Aku buat tanpa coret mesra
Ketika semua berlomba-lomba untuk mencari jalan kembali, sedang aku disini ada dalam kalut antah berantah yang masih dituduh “pergi”.
Aku buat tanpa coret mesra
Ketika semua berlomba-lomba untuk mencari jalan kembali, sedang aku disini ada dalam kalut antah berantah yang masih dituduh “pergi”.
Bukan soal menyembuhkan luka, bukan soal mencari jati diri, bukan juga soal ambisi.
Hanya tentang berlari.
Kurasa kini pikiranku memang sudah membawaku berlari terlalu jauh, aku tidak sedang ada didalam hutan dengan setapak dan akar pohon sialan itu. Aku ada di tengah gemuruh riuh yang seolah terus berbisik. Dengan helaan nafas kasar aku mengumpat “bahkan bisikan pun bisa terdengar terlalu keras jika dilakukan terlalu sering”.
Tiba-tiba dunia terasa berputar lebih cepat, didepanku kini banyak manusia yang terus berlari tanpa henti, walau itu tak membuatku takut tertinggal, itu membuatku sedikit takut dan ragu.
Semua ini aku lakukan bukan berarti aku enggan kembali memeluk kalian atau mungkin sekedar kembali memeluk-Nya.
Sudah kubilang aku tak pernah melupakan jalan pulang. Ia membawakanku kompas dan menyuruh ku untuk terus berjalan ke arah utara jika sewaktu-waktu aku ingin kembali.
Namun, aku mengelak. Kini bukan pulang yang sedang aku cari, tapi rintangan mana yang bisa aku hadapi dengan tujuan yang masih ku cari arti.
Mungkin memang terdengar sederhana. Sederhana namun sulit, tinggal berlari dikala rumit.
Ah ya… aku buat ini tanpa coretan mesra, sedikit tak beraturan, namun tak apa.
메타데이터
- post_id
- 6fcb3bc1bfec
- slug
- aku-buat-tanpa-coret-mesra-6fcb3bc1bfec
- url
- https://medium.com/@safakarla9/aku-buat-tanpa-coret-mesra-6fcb3bc1bfec
- canonical_url
- https://medium.com/@safakarla9/aku-buat-tanpa-coret-mesra-6fcb3bc1bfec
- author_url
- https://medium.com/@safakarla9
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-22 14:01:21