Melepaskan Kenangan
apalah arti sebuah nama?
Melepaskan Kenangan

Dibuat dengan AI
Belum jadi anggota? Baca kelanjutannya di sini.
Katanya, nama adalah doa. Identitas. Sesuatu yang melekat sejak lahir, yang menyertai kita sepanjang hidup. Tapi siapa sangka, nama yang dulu kupeluk erat justru kini terasa asing.
Ada amarah yang naik ke dada hanya karena mendengar namaku sendiri. Ada luka yang ikut terangkat setiap kali orang memanggilku dengan nama itu — nama yang dulu kau sebut-sebut dengan manis, lalu kau rusak dengan kebohongan.
Aku ingin menggantinya. Melepasnya. Menanggalkan semua yang pernah menempel bersamamu — kenangan, luka, bahkan bagian dari diriku sendiri yang ikut hancur waktu itu.
Aku memutuskan: aku akan melepaskan namaku, sekaligus semua harapan yang pernah kutaruh atas nama cinta.
Katamu aku lebay. Overreacting. Berlagak korban.
Terserah. Biarlah dunia dan Tuhan yang menilai.
Katamu kamu masih berhak hidup normal, melanjutkan hidup, memulai yang baru.
Bukankah aku juga? Bukankah para korbanmu juga berhak yang sama
Dulu aku yakin, nama itu berarti. Nama yang diucapkan dengan lembut, yang selalu hadir di pikiranku, dan aku percaya itu akan bertahan selamanya. Tapi ternyata, kadang nama yang pernah kita agung-agungkan justru membawa luka yang sulit untuk dihapus.
Kamu datang dengan janji-janji manis, kata “selamanya” yang kupegang erat. Aku memberikan segalanya — waktu, hati, dan harapanku. Tapi kau memilih jalan lain. Kau berkhianat, meninggalkan bekas yang tak mudah hilang.
Mungkin kamu tidak sadar, betapa dalam luka yang kau tinggalkan. Bagiku, itu bukan hanya soal pengkhianatan, tapi juga tentang kehilangan diri sendiri dalam harapan yang tak kunjung nyata. Aku terlalu lama menunggu, terlalu lama berharap, hingga akhirnya aku lelah.
Aku marah. Bukan karena kamu pergi — tapi karena cara kamu melakukannya. Karena aku harus melepaskan semuanya, sementara kamu masih bisa hidup tenang seolah tak pernah ada yang rusak. Aku marah karena kamu menutup rapat semua hal yang pernah kita lalui, seakan semuanya hanya bab yang bisa kamu coret tanpa konsekuensi.
Aku marah karena aku yang harus membereskan sisa-sisa hancur itu sendirian. Karena aku yang harus berdamai dengan luka, sementara kamu bebas seakan tak pernah berbohong.
Tapi di balik semua kemarahan itu, aku sadar: aku harus melepaskan. Melepaskan kenangan termasuk melepaskan namaku yang dulu sangat berarti itu. Bukan karena aku ingin melupakan, tapi karena aku ingin sembuh. Aku ingin berdiri lagi tanpa bayang-bayangmu yang selalu menghantui.
Melepaskan bukan berarti menyerah atau kalah. Justru sebaliknya, itu adalah tanda bahwa aku mulai mencintai diriku sendiri — cukup untuk berhenti bertahan dalam sesuatu yang hanya menyakitiku.
Ini bukan tentang membenci atau melupakan. Ini tentang memberi ruang untuk tumbuh, untuk bernafas bebas, dan untuk mencari kebahagiaan yang sebenarnya. Aku berhak bahagia, tanpa harus terikat pada masa lalu yang menyakitkan.
Mungkin jalan ini berat, tapi aku yakin, setelah aku melepaskan, aku bisa menemukan damai yang selama ini aku cari. Karena terkadang, kebahagiaan terbesar adalah ketika kita berani mengatakan “cukup” dan berjalan pergi.
메타데이터
- post_id
- 7004df83df80
- slug
- melepaskan-kenangan-7004df83df80
- url
- https://medium.com/@skvyvox/melepaskan-kenangan-7004df83df80
- canonical_url
- https://medium.com/@skvyvox/melepaskan-kenangan-7004df83df80
- author_url
- https://medium.com/@skvyvox
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-20 20:29:01