Kehidupan di Sansiro
Hari itu, kali pertama aku memijakkan kaki di Sansiro.
Kehidupan di Sansiro

Taman Sansiro
Hari itu, kali pertama aku memijakkan kaki di Sansiro.
Senyum mereka sudah lebih dulu menyambutku, seolah hari itu telah lama ditunggu. Sejak hari itu, percakapan yang mengalir hingga tawa yang datang menjadi sesuatu yang melekat di hatiku.
Walau hadir dari latar belakang yang berbeda, ada hal dalam niat baik mereka yang terasa sama, cukup untuk membuatku bertahan di hari-hari dimana ingin rasanya aku menyerah karena luka.
Hari baik dan hari buruk silih berganti, rasanya tetap teduh ketika mereka ada di sisiku. Segala beban yang awalnya membuat langkahku terasa kaku, perlahan meluruh saat dijalani bersama dalam balutan haru, hingga tak ada lagi ruang bagi pilu. Aku jarang meminta bantu, entah karena aku yang memang tak tahu, namun mereka selalu hadir tanpa perlu aku mengadu.
Suatu hari kelak, aku ingin melihat mereka berdiri teguh pada pilihannya masing-masing di tempat yang mulanya hanya menjadi percakapan sederhana kita. Aku ingin ada di sana, menyaksikan semua doa menjadi nyata.
Dan ketika hari itu datang, aku harap mereka tersenyum sama dengan senyum pertama yang aku lihat pulang. Senyum yang tenang, namun entah kenapa, cukup untuk membuat semuanya menjadi terang.
메타데이터
- post_id
- 6eeaa712ea1d
- slug
- kehidupan-di-sansiro-6eeaa712ea1d
- url
- https://medium.com/@kayeur/kehidupan-di-sansiro-6eeaa712ea1d
- canonical_url
- https://medium.com/@kayeur/kehidupan-di-sansiro-6eeaa712ea1d
- author_url
- https://medium.com/@kayeur
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-17 08:20:12