← Back to list

Rindu.

Author Note ; tulisan ringan ditengah tengah kesibukan. aku kangen Zayne.

aethira Ecrire · 2025-12-12 08:57 · 0 claps · 4.8 min read
#zayne #lads #fanfiction #alternative-universe #zayne-lads
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing 🔭 · Astronomy & Space ✍️ · Writing & Creative 🌐 · Society · General

Rindu.

cr. Pinterest || aethiraecr.

cr. Pinterest || aethiraecr.

Author Note ; tulisan ringan ditengah tengah kesibukan. aku kangen Zayne.

CW : fluff with a little bit of spice, 18+.

Zayne Character Based On Love and DeepSpace game, Cr. Infold

Hari-hari yang dijalani sang perempuan berjalan begitu menyenangkan, pekerjaan yang stabil, kehidupan yang terasa seimbang dan juga seorang pasangan yang selalu mendukung apapun keputusan yang sang perempuan punya.

Pada malam itu sang perempuan baru saja kembali dari liburan bersama beberapa teman terdekatnya, berpisah di bandara dan segera kembali ke apartemen tempat ia dan sang kasih tinggal.

Berniat untuk memberikan kejutan kepada sang kekasih, sang perempuan tidak memberitahukan kapan ia akan kembali dari liburannya. Sang perempuan berniat mengejutkan kekasihnya dengan kehadirannya dan beberapa oleh-oleh yang ia sudah siapkan terlebih dahulu.

Sesampainya ia diparkiran apartemen mereka, sang perempuan langsung melangkah dengan ringan menuju unit tempat tinggal mereka.

Namun belum saja sang perempuan meraih pintu apartemen mereka, pintu tersebut terbuka pelan, memunculkan sang kekasih dengan pakaian rumahnya tangannya sudah terbuka lebar mengisyaratkan sang perempuan untuk memeluk dirinya dengan senyum pelan yang terlukis diwajahnya.

Tanpa menghabiskan waktu sang perempuan melangkah menuju pelukan lelakinya, pelukan hangat setelah kedua berpisah untuk beberapa waktu.

how’s your vacation cantik ?” tanya sang lelaki sambil mengecup pelan puncuk kepala sang perempuan. Sedangkan yang ditanya tidak langsung menjawab dan mengeluskan dirinya ke dada bidang sang kasih.

i miss you doctor” ujar sang perempuan sambil menarik diri dari pelukan lelakinya. Sang lelaki yang diterangi cahaya redup di area ruang depan apartemen menundukkan kepalanya, mensejajarkan kepala ke wajah sang perempunnya.

”i miss you too cantik” balasnya sambil mengusak pelan pucuk kepala sang perempuan, lalu ia pun menarik koper dari genggaman sang perempuan dan mebawa masuk kedalam ruang tamu mereka.

Sang perempuan yang sudah terbiasa dengan perlakuan yang diberikan sang kasih mengikuti dibelakang, tak lama menghempaskan diri ke sofa yang diikuti sang lelaki yang duduk disebelahnya. Sang kasih Membantu melepaskan jacket dan sepatu yang membalut kaki sang perempuan, menarik kaki sang perempuan untuk diletakkan ke pangkuannya, tak lupa memberikan pijatan pelan.

Tak butuh waktu lama untuk sang perempuan merasakan nyaman atas afeksi yang lelakinya berikan. namun sang perempuan teringat kejutan yang ia siapkan tadi.

”kok kamu tau aku hari ini pulang kak?” tanya sang perempuan yang tersadar akan rencana awalnya tadi. Sang lelaki yang ditanya hanya tersenyum pelan sambil menunjukkan layar handphonenya, menunjukkan lokasi tempat dirimu berada.

your location still being shared with me cantik” jawabnya enteng sambil kembali memijat. Ah sang perempuan langsung teringat, sebelum ia pergi berlibur kemarin ia membagikan lokasinya kepada sang kasih, jaga-jaga jika sang perempuan tidak bisa dihubungi.

”padahal aku niatnya mau ngasih suprise buat kamu” ujar sang perempuan sambil mengerucutkan bibir, kecewa karena ia tidak bisa memberikan kejutan kepada lelakinya.

Sang lelaki yang melihat tingkah laku sang kasih hanya tersenyum lembut, mengulurkan tangan untuk mengelus pipi sang perempuan, ”thats okay cantik, aku lebih seneng kamu pulang cepet kayak gini” ujar sang lelaki sambil menyunggingkan senyum.

”soo, is there a gift for me?” tanya sang kasih sambil menatap koper bawaan sang perempuan. Dengan cepat sang perempuan membongkar kopernya, mengeluarkan beberapa paper bag.

”ta-daaa, oleh oleh buat kakak dokterkuuu” ujar sang perempuan dengan riang sambil mengulurkan 3 paper bag kepada kekasihnya.

Belum juga sang lelaki mengambil oleh-olehnya, ia menarik sang perempuan untuk duduk ke atas pangkuannya, satu tangannya terulur untuk memeluk pinggang sang perempuan dan satu tangannya lagi menarik paper bag itu, meletakkan di sisi mereka.

”aku kangen kamu, cantik” ujar sang lelaki sambil menaruh kepalanya diantara perpotongan leher sang perempuan. Menarik nafas dalam-dalam sambil menghirup aroma yang ia rindukan selama seminggu ini. Sang perempuan hanya bisa pasrah, melemaskan badan untuk bersender kepada kekasihnya.

