← Back to list

Interaksi Kami yang Bahkan Belum Menyentuh Hawa

Izinkan aku, sekali saja, menikmati relung matamu dan tenggelam jauh disana tanpa kau tahu siapa aku.

life in notes · 2026-05-28 10:18 · 51 claps · 2.1 min read
#frasa #indonesia #puisi-indonesia
Open on Medium ↗

Interaksi Kami yang Bahkan Belum Menyentuh Hawa

Izinkan aku, sekali saja, menikmati relung matamu dan tenggelam jauh disana tanpa kau tahu siapa aku.

“You are not a drop in the ocean. You are the entire ocean, in a drop.” — Jalaluddin Rumi.

Lalu desau angin pesisir berembus mengirimkan aroma garam. Dan disinilah kita berakhir, duduk berdampingan diatas sebatang kayu pohon kelapa yang tumbang, menghadap ke arah laut lepas, menemani matahari yang kian tenggelam.

Aku menatap wajahmu. Postur wajahmu yang kian rapi, alis tebalmu, sorot matamu yang berbinar menikmati matahari di didepan sana. Saat ini, dengan kemeja katuh putih yang longgar, dan celana yang ujungnya basah tersapu buih ombak… didalam relung mata mu itulah aku ingin menjatuhkan diriku disana, ia sungguh berhasil memencarpesona yang begitu pekat.

Kau, tapi, mata itu juga yang berhasil berkali-kali membuatku merasa mundur. Sorot matamu yang menenangkan sungguh menggambarkan bahwa kau adalah mereka yang memiki wakku luang hanya untuk melihat ufuk tanpa beban.

Kau, dan dunia mu sepertinya selalu bersikap ramah satu sama lain, aku bisa menangkap itu pada ketenangan yang kau miliki.

Aku kembali menatap jauh ke depan, tersenyum tipis sembari mengusap pipi yang sedikit basah. Aku menunduk dan tertegun menyadari jarak tak kasat mata di antara kita. Tali tipis yang datang untuk mengantarkan kesadaranku.

Bagimu, laut sore ini adalah jeda yang menenangkan dari rutinitas kota. Tapi sayang, bagiku, laut sore ini adalah satu-satunya tempatku merasa aman dan melarikan diri dari riuh rendahnya isi kepala.

Kita, melihat air yang sama, namun alangkah sedihnya karena aku dan kau bergerak diatas arus yang berbeda.

Aku menoleh sepenuhnya padamu, membiarkan suaraku larut diantara deru ombak. “Sialnya, di dunia yang serba fana ini, aku malah memilihmu untuk terus kunikmati…”

Kau menghela napas tipis, sambil menarik tengkukku, membawa aku masuk ke dalam dekapannya. Kau menyambut suaraku yang larut itu dengan teramat lembut, “Sayangnya, aku bukanlah puisi yang lahir untuk kau nikmati. Aku hanya manusia dan jiwa yang sama sepertimu.”

Aku membiarkan air mataku turun deras dalam sorot matanya.

Jiwa yang memiliki harapan untuk dicintai seutuhnya…

Dituntun untuk menuju mimpinya…

Salurkanlah bahasa-bahasa yang lembut untukku,

Demi mengelus jiwa kita yang sama indahnya.”

Sial, aku justru terisak dalam dekapannya. Aku masih melihat tali tipis itu… tali tipis yang kau gunakan juga untuk menyayat punggungku dalam dekapanmu.

Dalam pandanganku yang kian memudar, ia menunjukkan arti tali pemisah itu. Rasa cinta yang digaungi, diteriakkan, dibisikkan ataupun dituliskan dengan cara yang indah, tetap tidak bisa menghapus ketimpangan diantara kita.

Kau adalah kau yang menjalani hidup tanpa merasakan sinisnya dunia.

Aku melepas dekapannya. Dadaku bergemuruh hebat. Aku menyunggingkan senyuman terbaikku padanya dan melepas genggaman tangannya.

Aku mundur beberapa langkah ke belakang, menarik napas dan menerima batasan itu, membiarkanku kembali pada lautmu.

Sementara aku berjalan pulang menyusuri pesisir, meninggalkan laut dan kau yang mulai menggelap dengan sisa rasa anyir yang tertinggal. Langkahku berkejaran dengan buih yang pecah, seirama dengan kesadaran yang melingkar sempurna

bahwa semestinya, sejak awal aku hanya menetap dan merasa cukup tenggelam di relung matamu tanpa kau harus tahu siapa aku, tanpa perlu menyeret dua dunia yang terlampau berbeda ke dalam satu muara.


메타데이터
post_id
7144e5292754
slug
interaksi-kami-yang-bahkan-belum-menyentuh-hawa-7144e5292754
url
https://medium.com/@robinhhook/interaksi-kami-yang-bahkan-belum-menyentuh-hawa-7144e5292754
canonical_url
https://medium.com/@robinhhook/interaksi-kami-yang-bahkan-belum-menyentuh-hawa-7144e5292754
author_url
https://medium.com/@robinhhook
status
ok
fetched_at
2026-06-29 01:02:39