun mereka pun seolah bisa saya rasakan. Meskipun sesekali terhalang dengan ketidakfasihan saya memahami aksen bahasa inggris yang mereka gunakan.
Namun, saya ingin menyoroti bagaimana Jenny sebagai mediator selalu menyediakan ruang aman dan terbuka untuk bercerita. Siapapun bisa bercerita bila ia mau, tanpa ada paksaan atau kewajiban dan hal ini selalu dipatenkannya semenjak hari pertama. Bagi kritik dan solusi pun tergantung sang pembaca sedang siap menghadapi hal apa. Mungkin terkadang, memang kita hanya minta didengar. Diterima apa adanya.
Saya merasa mempelajari banyak hal yang sangat penting dari Jenny. Menjadi seorang pendengar yang baik harus mempunyai kesadaran pula dengan kondisi yang sedang bercerita. Apakah yang ia butuhkan dan apakah keberadaan kita membuatnya merasa lebih baik. Mengetahui bagaimana kondisinya dan apa yang dialaminya akan mengurangi prasangka kita dalam obrolan yang ada.
Hal ini mungkin terdengar mudah, tapi terkadang seringkali saya terlupa untuk melakukannya. Saya akan menjadikan sesi ini sebagai pengingat, bahwa dampak yang akan dihasilkan sangat besar. Untuk mengetahui kondisi dan menjadi pendengar yang menghargai kondisi orang lain. Mungkin memang tidak semuanya tentang diri kita sendiri.
메타데이터
- post_id
- 6e42a5a41009
- slug
- menjadi-rentan-bukan-berarti-salah-6e42a5a41009
- url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/menjadi-rentan-bukan-berarti-salah-6e42a5a41009
- canonical_url
- https://medium.com/komunitas-blogger-m/menjadi-rentan-bukan-berarti-salah-6e42a5a41009
- author_url
- https://medium.com/@ricardohokky
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-09 15:37:30