← Back to list

Sendiri Berdaya, Bersama Harus Lebih Bermakna !

Kilas balik tahun 2018,

Novita Hidayati · 2026-02-27 02:46 · 0 claps · 4.1 min read
#kesendirian #stigma #nilai
Open on Medium ↗

Sendiri Berdaya, Bersama Harus Lebih Bermakna !

Kilas balik tahun 2018,

Kulihat mama berderap masuk kedalam rumah dengan ekspresi yang kurang mengenakan, aku yang saat itu sedang bersantai sembari membaca buku sedikit terdistraksi dan kemudian mengamatinya dalam diam.

Mama berhenti di depanku dan mulai berbicara : “De, mama sebel banget deh sama bu X” ujarnya dengan ekspresi kesal yang jelas terlihat, oh dalam keluaga kami entah mengapa baik mama maupun bapak sering sekali memanggil anak-anaknya dengan sebutan “De”.

“Emangnya kenapa ma sama bu X?” tanyaku merespond.

“Masa dia bilang kamu perawan tua, siapa dia bisa-bisanya menghina kamu seperti itu” lanjut mama mengungkapkan kekesalannya.

Aku mengernyit sesaat sebelum sepersekian detik setelahnya tertawa terbahak-bahak.

“Hahahahahahah, aduhhh lucuuu bangett Ma” entah mengapa hal tersebut terasa menggelitik bagiku yang saat itu berusia 22 tahun. Usia yang menurutku masih sangat muda.

“Kamu kenapa malah ketawa sih de?” Mama menatapku heran, mungkin tidak menyangka dengan responku tersebut.

Sembari menyelesaikan sisa-sisa tawa aku menyampaikan pendapatku kepada mama.

“Ma, Mama ngga harus marah dan kesal karena ucapan ibu X. Seharusnya malah Mama bersyukur” Ujarku mengawali penjelasan.

“Loh bersyukur gimana de, Mama jelas ngga terima donk anak Mama dijelek-jelekin sama orang lain” kekeuh mama masih tidak bisa menerima.

“Ma, kalo ada orang lain yang ngatain anak gadis mama ini sebagai perawan tua artinya sebenarnya orang itu tau kalo anak mama ini terjaga, pergaulannya bagus, hidupnya lurus. Dia ngga punya informasi tentang keburukan aku yang bisa diserang makanya menggunakan status aku yang masih single sebagai bahan cacian. Coba kalo pergaulanku jelek, setiap hari keliatan gonta-ganti cowok pasti hinaanya bukan lagi perawan tua tapi bisa dapet label murahan, j*lang dll. Lagian ngga ada yang salah dengan Perawan tua mah, yang salah itu belum menikah tapi udah ngga perawan. Iya kan?”. Ujarku panjang lebar menjelaskan isi kepala kepada mama walaupun agak sedikit frontal.

“Astaghfirullah Naudzubillah min dzalik, amit-amit jangan sampai anak-anak mama melewati batas. Kamu harus baik-baik jaga diri ya de, demi kebaikan kamu sendiri” ucap mama dengan kekesalan yang sudah mulai mereda.

“Nah jadi mulai sekarang kalo ada yang ngatain anak mama ini perawan tua, mama ngga perlu kesel. Cukup senyumin ajah, kalo mama kesel yang ngatain makin bahagia nanti, hehehe”

Kulihat kekesalan mama sudah sepenuhnya hilang. Beliau tersenyum sembari mengusap kepalaku.

Melawan Stigma ☠️

Hari berganti, bulan berganti, tahunpun turut berganti tak terasa 8 tahun terlewat dan percakapan yang terdengar klise tersebut kini menjadi stigma yang tersematkan pada perempuan diusia dewasa yang masih sendiri kian menggaung ditelingaku.

Tidak hanya itu saja sederet klaim-klaim sepihak atas status kesendirian seorang perempuan kian bertambah seiring berjalannya usia. Wajah-wajah penuh kegelisahan yang kerap terpancar dari sederet perempuan yang aku temui diberbagai lingkungan kian menegaskan bahwa stigma negatif memberikan dampak psikologis yang cukup signifikan bagi orang yang dianggap membawa label tersebut.

Kini bukan hanya “Perawan Tua” saja yang muncul, berbagai macam hal-hal yang bagiku bukanlah ranah yang bisa disentuh oleh orang lain nyatanya kini seolah menjadi konsumsi publik yang bebas dihakimi oleh siapapun tanpa melihat situasi maupun kondisi.

“Perawan Tua dia mah”

“Kapan nikah?”

“Makanya jangan pilih-pilih trus”

“Ko masih sendiri, ngga laku ya”

“Kamu tuh perempuan kalo ngga nikah mau ngapain lagi”

“Cepetan nikah nanti keburu expired”

Itu hanya sebagian kecil dari banyaknya kalimat yang terlontar. Tak sedikit perempuan-perempuan seusiaku begitu gelisah hingga melakukan apa saja demi bisa mendapatkan jodoh.

Jika kalian bertanya apakah aku terpengaruh oleh kata-kata tersebut?

