← Back to list

The Captains — Final Day

Hari pelaksanaan final perlombaan olahraga antar sekolah telah tiba. Sepertinya yang telah diprediksi oleh kebanyakan murid SMANSA, 2…

Lima · 2022-01-21 14:53 · 0 claps · 4.6 min read
#kookv #badminton #alternate-universe #basketball
Open on Medium ↗
Wiki topics: RAG · RAG & Retrieval 🔭 · Astronomy & Space 🏀 · Basketball

The Captains — Final Day Match

Hari pelaksanaan final perlombaan olahraga antar sekolah telah tiba. Sepertinya yang telah diprediksi oleh kebanyakan murid SMANSA, 2 cabang olahraga kebanggaan mereka, badminton dan basket berhasil mencapai babak final. Banyak sekali yang berharap supaya 2 cabang olahraga ini mampu memberikan gelar untuk SMANSA, terutama badminton sebagai juara bertahan.

Pertandingan badminton yang diadakan merupakan pertandingan beregu. Jadi, semua sektor badminton ditandingkan secara bergiliran. Pertandingan kali ini dilaksanakan dengan urutan Men’s Doubles (MD), Women’s Doubles (WD), Women’s Singles (WS), Men’s Singles (MS), dan Mixed Doubles (XD). Apabila SMANSA berhasil memenangkan 3 pertandingan pertama, maka skor 3–0 akan menjadi milik SMANSA, tanda kemenangan mereka. Atau jika lawan berhasil memenangkan pertandingan , maka kemungkinan lainnya adalah menang dengan skor 3–1 atau 3–2.

Tidak mau menyia-nyiakan kesempatan, SMANSA menurunkan skuad terbaiknya untuk pertandingan final ini. Jin-Jimin MD, Yeji-Ryujin WD, Sury WS, Taehyung MS, dan Beomgyu-Minjeong XD. Tentunya mereka berharap supaya Taehyung dan Beomgyu-Minjeong tidak perlu dimainkan karena sudah menang 3–0. Akan tetapi, takdir berkata lain.

Pertandingan pertama berhasil dimenangkan oleh Jin-Jimin dengan straight game dengan waktu di bawah 30 menit. Awal yang sangat baik untuk SMANSA. Namun, Yeji-Ryujin gagal memenangkan pertandingan kedua. Memang sejak masuk ke lapangan, mood *mereka tampak sedang buruk. Syukurlah Sury berhasil memenangkan pertandingan ketiga. SMANSA pun kembali unggul.

Waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang. Tim basket SMANSA telah memasuki lapangan. Sayangnya, perkiraan Taehyung tidak tepat. Memang ia akhirnya tetap harus dimainkan karena posisi skor 2–1 yang masih belum aman. Namun, pertandingan WD dan WS memakan waktu lebih lama dari perkiraannya, sehingga Taehyung belum mulai bermain.

Jeongguk mencari keberadaan Taehyung di tempat pemanasan. Begitu menemukannya, ia mengambil kertas yang berserakan di dekat kakinya. Kemudian, ia meremat kertas tersebut dan melemparkannya ke arah Taehyung.

Tepat sasaran! Taehyung mencari asal lemparan kertas tersebut dan menemukan Jeongguk di lapangan basket yang tidak jauh dari lapangan badminton.

Aku mau tanding habis ini,” ucap Jeongguk tanpa suara, sambil memberi sedikit gestur.

Taehyung tersenyum melihatnya, lalu ia membalas tanpa suara, “Aku bentar lagi juga main. Semangat kapten!

Jeongguk mengepalkan tangannya dan pura-pura batuk, sebelum membuka tangannya dan memberi kiss bye secara diam-diam kepada Taehyung. Kemudian, Taehyung berpura-pura menangkapnya dan berniat untuk membalas, tapi coach-nya sudah memanggil untuk bersiap ke lapangan tanding. Jeongguk hanya tertawa melihat tingkah gemas pacarnya itu.

PRIIITTTT!!!

Peluit tanda pertandingan basket dimulai sudah ditiup. Tim basket SMANSA mampu menguasai permainan. Teamwork mereka sangat baik. Bahkan Yeonjun benar-benar serius bermain, sehingga Jeongguk menyetujui saran coach mereka untuk menjadikan Yeonjun pemain starter.

PRIIITTT!!!

Memasuki waktu istirahat antara kuarter pertama dan kedua, SMANSA unggul cukup jauh dengan jarak lebih dari 20 poin. Saat Jeongguk bergegas untuk keluar lapangan, ia menemukan Taehyung yang sudah bersiap untuk melakukan serve pertama. Sekilas, Taehyung menangkap tatapan tersebut dan melihat Jeongguk menggerakkan bibirnya. Taehyung membalas dengan kedipan mata kanan

Semangat, my bear!”

3 kata yang begitu berpengaruh bagi semangat Taehyung.

Badminton SMANSA sudah berada di posisi unggul 2–1, sehingga hanya perlu 1 kemenangan lagi bagi mereka untuk mempertahankan gelar. Akan tetapi, hal tersebut tidak berjalan sesuai harapan. Taehyung kalah dengan deuce 22–20 setelah berhasil unggul cukup jauh 20–15. Meskipun begitu, ia berhasil unggul sangat jauh pada interval game kedua dengan skor 11–1.

Permainan Taehyung setelah interval masih sangat mendominasi. Ia berhasil mendapatkan *game point* dengan skor 20–5. Tinggal satu lagi poin yang ia perlukan untuk memaksa diadakannya game *ketiga, sehingga kemenangan SMANSA dapat segera dicapai.

