← Back to list

Kebiasaan yang Tak Istimewa

Kafe kecil di seberang gedung agensi itu tak pernah benar-benar sepi — terutama di Jumat sore yang merambat ke malam. Gallatara duduk di…

Langit Na Eunha · 2026-01-02 18:49 · 0 claps · 2.2 min read
#jakarta #malam-hari #city-lights #istimewa
Open on Medium ↗
Wiki topics: SAF · Safety & Alignment

Kebiasaan yang Tak Istimewa

pict from pinterest (ctto)

pict from pinterest (ctto)

Kafe kecil di seberang gedung agensi itu tak pernah benar-benar sepi — terutama di Jumat sore yang merambat ke malam. Gallatara duduk di kursi dekat jendela, satu cangkir kopi hitam yang sejak tadi tak juga habis. Ia sudah berganti posisi duduk entah berapa kali, membuka ponsel, menutupnya lagi, lalu menatap jam di pergelangan tangan.

Delapan lewat dua puluh.

Visit project yang seharusnya selesai cepat justru ikut molor. Namun alih-alih kesal, Gallatara malah terbiasa. Menunggu bukan hal asing baginya — terutama jika yang ditunggu Ranum Ellyara Hafis.

Ia menyesap kopi, pahitnya menyentak, lalu kembali menatap layar ponsel. Tak ada notifikasi baru. Hanya deru kendaraan di luar dan cahaya lampu gedung yang makin terang saat langit menggelap.

Delapan lewat tiga puluh.

Gallatara hendak mengirim pesan, ketika layar ponselnya menyala lebih dulu.

Ellyara:

GALA.

GUE UDAH BERES.

Gallatara berdiri hampir refleks. Kopi ditinggalkan setengah penuh, jaket diraih, langkahnya cepat menuju parkiran. Pesan Ellyara belum ia balas. Bukan karena tak mau — ia hanya tahu, lebih cepat menjemput ketimbang berdebat soal siapa yang harus jalan ke mana.

Sementara itu, di lantai bawah gedung agensi, Ellyara sudah berdiri dengan tas di bahu. Rambutnya tak serapi pagi tadi, pundaknya pegal, wajahnya lelah. Ia menatap layar ponsel, menunggu balasan yang tak kunjung datang.

“Gala ini ngapain sih,” gumamnya kesal.

Padahal tadi ia sudah berniat menyusul ke kafe. Biar Gallatara tak perlu keluar-masuk parkiran lagi. Namun sebelum sempat melangkah, sebuah mobil hitam berhenti tepat di depannya.

Klakson pendek terdengar.

Ellyara menoleh. Mendapati Gallatara di balik kemudi, jendela diturunkan setengah.

“Masuk,” kata Gallatara singkat.

Ellyara mendengus. “Ngapain lu ke sini? Gue kan bisa nyusul ke kafe.”

“Kelamaan,” jawab Gallatara santai. “Masuk aja.”

Ellyara membuka pintu penumpang dengan tenaga sisa, menjatuhkan tubuhnya ke kursi. Pintu tertutup agak keras.

“Lu tuh keras kepala,” omelnya.

“Lu juga,” balas Gallatara tanpa melirik.

Mobil melaju, meninggalkan gedung agensi yang masih menyala. Jalanan SCBD malam Jumat padat, lampu merah terasa lebih lama dari biasanya. Ellyara menyandarkan kepala ke sandaran kursi, menghela napas panjang.

“Capek banget,” katanya pelan.

“Namanya juga kerja,” sahut Gallatara. “Lain kali jangan nunda makan.”

“Orang belum laper masa dipaksa, nyebelin. Nyuruh-nyuruh.”

“Makan bukan nunggu lapar, El.”

Ellyara melirik tajam. “Lu tau ga sih kalo orang lembur tuh emosinya tipis?”

Gallatara terkekeh kecil. “Tau. Makanya gue diem.”

“Diem apaan, dari tadi ngomel juga.”

“Bela diri itu.”

Ellyara mendengus lagi, kali ini disertai senyum kecil yang gagal ia sembunyikan. Mobil melaju meninggalkan pusat kota, perlahan memasuki jalur yang lebih lengang menuju Kebagusan.

“Next time,” ujar Ellyara setelah hening sejenak, “kalo gue bilang jangan nunggu, ya jangan nunggu.”

Gallatara melirik sekilas. “Next time lu makan tepat waktu, jangan pas gue suruh.”

“Ga nyambung.”

“Oke?”

Mereka tiba di depan rumah hampir pukul sembilan malam. Lampu teras menyala, suasana kompleks tenang. Ellyara membuka sabuk pengaman, lalu menoleh sebelum turun.

“Makasih ya.”

Gallatara mengangguk singkat. “Istirahat.”

Ellyara turun, pintu tertutup. Gallatara menunggu sampai Ellyara benar-benar masuk rumah, barulah mobilnya kembali bergerak — menuju rumah di sebelah.

Hari itu ditutup seperti hari-hari sebelumnya. Dengan lelah, ribut kecil, dan kebiasaan saling menunggu yang tak pernah mereka akui sebagai sesuatu yang istimewa.


메타데이터
post_id
7176287d1c3d
slug
kebiasaan-yang-tak-istimewa-7176287d1c3d
url
https://medium.com/@naeunhaville/kebiasaan-yang-tak-istimewa-7176287d1c3d
canonical_url
https://medium.com/@naeunhaville/kebiasaan-yang-tak-istimewa-7176287d1c3d
author_url
https://medium.com/@naeunhaville
status
ok
fetched_at
2026-07-08 21:34:33