Bohong jika aku berkata tidak, sejujurnya stigma yang mendiskreditkan nilai seorang perempuan hanya karna usia sempat membuatku berpikir ulang tentang hal yang aku yakini selama ini.

Aku tidak menutup mata, telinga dan hati akan fenomena tersebut. Aku diam mengamati, belajar dari hal-hal disekitar dan pada akhirnya menemukan rantai berduri yang kerap menjerat perempuan dalam dunia yang seharusnya indah bernama pernikahan.

Aku menyebutnya sebagai “Mahligai Fatamorgana”, pernikahan kerap dijadikan seolah-olah jalan keluar multifungsi penuh keindahan. Mereka beranggapan dengan menikah semua masalah sosial yang mereka hadapi dapat berakhir dan kenyamanan abadi menanti didepan mata. Namun pada kenyataannya semuanya berbalik menjadi boomerang dikala keputusan tidak sejalan dengan kesiapan.

Pada akhirnya ada satu kesimpulan yang dapat aku ambil dari semua ini bahwa :

Seseorang dengan pernikahan yang harmonis akan memberikanmu pandangan dan akan membuatmu lebih bijaksana dalam memandang pernikahan.

“apakah keputusan untuk menikah itu sudah tepat?”, “apakah pasanganmu adalah orang yang bisa membersamaimu seumur hidup?”, “apakah kamu sudah cukup bahagia dengan dirimu sendiri?”

Sedangkan sebaliknya mereka yang tidak cukup memiliki makna dalam pernikahan akan berusaha mentrasfer kegagalan mereka dengan menekan orang lain agak terburu-buru dan salah melangkah untuk akhirnya jatuh kedalam jurang yang sama.

Terima kasih kepada kedua orang tuaku yang memahami bahwa pasangan adalah keputusan penting bagi anak-anaknya sehingga bagi mereka mendoakan dan memberi nasihat kemudian memberikan ruang untuk sepenuhnya memutuskan adalah hak anak-anak mereka yang akan menjalaninya.

Memaknai Kesendirian✨

Kesendirian bukanlah hal buruk, justru dengan kesendirian terkadang kita lebih punya banyak waktu untuk melihat sisi lain dalam diri dan menikmati moment tanpa disktraksi dari siapapun.

Kesendirian aku anggap sebagai cara Allah untuk memberikan aku kesempatan untuk lebih mengenal dan mencintai diriku sendiri sebelum kemudian memberikan cinta pada hambanya nanti.

Kalian tau apa yang romantis dari kesendirianku ini?

Allah memberiku lingkungan kerja yang seolah memberiku jawaban atas semua keyakinanku pada arti jodoh dan kesendirian. Lingkungan kerja yang memberi ruang pada perempuan untuk bisa menjadi apapun yang mereka inginkan dan dukungan positif akan menyertainya.

“Perempuan independen berdaya? Bisa”

“Perempuan karir di kantor dan menikmati moment bersama suami dirumah? Mantap”

“Perempuan karir dikantor dan menjadi istri sekaligus ibu yang dicintai dirumah? So, beautiful”

Jika sendiri berdaya maka bersama pasangan haruslah lebih bermakna. Itu adalah doa dan impian bukan hanya bagiku saja namun bagi semua perempuan dimanapun mereka berada.

Pertama untuk Selalu Percaya✨

Membangun keyakinan itu tidak mudah, berpegang pada prinsip tidak selalu kokoh namun satu hal yang akan aku pastikan adalah diriku sendiri akan menjadi yang pertama untuk percaya bahwa nilai diri tidak ditentukan dari pandangan orang lain. Mereka bebas menilai dan aku bebas tersenyum tanpa luka.

Aku akan berusaha menjadi support bagi siapapun yang bercerita terutama yang mungkin related dengan hal ini. Bahkan jika tidak berdampak banyak namun aku ingin siapapun tau bahwa bagiku kesendirianmu bukanlah nilai merah, usahamu akan jodoh terbaik bukanlah ilusi yang sia-sia, bahkan jika kamu memutuskan untuk sendiri pun kamu tetap terhormat.

Satu yang ingin aku tegaskan bahwa : “Setiap perempuan berhak untuk merdeka atas hidup mereka sendiri, berhak memutuskan jalan mereka sendiri dan berhak mendapatkan penghormatan atas segala pilihan hidupnya tanpa penghakiman”

With❤️ Vita

BeraniMenjadiYangPertama #Paragon41


메타데이터
post_id
6f8a55fc3d86
slug
sendiri-berdaya-bersama-harus-lebih-bermakna-6f8a55fc3d86
url
https://medium.com/@novita.hidayati45/sendiri-berdaya-bersama-harus-lebih-bermakna-6f8a55fc3d86
canonical_url
https://medium.com/@novita.hidayati45/sendiri-berdaya-bersama-harus-lebih-bermakna-6f8a55fc3d86
author_url
https://medium.com/@novita.hidayati45
status
ok
fetched_at
2026-06-27 18:37:17