← Back to list

Perbedaan Standar Kehidupan Seseorang

Prinsip Hidup Seringkali Disebut Idealime

Rival Fadli · 2025-04-28 06:38 · 111 claps · 2.8 min read paywalled
#standar #kehidupan #life #different #sukses
Open on Medium ↗

Life

Perbedaan Standar Kehidupan Seseorang

Prinsip Hidup Seringkali Disebut Idealime

Photo by Guille Álvarez on Unsplash

Photo by Guille Álvarez on Unsplash

Pagi tadi saya disuguhkan standar realitas dari pimpinan tentang kehidupan yang layak dikatakan sukses. Setidaknya ia menggambarkan perihal standar kehidupan yang layak disebut sukses, kurang lebih ialah mereka yang memiliki mobil Ferari, mereka yang tinggal di BSD, mereka yang kerja di SCBD, dan mereka yang memiliki lingkungan pertemanan milarder atau orang-orang dengan aset miliaran.

Itulah gambaran baginya tentang manusia yang sukses. Aset yang banyak dan melimpah ruah di muka bumi, segala kebutuhan dan keinginannya dapat mudah terpenuhi, bahkan tidak pernah lagi memikirkan atau memusingkan kebutuhan primernya, sebab urusan mereka sudah berada di tingkatan paling atas yakni di kebutuhan tersiernya. “Bagaimana saya dapat memenuhi keinginan saya yang tersier agar segera tercapai?”

Paham bukan?! Kebutuhan tersier mereka seperti apa? Yap! Tidak lain hanyalah kenikmatan duniawi seperti bermain tenis lapang di tengah laut, berselancar di pegunungan Himalaya, naik Gunung Everest menggunakan helikopter, menaiki pesawat jet milik pribadi dengan kelas dan jenis pesawat yang paling mewah yang dilengkapi fitur canggih dan teknologi modern, serta keliling dunia melihat jenis perbedaan budaya, eknomi, pendidikan, dan perbedaan lainnya untuk mereka ketahui.

Bagi mereka yang sudah berkecukupan atau bahkan punya dan lebih, mereka tidak memusingkan “bagaimana cara saya supaya bisa makan?” tapi mereka memusingkan “hari ini saya mau makan apa ya? Ayam bakar atau iga sapi? Sop buntut atau sop iga? Steak atau ramen?” mereka tidak pusing-pusing memikirkan uang atau bahkan sumber daya lainnya untuk mendapatkan kebutuhan dan keinginannya, sebab mereka memiliki sumber daya besar yang da[at ditukarkan salah satunya ‘uang’.

Saya menyimak dan mencermati dengan khidmat maksud isi pikiran dan hati pimpinan saya. Saya memahami lebih dalam maksud yang fundamental yang diharapkan pimpinan. Di akhir dan di detik ini saya menulis, saya merangkai kesimpulan atas pembicaraan yang usai berlangsung.

Saya memahami bahwa standar kehidupan sukses yang disampaikan oleh pimpinan tidak lain adalah standar hidup materialis. Rumah, mobil, motor, uang, kedudukan, perhiasan, dan lain sebagainya adaah semua barang yang nampak dan berwujud. Semua yang disampaikannya adalah benda dan wujud yang tampak. Menjadi sukses dalam kehidupan apakah sama dengan mengejar barang yang berwujud? Apakah dengan memiliki perhiasan yang melimpah ruah, rumah yang banyak, mobil yang mewah, serta tanah yang tersebar luas membuat kita menjadi sukses?

Saya pikir tidak sepenuhnya! Bisa saja mereka dikatakan sukses tapi hanya di dunia, sedangkan di akhirat mereka dalam kondisi miris. Dalam hati yang paling dalam, saya memahami bahwa mencapai kesuksesan bukan hanya di dunia, meraih kesuksesan bukan berarti menjadi materialis, menggapai kesuksesan bukan berarti hidup mewah bak raja dan permaisuri.

Standar kehidupan seseorang saat-saat menjalaninya pasti memiliki perbedaan, ada yang begitu kontras tapi ada juga yang samar. Saya memahami bahwa apa yang disampaikan pimpinan berbeda dengan standar yang saya miliki. Saya memahami juga, jika hal itu berulang kali disampaikan, maka lambat laun saya akan terpengaruhi dan terkikis. Saya memahami jika ini terus dilanjutkan seperti doktrin yang mengubah orientasi hidup saya.

Namun demikian, saya yakin, jika pondasi yang saya miliki tentang perspektif dalam memahami standar kehidupan cukup kuat, maka sedikit kemungkinan atau bahkan tidak mungkin terpengaruh.

Bagi saya, standar kehidupan sukses bukan hanya pandangan materialis saja, tapi juga tentang hal spiritual dan rasa kebermaknaan. Sejujurnya saya juga tidak buta terhadap keinginan untuk memiliki sumber daya yang banyak seperti rumah, tanah, mobil, perhiasan, dan lain sebagainya. Akan tetapi, saya selalu mengembalikan bahwa itu haruslah dimanfaatkan dengna baik dan benar, dengan tepat dan seimbang. Memiliki mobil mahal tidak masalah, jika memang perlu dan butuh serta dilandaskan dari keputusan yang rasional. Memiliki banyak tanah juga tidak dilarang, selagi bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan baik dan benar, seperti memafaatkannya untuk kebaikan bersama.

Hemat saya tentang perbedaan standar kehidupan seseorang, tentu terbentuk melalui pengalaman rasa, pikiran, perasaan, kepribadian, serta nilai-nilai individu manusia yang tentunya antar satu dengan selainnya memiliki ciri khas perbedaan. Saya melihat, mendengar, dan mengambil hal yang baik dan positif saja, menurut pribadi saya, tentang apa yang pimpinan sampaikan.

Percayalah bahwa di dunia ini tidak ada yang sama persis. Makhluk, benda, serta realitas lainnya pasti memiliki perbedaan. Sekalipun bayi kembar dilahirkan ke dunia, pasti dalam proses pertumbuhannya kelak mereka akan memiliki perbedaan baik dalam bentuk fisik, nilai, kepribadian, pikiran, dan perasaan. Itulah hukum alam.


메타데이터
post_id
703de06d950a
slug
perbedaan-standar-kehidupan-seseorang-703de06d950a
url
https://medium.com/@rivalfadli55/perbedaan-standar-kehidupan-seseorang-703de06d950a
canonical_url
https://medium.com/@rivalfadli55/perbedaan-standar-kehidupan-seseorang-703de06d950a
author_url
https://medium.com/@rivalfadli55
status
ok
fetched_at
2026-07-09 08:27:28