Rekomendasi Slice of Life: Solo Camping for Two (2025) — Netflix
Jika sedang membutuhkan tontonan ringan sebelum wind down, serial ini layak masuk daftar anda.
Rekomendasi Slice of Life: Solo Camping for Two (2025) — Netflix
Jika sedang membutuhkan tontonan ringan sebelum wind down, serial ini layak masuk daftar anda.

Visual dari Futari Solo Camp / Solo Camping for Two (2025). Disutradarai oleh Jun Hatori. Diadaptasi dari Manga karya Yudai Debata. Diproduksi oleh BS Asahi, Crunchyroll, dan Kodansha. Seluruh hak cipta dan hak terkait atas serial ini tetap menjadi milik pemilik yang berhak. Sumber Visual: Crunchyroll
Ada hari-hari ketika kita tidak membutuhkan karya yang luar biasa. Kita hanya membutuhkan sesuatu yang hangat, sesuatu yang tidak menuntut apa pun dari kita. Solo Camping for Two menghadirkan perasaan yang persis seperti itu.
Diadaptasi dari manga karya Yudai Debata dan disutradarai oleh Jun Hatori, serial televisi ini tidak menawarkan konflik besar maupun alur cerita yang kompleks. Ritmenya cukup tenang, bahkan cenderung hening, sehingga tanpa disadari juga memberikan ruang bagi penonton untuk ikut bernapas lebih pelan.
Menarik bagaimana serial dengan gaya penceritaan tenang tetap dapat mengubah paradigma saya tentang banyak hal.
Tentang Rasa Aman

Visual dari Futari Solo Camp / Solo Camping for Two (2025). Disutradarai oleh Jun Hatori. Diadaptasi dari Manga karya Yudai Debata. Diproduksi oleh BS Asahi, Crunchyroll, dan Kodansha. Seluruh hak cipta dan hak terkait atas serial ini tetap menjadi milik pemilik yang berhak. Sumber Visual: https://www.imdb.com/
Saya tidak pernah berani mengkategorikan diri saya sebagai penggemar aktivitas outdoor. Membayangkan berkemah di alam terbuka selalu terasa seperti ide yang buruk — terlalu banyak hal yang tidak bisa dikontrol, terlalu banyak kemungkinan yang tidak bisa diprediksi.
Rasa aman selama ini selalu identik dengan kontrol: lingkungan yang familiar, rutinitas yang bisa diantisipasi, dan jarak dari hal-hal yang berpotensi membahayakan.
Namun, serial televisi ini memperkenalkan kemungkinan lain.
“With a backpack and all the right camping gear, you feel like you can just go anywhere in this world.”
— Gen Kinokura
Kalimat tersebut tampak sederhana, namun memiliki makna yang cukup radikal.
Di tengah gempuran materialisme yang sering memberi tekanan seolah kita harus memiliki banyak hal agar dapat dianggap mapan, serial ini justru mengajarkan hal sebaliknya. Rasa tenang yang sesungguhnya tidak selalu hadir dari apa yang kita miliki, tetapi dari keyakinan bahwa kita akan baik-baik saja, bahkan di tengah ketidakpastian, selama kita bersedia menjalaninya dan menikmatinya.
Bagi seseorang seperti saya yang bahkan membayangkan camping saja terasa seperti hukuman kecil, cara pandang seperti ini terasa baru. Ada sisi romantis dari kesederhanaan yang sebelumnya tidak pernah saya lihat.
Tentang Kesederhanaan

Visual dari Crunchyroll Futari Solo Camp / Solo Camping for Two (2025). Disutradarai oleh Jun Hatori. Diadaptasi dari Manga karya Yudai Debata. Diproduksi oleh BS Asahi, Crunchyroll, dan Kodansha. Seluruh hak cipta dan hak terkait atas serial ini tetap menjadi milik pemilik yang berhak. Sumber Visual: https://www.instagram.com/p/DQ8NkFWEq-W/?img_index=4
Hal lain yang menarik dari serial ini adalah bagaimana ia memperlakukan hal-hal kecil dengan tenang dan tidak tergesa-gesa.
Selain memberikan edukasi tentang tips berkemah (yang tentunya akan sangat berguna barangkali saya terdampar di pulau karena sekarang saya tahu cara menghidupkan api), serial ini juga menampilkan makanan-makanan yang dapat dipersiapkan dan dibuat saat berkemah. Makanan yang dipresentasikan tidak selalu rumit — mi instan, kopi sachet, minuman kaleng, sliced meat untuk BBQ, masakan-masakan sederhana yang bisa dibuat di tengah alam dengan peralatan ala kadarnya.
Visual dari makanan yang ditampilkan dalam serial televisi ini tidak pernah gagal membuat saya lapar saat menontonnya dan menginspirasi saya untuk bereksperimen dengan makanan-makanan tersebut.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mengasosiasikan kemewahan dengan kompleksitas — sesuatu yang mahal, langka, atau sulit dijangkau. Padahal, “hal-hal yang sederhana”, ketika dinikmati dengan penuh perhatian, bisa menghadirkan sebuah perasaan yang tidak bisa dibeli.
Tentang Perbedaan Pandangan
Salah satu hal yang terasa dekat bagi saya adalah bagaimana serial ini memperlihatkan perbedaan cara orang memandang hidup — terutama dalam hal bagaimana kita memilih untuk menjalani waktu sendirian.

Visual dari Futari Solo Camp / Solo Camping for Two (2025). Disutradarai oleh Jun Hatori. Diadaptasi dari Manga karya Yudai Debata. Diproduksi oleh BS Asahi, Crunchyroll, dan Kodansha. Seluruh hak cipta dan hak terkait atas serial ini tetap menjadi milik pemilik yang berhak. Sumber Visual: IMDb
Dalam lingkungan sosial, ada kecenderungan untuk melihat kesendirian sebagai sesuatu yang perlu dijelaskan atau bahkan dibenarkan. Seolah-olah menikmati waktu sendiri adalah bentuk penyimpangan kecil dari norma sosial yang mengutamakan kebersamaan.
Solo Camping for Two tidak mencoba untuk meluruskan perbedaan tersebut. Ia tidak berusaha meyakinkan bahwa satu cara hidup lebih baik daripada yang lain. Ia hanya menceritakan bahwa perbedaan pasti akan ada tanpa perlu dipermasalahkan. Bahwa cara hidup kita tidak selalu harus dipahami oleh orang lain untuk mendapatkan perasaan valid ataupun utuh.
Catatan Penulis:
Saya tidak tahu bagaimana serial ini bisa menghadirkan kombinasi antara tips berkemah, kuliner, hubungan, kerapuhan saat menjadi dewasa dengan gaya penceritaan yang tidak berat sama sekali. Sangat saya rekomendasikan.
메타데이터
- post_id
- 7015fbf5f9f5
- slug
- rekomendasi-slice-of-life-solo-camping-for-two-2025-netflix-7015fbf5f9f5
- url
- https://medium.com/maratonton/rekomendasi-slice-of-life-solo-camping-for-two-2025-netflix-7015fbf5f9f5
- canonical_url
- https://medium.com/maratonton/rekomendasi-slice-of-life-solo-camping-for-two-2025-netflix-7015fbf5f9f5
- author_url
- https://medium.com/@nethaniava
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-26 11:53:40