Terjun ke Lautan Kepedulian
Nama: Muhammad Azfa Mukhlis NIM: 10223036 Tanggal: 18 September 2024
Terjun ke Lautan Kepedulian
Nama: Muhammad Azfa Mukhlis NIM: 10223036 Tanggal: 18 September 2024
Narasumber: Pak Omar (Ketua RT) Alamat: Jalan Tubagus Ismail RT 04/RW 08, Sekeloa Tanggal: 16 September 2024
Di hari senin tanggal 16 September kami mewawancarai pak Omar di Sakaloa. Disana pak Omar menjabat sebagai ketua RT setempat. Pak Omar bercerita mengenai angka kemiskinan di Sakaloa yang relatif menengah, hal tersebut dikarenakan lapangan pekerjaan yang sangatlah sulit dicari karena lapangan kerja yang terbuka masih sedikit. Bahkan tahun lalu pernah terjadi kasus pencurian, namun syukur hingga sekarang sudah tidak ada lagi kasus pencurian. Selain itu, di Sakaloa juga banyak kosan/kontrakan yang dijual karena sepi mahasiswa, kebanyakan mahasiswa sekarang berada di Jatinangor. Sedangkan warung dan usaha lainnya juga mengandalkan pemasukan dari mahasiswa. Harapannya, beliau ingin karang taruna diberi bimbingan dan lapangan pekerjaan.
Mengenai kondisi lingkungan di Sakaloa sendiri bisa dibilang bersih. Meskipun dahulu warga sering membuang sampah di sungai, namun sekarang ada pengambilan sampah dengan biaya 100 ribu dan 75 ribu per bulan. Kini sampah-sampah tersebut digantung di pagar depan rumah dan menunggu pengambilan. Saat musim hujan pun, daerah tersebut aman dan tidak pernah terkena banjir. Meski begitu, sampah akan kembali menjadi masalah jika TPS (Tempat Pembuangan Sampah) ditutup. Sampah-sampah akan terus menumpuk hingga TPS dibuka kembali. Beliau berharap agar mahasiswa dapat mengolah sampah-sampah, sehingga sampah tidak hanya menumpuk di TPS. Pak Omar juga mengeluhkan mengenai banyaknya pembangunan yang tidak terkontrol dan menjadikan lingkungan menjadi sempit, terutama dengan adanya bangunan 4 lantai di tengah perkampungan.
Untuk kebutuhan air dan listrik di Sakaloa sudah cukup terpenuhi. Sumber air warga berasal dari PDAM, namun air PDAM terkadang tidak mengalir sehingga digalilah sumur bor yang berkedalaman 30 meter. Lalu sumber listrik warga berasal dari PLN, yang mana PLN juga terkadang mengalami pemadaman listrik, sehingga menyebabkan kerugian bagi UMKM setempat, seperti halnya pedagang eskrim yang eskrimnya akan mencair jika listrik padam. Sedangkan jika telat bayar listrik, maka langsung diputus dari PLN saat itu juga.
Dari segi pendidikan dan kesehatan pun Sakaloa sudah cukup memadai. Untuk pendidikan, semua anak di daerah tersebut tidak ada yang putus sekolah. Dan untuk kesehatan, disana terdapat puskesmas yang melaksanakan posyandu sebulan sekali. Hanya saja, sering kali BPJS tidak meng-cover beberapa kebutuhan pasien seperti obat-obatan yang terlalu mahal.
Kegiatan dan kesibukan warga Sakaloa sendiri cukup banyak. Beberapa diantaranya adalah pengajian rutin ibu-ibu yang diselenggarakan sebanyak 3 kali seminggu, dan untuk bapak-bapak sebulan sekali. Terdapat juga pengajian setiap sore untuk anak-anak dan remaja. Selain itu ada juga kegiatan senam setiap hari Sabtu di depan Indomaret. Dan ada juga kesenian barongsai yang diadakan sanggar seni di RW 07.


메타데이터
- post_id
- 7165fb112b7d
- slug
- terjun-ke-lautan-kepedulian-7165fb112b7d
- url
- https://medium.com/@azfa_mkh/terjun-ke-lautan-kepedulian-7165fb112b7d
- canonical_url
- https://medium.com/@azfa_mkh/terjun-ke-lautan-kepedulian-7165fb112b7d
- author_url
- https://medium.com/@azfa_mkh
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-06-17 10:21:25