Mungkin mukamu tertutup debu tebal
Angin akhir-akhir ini begitu kencang. Aku takut debu yang terbawa akan menerjang matamu, hidung, hingga masuk ke dalam organ dalam yang…
Mungkin mukamu tertutup debu tebal
Photo by Wolfgang Hasselmann on Unsplash
Angin akhir-akhir ini begitu kencang. Aku takut debu yang terbawa akan menerjang matamu, hidung, hingga masuk ke dalam organ dalam yang selalu kau tutupi. Hingga pada saatnya debu itu akan menumpuk di permukaan mukamu. Hingga akhirnya kau tak melihat apapun, tak merasa apapun.
Jangan berbicara bahwa ini tidak mungkin. Aku tau dan mengerti banyak sekali manusia yang tertutup debu. Mereka yang enggan melihat kenyataan, terbutakan dan ternistakan. Mereka akhirnya tak tau malu karena tak perlu lagi menutupi muka ketika berlaku salah. Mereka enggan mencuci muka mereka, katanya “kau harus terima aku apa adanya”.
Bukan begitu, bukan aku tak menerimamu apa adanya, cinta. Aku hanya tak ingin mencium debu sedang aku menginginkan bibirmu. Aku tak ingin bertemu debu sedang mataku ingin menatap indah matamu. Tidakkah engkau ingin melihatku? bukankah rindumu tak ingin terhalangi debu tebal di mukamu.
“Meski hanya setetes air sudah mampu membersihkan wajahku” katamu. Oh tidak sayang, setetes saja tidak akan cukup. Debu terus menebal, terus bertambah, terus menggenang dan meluap. Mereka yang enggan mengambil air dari telungkup tanganku. Mereka yang enggan menggunakan kebaikanku untuk membasuh mukanya. Dan merekalah orang-orang yang akan tertutup dunianya.
Kemarilah kekasih, jangan pernah engkau menjauh dari airku. Terimalah, lebih dekat, dekap tangan ini. Basuhlah mukamu dan segeralah tatap diriku. Tidakkah engkau rindu atas ketulusan hidup?
Di atas sini dan berhenti disini. Aku sendirilah yang akan mencurahkan air dari telapak tangan kananku. Hanya untukmu, kekasih.
Dan sekaranglah engkau hidup semestinya. Maka jangan engkau melupakan aku dan air yang membasuh wajahmu. Janganlah engkau memalingkan wajahmu dariku. Sungguh, aku selalu melihatmu.
메타데이터
- post_id
- 73b5beed5378
- slug
- mungkin-mukamu-tertutup-debu-tebal-73b5beed5378
- url
- https://medium.com/@hermansh-id/mungkin-mukamu-tertutup-debu-tebal-73b5beed5378
- canonical_url
- https://medium.com/@hermansh-id/mungkin-mukamu-tertutup-debu-tebal-73b5beed5378
- author_url
- https://medium.com/@hermansh-id
- status
- ok
- fetched_at
- 2026-07-20 01:41:37