Taehyung bersiap untuk melakukan jumping smash setelah pengembalian yang tanggung dari lawan. Berhasil! Ia berhasil membuat lawan gagal mengembalikan shuttlecock. Namun, tiba-tiba —

“AAKHH!!” teriak Taehyung bertepatan dengan wasit mengucapkan, “… one game all.”

Rupanya Taehyung melakukan pendaratan yang salah setelah smash tadi, sehingga ia merasakan sakit pada kaki kanannya. Coach SMANSA langsung meminta medical treatment, tidak mau rasa sakit yang dirasakan Taehyung bertambah parah. Coach mereka sudah menyarankan Taehyung untuk mundur, tidak mau mengambil resiko cidera. Namun, Taehyung merasa bertanggungjawab untuk memberikan kemenangan bagi SMANSA. Ia bersikeras untuk melanjutkan permainan. Game ketiga pun dimulai.

Di sisi lain, Jeongguk mendengar teriakan Taehyung saat ia baru saja mengoper bola kepada Mingyu. Fokusnya mulai terpecah karena rasa khawatir. Alhasil, poin mereka menjadi seri karena hilangnya fokus Jeongguk sebagai kapten sekaligus playmaker tim.

Saat istirahat antara kuarter kedua dan ketiga, Jeongguk dimarahi habis-habisan oleh coach mereka. Ia pun memberi masukan untuk menukar dirinya dengan Vernon setelah ini.

“Saya pikir, Vernon sudah siap untuk menjadi playmaker utama kita, coach. Lawan terus menghadang saya, sehingga saya tidak bisa melakukan lemparan skor.”

Coach mereka terdiam beberapa saat sebelum menyetujui masukan Jeongguk. Dengan syarat, pertukaran pemain dilakukan di pertengahan kuarter ketiga, tidak dari awal.

Kembali ke lapangan badminton. Taehyung masih mampu bermain meski dengan kondisinya yang kurang baik. Seperti déjà vu, Taehyung berhasil mendapat match point *lebih dulu dengan poin 20–15. Akan tetapi, rasa sakit pada kakinya semakin parah, hingga membuatnya berjalan agak pincang. Poinnya pun terkejar menjadi 20–20.

Saat lawan mendapat poin ke-21 karena kesalahan Taehyung yang gagal melakukan netting, Taehyung terjatuh dengan tiba-tiba. Ia memegang kaki kanannya yang tampak membengkak. Bersamaan dengan itu, Jeongguk sudah ditukar dengan Vernon. Ia melewati kerumunan untuk masuk ke area penonton badminton.

Taehyung menggelengkan kepalanya. Ia tidak mau menyerah begitu saja. “Tinggal 2 poin lagi, Taehyung,” pikirnya.

Beomgyu berteriak meminta Taehyung untuk mundur, tapi diabaikan. Beomgyu tidak mau kaptennya memaksakan diri seperti ini. Masih ada dirinya dan Minjeong yang bisa memenangkan pertandingan terakhir.

Taehyung berdiri dengan susah payah setelah wasit terus mengulang kata ‘Play’. Begitu Taehyung sudah siap dengan posisi menerima serve¸ia tidak mampu bergerak sama sekali ketika lawannya melakukan flick serve. *Ia hampir saja terjatuh jika Jeongguk tidak sempat menangkapnya.

“Tae, kamu gapapa? Tae!”

Jeongguk berteriak cukup keras karena takut suaranya kalah keras dengan sorakan pendukung tim lawan yang berhasil memenangkan pertandingan keempat.

Taehyung mengernyitkan dahinya, menahan rasa sakit di kaki. Belum ada tenaga medis yang menghampiri mereka. Melihat itu, Jeongguk langsung menggendong bridal Taehyung dan membawanya ke unit kesehatan tempat penyelenggaraan lomba. Ia berlari begitu kencang.

Jeongguk tidak menghiraukan sorakan pendukung tim basket SMANSA saat Vernon berhasil mencetak skor yang membalikkan keadaaan. Bahkan, ia juga tidak menghiraukan tatapan bingung para anggota skuad badminton SMANSA.

Notes:

  • straight game = Kemenangan 2 game *langsung.
  • deuce *= Poin seri. Jadi, skor di badminton harus berselisih 2 poin. Keadaan ini terjadi jika skor selalu seri dari poin 20–20.
  • interval game *= Jeda saat salah satu poin sudah mencapai 11 dengan durasi 1 menit.
  • game point = Saat pemain hanya memerlukan 1 angka terakhir untuk memenangkan game pertamanya (biasanya pada poin ke-20, jika tidak terjadi deuce*).
  • match point = Saat pemain hanya memerlukan 1 angka terakhir untuk memenangkan game terakhirnya (biasanya pada poin ke-20, jika tidak terjadi deuce*).
  • flick serve *= Servis yang dilakukan secara cepat ke arah belakang lawan.
  • maaf ya kalo istilah yang dipake kebanyakan dan membingungkan :”)
  • oh iya, kalo ada saran cw atau tw yang bisa ditaruh di sini, feel free to remind me yaaaa, thank you!!!

메타데이터
post_id
72cbf1b6fdc2
slug
the-captains-final-day-72cbf1b6fdc2
url
https://medium.com/@Lima13/the-captains-final-day-72cbf1b6fdc2
canonical_url
https://medium.com/@Lima13/the-captains-final-day-72cbf1b6fdc2
author_url
https://medium.com/@Lima13
status
ok
fetched_at
2026-07-27 14:47:49