Daya Tahan Apel Lebih Lama Sekitar 336 Kali Lipat!?:
Ditulis Oleh: Ni Made Ayu Mas Naomi Pratiwi
Daya Tahan Apel Lebih Lama Sekitar 336 Kali Lipat!?: Bagaimana Rekayasa Genetika Dapat Membantu lingkungan sekitar.
Ditulis Oleh: Ni Made Ayu Mas Naomi Pratiwi

Semua apel memiliki gen PPO yang membuat oksidase berubah warna menjadi cokelat saat digigit ataupun dipotong. Lalu, apel arktik tidak memiliki gen tersebut, sehingga dapat mencegah pemborosan makanan dan membawa banyak manfaat bagi lingkungan. Masih ada sebagian orang yang khawatir tentang makanan hasil rekayasa genetika (GMO) meskipun sudah dipelajari selama beberapa dekade hingga dinyatakan aman oleh badan resmi. Saya dengan tegas percaya bahwa apel arktik aman dikonsumsi, dan justru lebih ramah lingkungan daripada apel biasa karena daya tahannya yang lebih panjang daripada sederhana. Apel pada umumnya mulai cokelat beberapa menit setelah digigit atau potong, membuatnya lebih sulit disimpan.
Apel adalah salah satu buah yang sering dikonsumsi, hingga menjadi salah satu makanan yang sering kali terbuang. Berdasarkan River Cottage (2023) 1.3 apel dibuang setiap tahun. Dengan ada modifikasi dalam DNA apel ini dapat mencegah masalah tersebut. Dengan apel arktik kita dapat mencegah sampah makanan yang tersebar. Jika dilihat dengan perspektif lingkungan sisa makanan dapat menghasilkan lindi (cairan sampah) yang berpotensi mencemari air tanah dan mengganggu ekosistem. Selain itu, masalah ini dapat meningkat pemanasan global — sampah makanan yang membusuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menghasilkan gas metana. Sehingga jika masalah ini ditetapkan, maka ada berbagai dampak negatif kepada lingkungan.
Apel Arktik merupakan hasil rekayasa genetika yang dibuat supaya tidak cepat berubah warna setelah dipotong atau gigit. Buah yang sudah dimodifikasi tersebut punya daya tahan lebih lama dibandingkan apel biasa karakteristiknya yang tidak mudah berubah cokelat. Dengan apel arktik konsumen dapat menyimpan apel sesudah dipotong atau gigit. Apel arktik merupakan hasil proses RNAi sehingga termasuk GMO. Okanagan Specialty Fruits, menyatakan “Apel Arktik menggunakan gen apel itu sendiri untuk “mematikan” enzim PPO yang menyebabkan apel berubah warna menjadi cokelat ketika digigit, diiris, atau mema”. Karena enzimnya dikurangi, bagian apel yang terkena udara tetap terlihat segar walaupun sudah lama dipotong. Tanpa (PPO) polifenol oksidase. Apel arktik seperti foto yang dilaminasi. Foto biasa dapat rusak ataupun pudar, tetapi foto yang dilaminasi lebih terlindungi — apel arktik juga memiliki perlindungan hingga tidak mudah berubah warna.
Okanagan Specialty Fruits, menjelaskan “Apel Arktik adalah salah satu makanan yang paling banyak dipelajari sepanjang masa. Apel ini telah ditinjau secara ketat oleh tim pengatur terkemuka di USDA, FDA, CFIA, dan Health Canada”. Apel Arktik merupakan alternatif yang terbukti aman dan dapat membantu limbah makanan karena abilitas untuk menetapkan rasa dan warna. Apel biasa berubah warna selama berapa menit setelah digigit ataupun potong, tetapi arktik apel justru dapat menahan lebih lama tanpa berubah menjadi cokelat. Walaupun apel arktik merupakan GMO tetapi ia tidak berbeda (selain daya tahan) dari apel tradisional, On Your Table (2018). Selain itu, Jika dilihat secara social apel arktik dapat meningkat konsumsi buah di kalangan anak-anak, tetapi memicu perdebatan publik yang berkelanjutan mengenai pelabelan dan transparansi GMO.
Walaupun termasuk GMO, apel arktik tetap aman dikonsumsi dan justru dapat mencegah pemborosan makanan. Daya tahan apel arktik lebih panjang daripada apel sederhana karena enzim PPO yang dinonaktifkan. Pertanyaan besar adalah “Dalam cara apa sebab membenarkan akibat?” dapat dijawab melalui tujuan utama apel arktik. Jika penyebab atau alasan utama modifikasi genetika adalah untuk mencegah limbah makanan, maka akan menimbulkan dampak positif — mencegah kerusakan lingkungan melalui memperpanjang daya tahan kesegaran agar mudah disimpan. Namun, walaupun tidak memiliki genetik oksidase, daya tahan kesegaran apel arktik hanya menyampai hingga 28 hari. Maka itu, mari mulai percaya dengan rekayasa genetika untuk membuat dampak positif dalam lingkungan!
Daftar Pustaka
nfdb.org. 7 february 2018 .What you need to know about Arctic Apples. 6 Mei 2026, dari alamat website https://www.ndfb.org/on-your-table/on-your-table-blog/what-you-need-to-know-about-arctic-apples/
osfruit.com. Cutting Edge Science. 6 Mei 2026, dari alamat website https://osfruits.com/science/
rivercottage.net . 1 December 2023. Top 5 wasted food ( and how to save them from the bin). 6 Mei 2026 ,dari alamat https://rivercottage.net/top-five-most-wasted-foods-and-ways-to-save-them-from-the-bin/
메타데이터
- post_id
- 70e9d5085304
- slug
- daya-tahan-apel-lebih-lama-sekitar-336-kali-lipat-70e9d5085304
- url
- https://medium.com/@naomi.160545/daya-tahan-apel-lebih-lama-sekitar-336-kali-lipat-70e9d5085304
- canonical_url
- https://medium.com/@naomi.160545/daya-tahan-apel-lebih-lama-sekitar-336-kali-lipat-70e9d5085304
- author_url
- https://medium.com/@naomi.160545
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-10 07:28:19