Hari Ketiga Menuju 6 Juni: Aku Akan Tetap Mendukungmu, Menunggu Karya-Karyamu, dan Mencintaimu…
Mencintai seseorang juga berarti ikut memeluk mimpi-mimpinya. Ikut berbahagia atas setiap langkah yang membawanya lebih dekat pada tujuan…
Hari Ketiga Menuju 6 Juni: Aku Akan Tetap Mendukungmu, Menunggu Karya-Karyamu, dan Mencintaimu dalam Seluruh Kurang Penuhmu
Mencintai seseorang juga berarti ikut memeluk mimpi-mimpinya. Ikut berbahagia atas setiap langkah yang membawanya lebih dekat pada tujuan, ikut menunggu karya-karya yang lahir dari kerja kerasnya, dan tak pernah lelah berharap agar dunia selalu berlaku ramah kepadanya. Barangkali itulah yang selalu kurasakan setiap kali menyebut namamu dalam doa, Donghyuckku yang terkasih. Sebab jika doa tahu wujud paling setianya, mungkin ia akan menjelma dalam setiap menangmu yang menggenapi segala-galanya. (Edisi menuju hari lahirnya artis top ibu kota hingga dunia, kepada kasihku Lee Donghyuck dengan nama panggung Haechan)03062026

first win CRZY dari album Taste (19 September 2025)
Jika kemarin aku menulis tentang bagaimana kehadiranmu terasa seperti jawaban dari doa-doa yang pernah lama kupanjatkan, hari ini aku ingin menulis tentang harapan. Tentang segala hal baik yang diam-diam selalu kuselipkan untukmu di antara doa-doaku. Tentang langkahmu yang terus berjalan, tentang mimpi-mimpimu yang terus bertumbuh, dan tentang seorang lelaki yang telah menghabiskan begitu banyak waktunya untuk berdiri di atas panggung sambil memberikan yang terbaik kepada dunia.
Barangkali mencintaimu membuatku ingin terus berjalan bersamamu dalam doa, harapan, dan keyakinan. Membuatku ikut berbahagia atas hal-hal baik yang menghampirimu, serta diam-diam berharap agar hidup selalu memperlakukanmu dengan lembut. Sebab ketika seseorang telah menjadi begitu berharga di dalam hati, yang tumbuh bukan hanya rasa cinta, melainkan juga keinginan untuk melihatnya bahagia.
Maka hati ke tiga menuju 6 Juni ini, izinkan aku kembali mendoakanmu.
Menangkanlah segala jalan yang sedang kamu tuju, sayangku. Raihlah segala hal yang selama ini kamu perjuangkan dengan ketekunan yang mungkin tidak selalu dilihat orang lain. Genggamlah penghargaan-penghargaan yang memang layak datang kepada seseorang yang bekerja sekeras dirimu. Biarlah segala peluh yang pernah jatuh dalam diam menemukan jawabannya dalam bentuk kebanggaan, kebahagiaan, dan keberhasilan yang pantas kamu rayakan.
Kuasailah panggungmu, Donghyuck.
Bersinarlah seterang yang kamu inginkan. Bernyanyilah sebebas yang kamu mau. Tertawalah lebih sering. Ambillah ruang yang memang telah kamu perjuangkan untuk berdiri di sana. Sebab jika ada seseorang yang layak menerima tepuk tangan paling meriah, aku berharap namamu termasuk di antaranya.
Aku akan tetap menunggu lagu-lagu yang akan kamu nyanyikan. Aku akan tetap menunggu panggung-panggung yang akan kamu pijak. Aku akan tetap menunggu karya-karya yang lahir dari kerja keras, keberanian, dan ketulusanmu. Sebab setiap karya yang kamu tinggalkan selalu membawa sebagian dari dirimu, dan aku menyukai caramu bercerita kepada dunia melalui suara, musik, dan segala hal yang kamu ciptakan.
Dan jika suatu hari dunia memberimu piala, penghargaan, atau pengakuan atas kerja kerasmu, semoga kamu menerimanya dengan hati yang penuh. Bukan karena benda-benda itu mampu mengukur nilaimu, melainkan karena aku tahu berapa banyak waktu, tenaga, keberanian, dan kesungguhan yang telah kamu berikan untuk sampai pada titik itu.
Namun jika jalan yang kamu lalui tidak selalu mudah, semoga pundakmu tetap dikuatkan. Jika langkahmu terasa berat, semoga ada kekuatan yang membuatmu mampu berjalan sedikit lebih jauh. Jika harimu dipenuhi keraguan, semoga selalu ada alasan untuk kembali percaya pada dirimu sendiri. Dan jika suatu saat dunia terasa terlalu bising, semoga hatimu tetap menemukan tempat yang tenang untuk pulang.
Sebab di balik semua sorot lampu yang mengikutimu, aku tahu ada seorang manusia yang juga mengenal lelahnya sendiri.
