Sang Pembawa
Menjadi selaras dengan kebaikan, dengan kebermanfaatan serta dengan esensi yang sebenarnya. Akan menjadi sebuah bekal untuk cerita…
Sang Pembawa
Menjadi selaras dengan kebaikan, dengan kebermanfaatan serta dengan esensi yang sebenarnya. Akan menjadi sebuah bekal untuk cerita dikemudian hari. Bukan penyesalan tapi kepuasan atas apa yang telah dijalani.

Photo by Tim Mossholder on Unsplash
Pernah disuatu minggu pagi yang sudah direncanakan, aku dan temanku memutuskan untuk pergi melihat sekelompok air jatuh they called curug. Dari sebutannya saja sudah tampak menyegarkan dan terkesan sesuatu yang bersifat ke-alam-an bukan?
Kepanjangan dari aliran si curug ini akan membentuk sungai kecil yang indah, dengan bebatuan dan pepohonan yang begitu asri.
Tapi poinnya bukan disana, ada satu momen dimana aku berhenti ditengah perjalanan, ditengah aliran sungai kecil dengan beberapa batu diantarnya, aliran air yang tingginya tidak setinggi puncak batu itu membuatku bisa bertengger diatasnya.
Setelah merasa cukup dengan beberapa jepretan kamera, aku perhatikan dengan seksama aliran sungai kecil yang ada dihadapanku, tampak tenang, begitu yakin dan lihai melewati setiap benda dihadapannya, tampak ringan tapi berisi.
Sampai terbesit “kira-kira apa ya yang dibawa, sampai bisa semenawan itu?”

Air dari si curug
Secara biologis air merupakan pelarut terbaik, air akan membawa zat-zat yang bermanfaat bagi kehidupan, tidak hanya bermanfaat sebagai bentuk fisiknya, tapi juga bermanfaat sebagai carier zat-zat yang dibutuhkan makhluk hidup.
Tentu, zat-zat yang dibawa tidak muncul begitu saja sedari awal. Zat tambahan yang dibawa didapat dari berbagai proses yang tidak setiap air memiliki hal yang sama, tergantung perjalanan yang dilalui nya, lingkungan yang dilewatinya serta bermacam faktor lainya.
Begitu juga dengan manusia, sering kali tidak menyadari setiap proses yang dilalui, banyak hal yang dipunya, sehingga tidak memanfaatkannya dengan sebaik-baiknya.
Air pada tumbuhan misalnya, dengan adanya air yang bersifat kohesif dan adhesif tumbuhan bisa mengantarkan zat hara dari akar menuju daun. Suatu contoh katalis yang sangat bagus menurutku, dengan begitu banyak zat yang dapat larut bersamanya serta begitu banyak zat yang bisa menempel bersamnya.
Air menjadi penghubung bagi berlangsungnya kehidupan. Tanpa adanya penghubung semuanya tidak akan bergerak dengan semestinya.
Begitu juga manusia, yang terlahir memiliki kapasitas lebih besar, yang diharapkan akan membawa lebih banyak kebermanfaatan, tidak harus dalam skala besar, melakukan hal positif dalam hal kecil yang lebih sering akan memilki dampak yang besar pula pada akhirnya.
Small things done consistently turn into big things.
Banyak pikiran, rencana, angan-angan yang berkabut dikepala, sehingga sering kali lupa akan hal-hal kecil yang dilakukan, yang impactnya bisa jadi besar bagi diri sendiri bahkan orang lain.
Tugas air sebagai sang pembawa, mengingatkanku akan tugasku sendiri yang setelah kupikir memiliki kesamaan dengan si air yang mengalir, membawa misi yang diujung perjalanan pasti ada manfaatnya, begitu pula dengan serbai-serbi prosesnya yang tak kalah penting, sifat ‘menyerap’ ala air tadi sebagai analogi sebuah bekal yang perlu dibawa, tapi tidak seperti air yang mengikuti kemana saja tempat membawanya, manusia yang memiliki kontrol akan dirinya, harus lebih sadar akan bekal yang dibawanya.
Cukup banyak kata bawa membawa yang sudah dibawa ditulisan ini, semoga dapat membawakan teman-teman bekal yang semestinya, InsyaAllah.
메타데이터
- post_id
- 706509145eb1
- slug
- sang-pembawa-706509145eb1
- url
- https://medium.com/@luthfiabdillah24/sang-pembawa-706509145eb1
- canonical_url
- https://medium.com/@luthfiabdillah24/sang-pembawa-706509145eb1
- author_url
- https://medium.com/@luthfiabdillah24
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-23 11:43:23