Tangan sang perempuan terulur untuk mengusap pelan tangan kekasih yang melingkar di pinggangnya, memberikan afeksi kepada sang lelaki yang sangat jarang menunjukkan sisi lembutnya seperti ini.

”kasiannyaaa, ditinggal lama sama aku ya” ujar sang perempuan dengan nada manja — retorik, yang hanya dibalas dengan gumaman pelan dan pelukan yang makin erat.

Suasana malam yang hening dan hangat menyelimuti keduanya, tanpa ada seorangpun yang membuka suara, tanpa ada tatapan secara langsung. Hanya mereka berdua.

Setelah beberapa lama sang lelaki mebuka suara, sambil memutar tubuh sang perempuan agar bisa menatap dirinya.

”kamu bawa oleh-oleh apa buat aku?” tanya sang lelaki sambil menatap hangat sang kasih. Perlahan menarik beberapa paper bag yang sebelumnya di kesampingkan.

”ada beberapa cemilan, candies, sama kopi giling buat stok kopi kakak” jelas sang perempuang sambil membuka satu persatu oleh-oleh yang tadi ia sebutkan.

”makasih sayang” balas sang lelaki sambil mengecup pipi sang perempuan.

Sang perempuan menunduk, menempelkan bibirnya kepada batang hidung sang lelaki. Tawa tipis terdengar dari sang lelaki. Layaknya tau mau kalah sang lelaki memberikan kecupan lagi, yang tentu saja dengan gemas dibalas oleh sang perempuan.

Secara tanpa sadar perang kecupan itu membawa tubuh mereka meleleh dalam kehangatan, dahi yang Sali bersentuhan dengan nafas pelan yang saling menyusul.

Pandangan lembut itu berubah, panas tipis muncul di dalam iris mata itu. Sang perempuanpun meneguk ludah perlahan, merasa dirinya tertelan dalam pandangan kekasihnya.

Sang lelaki perlahan mecium bibir sang perempuan, ciuman pelan sambil sedikit menghisap bibir sang kasih, seperti menyesap madu manis. Sang perempuan yang tidak mau kalah mengigit lembut bibir kekasihnya. Tangan yang tergerak melingkar pada leher lelakinya, menarik mereka kedalam ciuman yang lebih dalam.

Tanpa aba-aba sang lelaki berdiri sambil menggendong sang perempuan. Bibir lelaki itu bergerak untuk mencium — menyesap perpotongan leher sang perempuan. Sambil berjalan kearah kamar mereka berdua.

”ah! Kak…zayne” seru sang perempuan merasakan gigitan kecil yang lelakinya berikan, yang diserukan namanya hanya tersenyum. Merasakan semangat yang tergugah mendengar rengekan perempuannya.

Dengan pelan dan teratur pintu kamar dibuka, sang lelaki membawa keduanya pada tempat tidur yag ada ditengah ruang kamar itu.

Zayne mendudukan badannya, dengan sang perempuan yang masih berada dalam pangkuannya. Ciuman turun pada bagian atas dada sang perempuan yang terekspose, memberikan akses yang memudahkan sang lelaki untuk bermanjaan pada kekasihnya.

Sang perempuan hanya bisa menyerahkan dirinya, seakan mengerti bahwa lelakinya membutuhkan afeksi lebih.

Perlahan sang perempuan dibaringakn diatas tempat tidur, dengan pelan Zayne melepaskan dekapannya. Menatap sang perempuan dari atas. Bibir yang sedikit bengkak dan beberapa bekas kemerahan yang ia sengaja bubuhkan pada tubuh perempuannya.

Zayne mengulurkan jemarinya, bergerak menyusuri jejak kemerahan. Dari bibir sang perempuan turun hingga bagian atas dada.

Tepat berhenti pada ikatan tali gaun yang digunakan sang kasih. Menarik pelan sambil tatapannya yang difokuskan pada netra sang perempuan.

Ikatan tali itu terlepas, jari sang lelaki bergerak untuk memutari lekuk dada kekasihnya. Bermain nakal dengan puncuk kemerahan.

”kakaaaak….pleaaasee stop it” pinta sang perempuan sambil menatap sang lelaki yang asik memainkan jarinya.

stop what cantik?” balas sang lelaki, gerakan tangannya tidak berhenti hanya berubah lebih pelan, sambil mengamati garis tubuh kasihnya yang hanya terpantulkan oleh cahaya malam.

your…hand” jawab sang perempuan pelan, terdengar rasa malu dari jawaban itu. Membuat Zayne lebih semangat untuk mengerjai sang kasih.

Jemarinya bergerak turun, menyisir perut hingga ke bawah pusar, tiap gesekan jari yang tertoleh pada tubuh sang perempuan memberikan rasa panas — keinginan untuk disentuh lebih dalam.

Melihat kondisi kekasih dibawahnya yang mulai kewalahan sang lelaki menarik bibir sang perempuan. Mengecup dan menyesap dengan pelan.

Ciuman itu terlepas dengan benang tipis saliva yang tercipta diantara keduanya.

can I have you for tonight cantik?” tanya sang lelaki untuk memastikan kekasihnya. Yang dibalas dengan anggukan dan tarikan untuk saling bercumbu dan menghabiskan malam melepas rindu yang ada diantara keduanya.


메타데이터
post_id
72da7aba4dec
slug
rindu-72da7aba4dec
url
https://medium.com/@aethiraecrire/rindu-72da7aba4dec
canonical_url
https://medium.com/@aethiraecrire/rindu-72da7aba4dec
author_url
https://medium.com/@aethiraecrire
status
ok
fetched_at
2026-06-22 05:41:33