← Back to list

Guncangan Global! Konflik Iran-Israel Bikin Harga Minyak dan Emas Meroket, Pasar Saham Terpuruk

Eskalasi konflik antara Israel dan Iran pada 13 Juni 2025 telah mengguncang pasar keuangan global, memicu kepanikan yang signifikan…

GIBEI FEB UNJ · 2025-06-18 02:54 · 0 claps · 2.7 min read
#minyak #iran #israel #saham #emas-antam
Open on Medium ↗

Guncangan Global! Konflik Iran-Israel Bikin Harga Minyak dan Emas Meroket, Pasar Saham Terpuruk

Sumber: Foto diambil dari.www.pamphlets.blog

Sumber: Foto diambil dari.www.pamphlets.blog

Eskalasi konflik antara Israel dan Iran pada 13 Juni 2025 telah mengguncang pasar keuangan global, memicu kepanikan yang signifikan. Serangan udara Israel ke fasilitas nuklir dan militer Iran, yang dibalas dengan peluncuran rudal oleh Iran, mendorong investor beralih ke aset safe haven seperti emas dan dolar AS. Akibatnya, harga minyak mentah melonjak, emas mendekati rekor tertinggi, dan saham dunia anjlok. Indonesia, sebagai negara pengimpor minyak, kini menghadapi ancaman inflasi, pelemahan rupiah, dan tekanan ekonomi yang semakin berat, memperparah tantangan domestik yang sudah ada.

Karena perang ini, pasar energi global terguncang, mengingat Timur Tengah menyumbang sepertiga produksi minyak mentah dunia. Harga minyak Brent melonjak 6,63% menjadi $73,96 per barel, dengan puncak intraday $78,50, tertinggi sejak Januari 2025. Minyak West Texas Intermediate (WTI) juga naik 7,33% ke $73,03 per barel, sempat menyentuh $77,62. Kekhawatiran utama adalah potensi Iran, yang memproduksi 3,9 juta barel per hari, memblokir Selat Hormuz, jalur vital untuk 20% perdagangan minyak global. Analis JPMorgan Chase & Co. memperingatkan harga minyak bisa melonjak ke $120–$130 per barel jika konflik berlarut-larut, meningkatkan biaya operasional sektor migas Indonesia, termasuk Pertamina, yang diperkirakan naik 5–7% akibat pengalihan rute tanker untuk menghindari zona konflik.

Lonjakan harga minyak ini mendorong investor ke emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian. Harga emas dunia naik 1,4% menjadi $3.431 per ons, mendekati rekor tertinggi $3.500,05 pada April 2025. Karena perang ini, permintaan emas di Indonesia melonjak, terutama untuk emas perhiasan, yang sebelumnya menyumbang inflasi inti 2,4% tahunan, mencerminkan minat masyarakat terhadap aset safe haven. Saham emiten emas seperti PT Aneka Tambang Tbk (ANTM.JK) melonjak 4,10%, dari 3.170,00 IDR menjadi 3.300,00 IDR, didorong oleh meningkatnya aktivitas perdagangan emas fisik dan investasi berbasis emas. Analis RBC Capital Markets memperkirakan harga emas bisa terus naik jika Iran melancarkan serangan balasan lebih besar, memperkuat posisi emas sebagai aset perlindungan.

Sumber: Foto diambil dari.www.cnbcindonesia.com

Sumber: Foto diambil dari.www.cnbcindonesia.com

Sebaliknya, ketegangan geopolitik ini memengaruhi pasar saham global, dengan Dow Jones Industrial Average di Amerika Serikat anjlok 770 poin (1,79%), S&P 500 turun 1,13%, dan Nasdaq melemah 1,3%. Di Asia, Nikkei 225 Jepang turun 1,3%, Kospi Korea Selatan susut 1,1%, dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,8%. Indeks Volatilitas CBOE (VIX), “pengukur ketakutan” Wall Street, melonjak 19%, mencerminkan sentimen waspada. Sementara di Indonesia, saham PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC.JK) naik 4,48%, dari 1.340,00 IDR menjadi 1.400,00 IDR pada 13 Juni 2025, didorong oleh lonjakan harga minyak Brent sebesar 6,63% menjadi $73,96 per barel. Kenaikan ini mencerminkan optimisme terhadap emiten migas, meskipun tekanan inflasi dan biaya logistik yang meningkat akibat konflik tetap menjadi tantangan bagi sektor energi domestik.

Kondisi ini memperburuk tekanan pada pasar saham Indonesia. Meskipun data Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) untuk Juni 2025 belum tersedia, tren global menunjukkan pasar saham Indonesia kemungkinan tertekan, sebagaimana terjadi pada Oktober 2024, ketika konflik serupa menyebabkan arus keluar modal asing sebesar $22 miliar dan IHSG turun 2,61% ke 7.496,09. Kenaikan harga minyak juga mengancam anggaran negara, karena biaya subsidi bahan bakar meningkat dan harga barang melonjak, melemahkan daya beli masyarakat yang menyumbang lebih dari separuh perekonomian Indonesia.

Untuk meredam dampak, pemerintah Indonesia bergerak cepat. Pertamina mengalihkan rute tanker untuk menghindari zona konflik, meskipun ini menambah biaya logistik. Kementerian Perindustrian mendorong penggunaan produk lokal untuk mengurangi impor, sementara pemerintah mempertimbangkan peningkatan produksi minyak dan gas domestik serta memperluas transaksi dengan mata uang lokal untuk mengurangi ketergantungan pada dolar AS yang menguat. Namun, Bank Indonesia menghadapi dilema setelah menurunkan suku bunga ke 5,5% pada Mei 2025 untuk mendorong pertumbuhan, kini risiko inflasi akibat kenaikan harga minyak mungkin memaksa kenaikan suku bunga, yang dapat memperlambat sektor properti dan otomotif.

Penulis: Reisha Hikmah Hertawati

©Research and Development GIBEI FEB UNJ 2025


메타데이터
post_id
71f2ff201648
slug
guncangan-global-konflik-iran-israel-bikin-harga-minyak-dan-emas-meroket-pasar-saham-terpuruk-71f2ff201648
url
https://medium.com/@gibeifebunj/guncangan-global-konflik-iran-israel-bikin-harga-minyak-dan-emas-meroket-pasar-saham-terpuruk-71f2ff201648
canonical_url
https://medium.com/@gibeifebunj/guncangan-global-konflik-iran-israel-bikin-harga-minyak-dan-emas-meroket-pasar-saham-terpuruk-71f2ff201648
author_url
https://medium.com/@gibeifebunj
status
ok
fetched_at
2026-07-19 10:09:26