← Back to list

Kilas Balik Runtuhnya Rezim Soeharto dan Terbitnya Fajar Reformasi

Kamis, 21 Mei 1998 menjadi hari bersejarah bagi Indonesia: Presiden kedua republik ini, Jenderal Besar (Purn.) H. M. Soeharto, yang…

BEM FAKULTAS HUKUM UNHAS · 2026-05-22 15:20 · 0 claps · 1.9 min read
#rezim #reformasi
Open on Medium ↗

Kilas Balik Runtuhnya Rezim Soeharto dan Terbitnya Fajar Reformasi

Presiden ke-2

Presiden ke-2

Kamis, 21 Mei 1998 menjadi hari bersejarah bagi Indonesia: Presiden kedua republik ini, Jenderal Besar (Purn.) H. M. Soeharto, yang memerintah selama 32 tahun, resmi mengundurkan diri. Pengunduran diri itu terjadi hanya dua bulan setelah ia terpilih lagi untuk ketujuh kalinya, di tengah krisis moneter yang mengguncang perekonomian dan gelombang demonstrasi mahasiswa yang menuntut reformasi. Melemahnya dukungan politik dan militer mempercepat runtuhnya rezim Orde Baru, dan sesuai konstitusi Wakil Presiden B. J. Habibie melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai presiden.

Krisis itu berakar pada kerentanan ekonomi akibat krisis Asia 1997, yakni nilai tukar rupiah jatuh, harga kebutuhan melonjak, banyak perusahaan bangkrut, dan pengangguran naik. Di balik pencapaian pembangunan era Orde Baru juga tumbuh praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme serta pembatasan ruang publik yang memicu ketidakpuasan, terutama di kalangan mahasiswa dan intelektual.

Ketegangan politik meningkat sejak awal 1998. Pada 10 Maret, di tengah krisis, Soeharto terpilih kembali untuk periode 1998–2003. Pernyataan bahwa reformasi politik baru bisa dimulai pada 2003 sesuai GBHN memicu kritik. Pemerintah kemudian menaikkan harga bahan bakar minyak dan tarif dasar listrik awal Mei, yang memicu demo mahasiswa di berbagai kota. Insiden penembakan mahasiswa Universitas Trisakti pada 12 Mei yang menewaskan sejumlah mahasiswa dimana membawa membakar kemarahan publik dan memicu kerusuhan besar di Jakarta pada 13–15 Mei serta pembakaran dan penjarahan di beberapa daerah.

Tekanan politik memuncak saat ribuan mahasiswa yang menduduki Gedung DPR/MPR pada 18–19 Mei, menuntut Sidang Istimewa MPR dan pencabutan mandat presiden. Pimpinan DPR/MPR, yang dipimpin Harmoko, akhirnya meminta agar Soeharto berhati-hati dan mempertimbangkan pengunduran diri secara konstitusional. Sejumlah tokoh masyarakat, ormas, akademisi, dan pimpinan agama bergabung menyerukan perubahan cepat; beberapa fraksi DPR dan elite politik mendukung langkah konstitusional itu. Tuntutan internasional untuk transisi demokratis juga datang, termasuk pernyataan Menlu AS Madeleine Albright.

Dalam beberapa hari terakhir sebelum pengunduran diri, muncul upaya pembentukan “Kabinet Reformasi” dan Komite Reformasi versi Istana, namun kepercayaan publik tetap rapuh. Pada hari 21 Mei, Amien Rais dan Nurcholish Madjid menyambut hadirnya pemerintahan transisi. Pagi hari itu, Soeharto didampingi BJ Habibie mengadakan pertemuan singkat dengan pimpinan MPR/DPR di Istana Merdeka dan menyatakan pengunduran dirinya. Dalam pidato resmi berikutnya, ia mengumumkan berhenti dari jabatan presiden, dan BJ Habibie diangkat menjadi presiden.

Kepergian Soeharto menandai berakhirnya Orde Baru dan membuka era Reformasi ruang kebebasan pers dan berpendapat mengembang, pemilu yang lebih demokratis digelorakan, serta munculnya perubahan ketatanegaraan seperti pembatasan masa jabatan presiden dan otonomi daerah. Namun, persoalan lama seperti korupsi dan ketimpangan sosial tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi bangsa setelah transisi tersebut.

Ditulis oleh Andi Fitrah Latemmamala Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin

Referensi :

Situs Website :

[https://kompaspedia.kompas.id/baca/infografik/kronologi/kronologi-pengunduran-diri-presiden-soeharto](https://kompaspedia.kompas.id/baca/infografik/kronologi/ kronologi-pengunduran-diri-presiden-soeharto)

[https://nasional.kompas.com/read/2021/05/21/08582151/kilas-balik-mundurnya-presiden-soeharto-21-mei-1998](https://nasional.kompas.com/read/2021/05/21/08582151/ kilas-balik-mundurnya-presiden-soeharto-21-mei-1998)

[https://www.kompas.com/tren/read/2024/08/23/163000065/penyebab-jatuhnya-pemerintahan-orde-baru-dan-lengsernya-soeharto](https://www.kompas.com/tren/read/2024/08/23/163000065/ penyebab-jatuhnya-pemerintahan-orde-baru-dan-lengsernya- soeharto)

[https://www.kompas.id/artikel/merawat-memori-reformasi-1998](https://www.kompas.id/artikel/merawat-memori- reformasi-1998)


메타데이터
post_id
70dcfc4dab0e
slug
kilas-balik-runtuhnya-rezim-soeharto-dan-terbitnya-fajar-reformasi-70dcfc4dab0e
url
https://medium.com/@bemfhunhas/kilas-balik-runtuhnya-rezim-soeharto-dan-terbitnya-fajar-reformasi-70dcfc4dab0e
canonical_url
https://medium.com/@bemfhunhas/kilas-balik-runtuhnya-rezim-soeharto-dan-terbitnya-fajar-reformasi-70dcfc4dab0e
author_url
https://medium.com/@bemfhunhas
status
ok
fetched_at
2026-07-10 11:40:45