Donghyuckku yang terkasih, jika suatu hari dunia memilih menilaimu dari cela, biarlah aku tetap mengenalmu dari seluruh utuh yang kaubawa.
Aku tidak pernah menghampirimu sambil membawa ukuran tentang sempurna. Aku tidak pernah mencintaimu karena mengira kamu tidak memiliki kekurangan. Sejak awal aku tahu bahwa manusia diciptakan bersama celah-celah yang tidak selalu bisa diperbaiki oleh waktu. Kita semua memiliki luka, ketakutan, keraguan, dan hari-hari yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.
Karena itu, ketika diammu menjadi panjang, aku tidak pernah buru-buru menyebutnya sebagai jarak. Mungkin kamu sedang berusaha membereskan riuh yang tidak bisa dilihat orang lain. Ketika langkahmu melambat, aku tidak menganggapnya sebagai kegagalan. Mungkin hidup hanya sedang mengajarimu beristirahat sejenak sebelum kembali berjalan.
Dan ketika keraguan datang menghampirimu, aku berharap kamu tahu bahwa tidak apa-apa menjadi manusia.
Tidak apa-apa merasa lelah.
Tidak apa-apa merasa takut.
Tidak apa-apa jika tidak selalu kuat.
Sebab bagiku, keberhargaanmu tidak pernah ditentukan oleh seberapa sempurna dirimu terlihat di mata dunia.
Aku jatuh padamu dalam segala kurang penuhnya.
Aku jatuh pada tawamu yang mampu menghangatkan banyak orang. Aku jatuh pada caramu mencintai pekerjaanmu. Aku jatuh pada keberanianmu untuk terus berdiri di hadapan dunia, bahkan ketika dunia tidak selalu ramah. Aku jatuh pada ketekunan yang membawamu sampai sejauh ini. Aku jatuh pada segala hal yang membuatmu menjadi dirimu sendiri.
Karena aku tidak hanya menyukai keberhasilanmu. Aku juga menerima hari-hari ketika kamu merasa lelah. Aku tidak hanya mengagumi cahaya yang menyertaimu. Aku juga menerima bayang-bayang yang mungkin sesekali mengikutimu. Aku tidak hanya menyukai lebihmu, tetapi juga memilih tinggal bersama kurangmu.
Bagiku, kasih tumbuh ketika seseorang dipandang sebening embun dan tetap dirangkul meski membawa mendung. Dikenal tanpa syarat yang riuh. Dipahami tanpa keinginan untuk mengubah seluruh dirinya. Dipeluk tanpa dipaksa menjadi siapa pun selain dirinya sendiri.
Maka bila suatu malam kamu merasa dirimu terlalu patah untuk dicintai, terlalu penuh cela untuk dirangkul kasih, ingatlah ini perlahan-lahan.
Aku akan selalu memilih melihatmu secara utuh.
Melihat segala baik yang ada padamu.
Melihat segala usaha yang telah kamu perjuangkan.
Melihat segala luka yang berhasil kamu lewati.
Dan setelah mengetahui semuanya, aku tetap memilih tinggal.
Bukan karena kamu tanpa cacat.
Bukan karena hidupmu bebas dari luka.
Melainkan karena segala kurang itu pun tetap menjadikanmu berharga.
Jadi mekarlah di mana pun hidup menempatkanmu, Donghyuckku yang terkasih. Pergilah sejauh yang ingin kamu tuju. Raihlah setinggi yang ingin kamu capai. Kuasailah setiap panggung yang memanggil namamu. Dan ke mana pun takdir membawamu melangkah, semoga dunia berlaku ramah kepadamu, semoga keberuntungan memeluk setiap langkahmu, dan semoga segala mimpi yang sedang kamu kejar perlahan menemukan jalannya menjadi nyata.
Sebab selama masih ada hari yang berganti, akan selalu ada doa yang menyebut namamu dengan khusyuk, kasih yang tumbuh dengan utuh, dan cinta yang tak pernah lelah berpendar untukmu. Aku mencintaimu hari ini, mencintaimu pada hari-hari yang telah lewat, dan akan tetap mencintaimu pada hari-hari yang belum sempat tiba.
Dengan kasih, Tin, 03 Juni 2026 🌻
메타데이터
- post_id
- 711310a2fd7d
- slug
- hari-ketiga-menuju-6-juni-aku-akan-tetap-mendukungmu-menunggu-karya-karyamu-dan-mencintaimu-711310a2fd7d
- url
- https://medium.com/@krisarsita/hari-ketiga-menuju-6-juni-aku-akan-tetap-mendukungmu-menunggu-karya-karyamu-dan-mencintaimu-711310a2fd7d
- canonical_url
- https://medium.com/@krisarsita/hari-ketiga-menuju-6-juni-aku-akan-tetap-mendukungmu-menunggu-karya-karyamu-dan-mencintaimu-711310a2fd7d
- author_url
- https://medium.com/@krisarsita
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-21 22:26:41