← Back to list

Luruh; Sebelum Dijamah

Sekali saja, pernahkah namaku mampir walau sekejap dalam pertimbanganmu? atau setidaknya, sekali aja — tidakkah nayanika-mu sudi melirik…

A. · 2026-04-18 14:41 · 1 claps · 0.8 min read
#poetry #sastra #life-lessons
Open on Medium ↗
Wiki topics: LIT · Literature & Writing ✍️ · Writing & Creative

Luruh; Sebelum Dijamah

Sekali saja, pernahkah namaku mampir walau sekejap dalam pertimbanganmu? Atau setidaknya sekali saja, tidakkah nayanika-mu sudi melirik dan mengeja seluruh ketulusan yang telah kutanam habis di hadapanmu?

Barangkali yang diminta tak pernah lebih dari satu kemungkinan — sebuah ruang di bawah bumantara yang bahkan tak pernah diizinkan untuk terbuka.

Pernahkah, walau hanya sedetik — nama ini mampir dalam nayanika-mu saat kau menimbang hal-hal yang layak dipertahankan?

Sebab langkah ini sudah terlalu lelah menempuh aksanya jalan yang sama; memperjuangkan sebuah asa yang bahkan tak pernah kau beri hak untuk tumbuh.

Namun, yang ditemukan selalu saja punggung yang kian bayang-bayur.

Ada gerak menghindar yang begitu rapi setiap kali renjana ini mencoba menyapa, seolah ketulusan hanyalah wisa yang harus diredam —bukan untuk dipahami.

Mungkin sejak awal, narasi ini memang sudah rumpang — seolah memang tak pernah ada ruang di kalbu itu, selain sebagai catatan kaki yang kau biarkan luruh begitu saja.

Lalu, bagaimana ‘kita’ bisa menjadi asmara-loka, jika satu kesempatan saja selalu gugur sebelum sempat kau jamah?


메타데이터
post_id
73ae2e8ccec8
slug
luruh-sebelum-dijamah-73ae2e8ccec8
url
https://medium.com/@rrakhz/luruh-sebelum-dijamah-73ae2e8ccec8
canonical_url
https://medium.com/@rrakhz/luruh-sebelum-dijamah-73ae2e8ccec8
author_url
https://medium.com/@rrakhz
status
ok
fetched_at
2026-06-11 21:11:36